07/05/2012
Chelsea, Antara Ragu
dan Harapan
LONDON, KOMPAS.com -
Sukses Chelsea masuk final
Liga Champions memang
cukup mengagetkan.
Bahkan, orang Inggrs
sendiri tak mengira
pasukan Roberto Di Matteo
itu bisa melangkah sejauh
itu, mengingat di awal
musim mereka terseok-seok.
Final Liga Champions akan
digelar di Allianz Arena
pada 19 Mei. Chelsea akan
berhadapan dengan tuan
rumah, Bayern Muenchen.
Di London, kota tempat
Chelsea berada, sebagian
besar merupakan
penggemar Arsenal dan
Tottenham Hotspur. Namun,
keberadaan Chelsea di
final Liga Champions
membuat mereka cukup
berbangga.
"Saya penggemar
Tottenham Hotspur. Tapi, di
Liga Champions nanti, saya
berharap Chelsea yang
menang. Sebab,
bagaimanapun Chelsea
mewakili sepak bola
Inggris," kata Jack, warga
London, kepada
Kompas.com, Rabu
(2/5/2012).
Namun, ketika ditanya
peluang Chelsea untuk
juara, Jack mengangkat
bahu. "Rasanya sulit.
Bayern tampil di kandang
sendiri. Sedangkan Chelsea
krisis pemain," katanya.
Chelsea memang tak akan
bisa memainkan beberapa
pemain andalannya. Mereka
antara lain kapten John
Terry, Ivanovic, Ramirez,
dan Raul Meireles. Mereka
terkena akumulasi kartu.
Sedangkan defender David
Luiz sedang cedera dan
diragukan apakah bisa
tampil di final atau tidak.
Bahkan, Steve yang
mengaku penggemar
Chelsea, juga merasa ragu
tim kebanggaannya akan
juara Liga Champions.
"Tapi, saya tetap berharap
Chelsea jadi juara. Anda
tak pernah tahu apa yang
akan terjadi di sepak bola.
Segalanya bisa terjadi,"
katanya.
Steve mengakui, peluang
timnya untuk menang
memang kecil. Namun,
semangat untuk juara
sangat besar. "Kami pernah
gagal di final (tahun
2008). Kami tak ingin
mengulangi kegagalan itu.
Akan sangat menyenangkan
jika kami juara, karena itu
gelar pertama kami (di Liga
Champions)," ujarnya.
Di atas kertas, Bayern
memang lebih diunggulkan
pada final Liga Champions
nanti. Mereka memiliki tim
yang lengkap, pun tampil di
kandang sendiri. Namun,
Bayern juga harus
waspada. Bagaimanapun,
Chelsea punya beberapa
pemain bermental juara
dan mereka telah
membuktikan mengangkat
trofi Piala FA musim ini,
meski tim sempat berada
dalam krisis.
29