01/03/2019
“ANAK-ANAK YAKUB - RUBEN (bag 1)”
Dari Surabaya kami ucapkan, selamat pagi. Mulai hari ini sampai beberapa hari kedepan, kita khusus akan mempelajari sebuah pasal yang istimewa karena berisi harapan dan nubuatan yang disampaikan Yakub kepada anak-anaknya sebelum dia meninggal.
Perlu diketahui bahwa dalam buku Kejadian, Yakub bukan satu-satunya ayah yang pernah melakukan hal demikian, tercatat Nuh juga melakukan hal yang sama terhadap ke 3 anaknya (lih Kej 9:24-27).
Pada Kejadian 49 ini, Yakub memberi kata-kata berkat serta nubuatan mengenai anak-anaknya dan mulai hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan membicarakan mereka satu persatu. Hari ini kita mulai dengan figure Ruben.
Ruben adalah anak yang tertua dari istri yang pertama Leah. Anak ini dilahirkan pada saat kondisi ibunya yang tidak bahagia karena tidak dicintai dan tidak diperhatikan oleh suaminya Yakub. Jelas-jelas Alkitab menyatakan bahwa Yakub lebih mencintai Rahel adik dari Leah, dibandingkan Leah (Kej 29:30,31) dan Ruben sendiri juga tumbuh dalam kondisi sebagai anak yang tidak dicintai ayahnya, ataupun mungkin lebih halus disebut "kurang perhatian dan kasih sayang" dari ayahnya karena Alkitab juga jelas-jelas mengatakan bahwa Yakub lebih mengasihi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain (Kej 37:3).
Jelas ini sebuah perpaduan yang tidak baik dalam kondisi pertumbuhan dan pengaruh kejiwaan atau mental anak ini, ibu tidak dicintai dan dirinya juga demikian. Tapi lepas dari semuanya itu, jika kita menyimak apa yang Alkitab sampaikan, kita bisa menyimpulkan ibunya, Leah, adalah seorang yang sangat bergantung dan dekat hubungannya dengan Tuhan. Gantinya marah, dia lebih banyak berdoa, dan doanya dijawab Tuhan. Ada penggalan ayat menyangkut kelahiran Ruben ini yang perlu kita simak. Kejadian 29:31,32 berkata demikian:
Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."
“KETIKA TUHAN MELIHAT……SESUNGGUHNYA TUHAN TELAH MEMPERHATIKAN KESENGSARAANKU….”,
Kalimat ini penting untuk diperhatikan karena menunjukkan hubungan 2 pihak. Tuhan dan Leah. Dalam kondisi dan situasinya yang tidak menyenangkan, nampaknya Leah selalu menyampaikan permohonan yang tidak putus-putusnya, meminta Allah campur tangan dalam hidupnya. Dia menjadikan Tuhan sebagai “orang terdekatnya” yang dapat dia sampaikan segala sesuatu mengenai isi hatinya. Dan Tuhan MELIHAT akan keadaannya ini. Tuhan menjadi oknum pengganti suaminya Yakub, yang menjadi orang terdekat, tempat menumpahkan isi hatinya, dan tempat dia menggantungkan harapan dan masa depannya.
Pada poin ini ada satu pelajaran bagi semua istri atau suami yang bermasalah dengan pasangannya. Jika engkau tida berbahagia dengan pasanganmu, jangan cari "orang ketiga" sebagai tambatan hatimu. Jangan ada "PIL atau WIL" lain diluar pasanganmu, tapi jadikanlah Kristus sebagai tempat pelarianmu, tempat engkau dengan aman dapat mencurahkan isi hatimu.
Sebuah lirik lagu lama mungkin perlu menjadi perenungan bagi kita semua yang memiliki masalah dengan pasangan kita.
No one understands like Jesus, He's a Friend beyond com-pare. Meet Him at the throne of mercy; He is waiting for You there.
No one under-stands like Jesus when the days are dark and grim. No one is so near, so dear as Jesus, Cast Your every care on Him.
No understands like Jesus; Every woe He sees and feels. Tenderly He whispers comfort, and the broken heart He heals.
No one understands like Jesus when the foes of life assail. You should never be discouraged;
Jesus cares and will not fail.
NO one understands like Jesus when you falter on the way. Though you fail Him, sadly fail Him,
He will pardon You today.
Ya hanya Dia-lah kawan sejati yang aman, yang tidak pernah akan menyakiti hati kita dan menjerumuskan kita dalam masalah. Hanya Dia-lah yang melihat dan tahu persis keadaan kita yang sebenarnya dan sangat paham bagaimana seharusnya menolong kita.
Kembali lagi mengenai Leah. Kata melihat, bahasa aslinya adalah “ra’ah” adalah salah satu kata penting dalam Alkitab yang menggambarkan Tuhan itu dengan sangat indah. Lihat beberapa hal dibawah ini:
Pada waktu orang Israel begitu menderita setelah lebih 400 tahun mereka di Mesir dan telah menjadi budak disana untuk waktu yang cukup lama, mereka berseru kepada Tuhan dalam penderitaan mereka melalui doa, dan TUHAN MELIHAT mereka (Kej 3:7). Pada waktu Hagar diusir dengan cara kasar oleh Abraham dan Sarah, sehingga ia terlunta-lunta di padang hampir mati kehausan, justru Tuhan MELIHAT dia dan menolongnya (Kej 16:13,14). Hagar namakan sumur tempat Tuhan menolongnya sebagai El-Roi, artinya "Allah Melihat."
Pada waktu Samuel bimbang apakah Daud adalah figure yang tepat yang akan diurapinya karena dia ragu saat melihat rupa dan perawakannya, Tuhan tegaskan bahwa DIA MELIHAT apa yang tidak dilihat oleh mata manusia, yakni hati manusia, jadi jangan ragu-ragu untuk mengurapinya. (1 Sam 16:7). Allah itu pencipta hati dan perasaan, jadi ketika umatNYA menderita, perasaannya pilu, bahkan ketika orang tidak bisa membaca pikiran dan hati seseorang, Dialah satu-satunya Oknum yang bisa memahami dan mengerti dengan persis setiap perasaan karena hanya Dia-lah yang bisa membaca pikiran dan melihat hati manusia.
Perhatikanlah penjelasan tentang Kejadian 29:31,32 diatas. Sesungguhnya apa yang terjadi kepada Leah, saat dia mendapatkan anak, betul-betul merupakan bukti bahwa Tuhan MELIHAT DAN MEMPERHATIKAN kesengsaraannya. Arti nama Ruben adalah “Behold a son” LIHATLAH atau PERHATIKANLAH seorang anak laki-laki, ini seakan-akan sebuah pertunjukkan yang dibuat Allah kepada Leah, “LIHAT atau PERHATIKAN, aku MELIHAT dan MEMPERHATIKAN keadaanmu dan memberimu apa yang engkau harapkan.” Juga seakan-akan Leah bisa menunjukkan kepada Yakub suaminya, “LIHAT, ini seorang anak laki-laki yang engkau harapkan, aku berikan kepadamu karena TuhanTELAH MELIHAT penderitaanku, sementara engkau TIDAK MELIHAT keadaanku.”
Kondisi Leah, pergumulannya dan apa yang Tuhan lakukan kepadanya, dan cara Tuhan memandangnya digambarkan dengan Indah oleh keturunan Leah dari anaknya yang lain, Yehuda, yakni Daud dalam Mazmur 34
"Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong….Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Ruben akhirnya gagal mendapatkan hak-nya sebagai anak sulung karena dia tidur dengan gundik ayahnya Bilha, ibu dari saudara-saudaranya sendiri yakni Dan & Naftali (Kej 35:22a). Entahlah apakah ini dia lakukan karena motif “balas dendam” atau sakit hati terhadap sikap ayahnya selama ini terhadap dirinya dan ibunya, tapi yang pasti perbuatan ini melanggar tradisi dan etika moral yang ada (Imamat 18:7,8) menyangkut sikapnya ini, dalam pesannya yang terakhir ini, Yakub mengecamnya dengan keras dan menggambarkan Ruben seperti air yang membual, terjemahan Inggris menyebut sebagai “unstable as water”. Sifat dasar air adalah lemah, karena dia selalu mengikuti wadah dimana dia berada, dan dengan mengambil illustrasi air, menggambarkan sifat Ruben yang lemah dan tidak konsisten. Sifat ini tentu tidak pas untuk menjadi pemimpin. Mudah untuk dipengaruhi karena tidak konsisten dalam pendiriannya.
Dan catatan sejarah Israel memberi bukti akan nubuatan diatas serta gambaran kelemahan sifat Ruben melalui beberapa Peristiwa antara lain:
Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram adalah contohnya, mereka memimpin Israel di padang gurun untuk memberontak melawan Musa dan menghasut banyak orang Israel sampai Tuhan harus bertindak. Dan tahukah kita, Datan dan Abiram ini adalah keturunan dari Ruben. Ketika Debora dan Barak berperang, semua suku Israel ikut, tapi suku Ruben, tidak mau ikut berperang, tapi saat Daud hendak berperang, suku Ruben mau ikut serta, benar-benar orang-orang yang tidak konsisten.
Sejak zaman Yosua, sudah terlihat bibit-bibit ketidak setiaan orang-orang Ruben, saat mereka mendirikan mezbah yang lain di Gelilot padahal zaman itu orang Israel biasanya pergi beribadah di Silo. Mereka mepengaruhi suku Manasye dan suku Gad (baca Yosua 22:9-34).
Tapi tidak semua buruk tentang Ruben karena ada juga sisi baik dari Ruben yang perlu dicatat. Ketika Yusuf hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya, Ruben justru yang mencegah mereka bahkan dalam hatinya, dia justru berniat melepaskan Yusuf seandainya Yusuf tidak keburu dijual waktu itu. bahkan ketika ayahnya keberatan, saat Benyamin tidak diijinkannnya ke Mesir karena takut tidak akan kembali lagi, Ruben dengan berani menyodorkan 2 anaknya sebagai jaminan, bahkan kalaupun Yakub akan membunuh dua anaknya, dia rela, demi Benyamin dan saudara-saudaranya yang lain (Lih Kej 42:37).
Setiap orang punya kelemahan dan kelebihan, Ruben memiliki banyak catatan buruk dalam hidupnya, tapi Ruben juga mencatat beberapa hal baik dalam hidupnya. Dia tidak pernah menjadi pemimpin bagi anak-anak Yakub dan keturunannya, karena tidak pernah ada pemimpin Iayang berasal dari suku Ruben. Lain halnya dengan suku Yehuda, atau Benyamin bahkan Efraim dan Manasye dan beberapa suku lainnya, yang pernah melahirkan beberapa pemimpin besar yang pernah memerintah Israel atau Yehuda. Namun demikian Alkitab tidak melupakan bahwa Ruben pernah membuat hal-hal baik dalam hidupnya dan itu tercatat dalam Alkitab menjadi pelajaran sepanjang masa.
Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan berbuat baik atau berbuat buruk, jika memang kita pernah berbuat buruk, biarlah itu adalah masa lalu kita, jangan ulangi itu kembali atau berbuat keburukan yang lain. Jika masih ada kehidupan, berarti masih ada kesempatan untuk kita berbuat baik, ambil kesempatan itu, buatlah yang terbaik, dan jadilah berkat bagi orang lain. Tuhan kiranya memberkati kita semua, dari Surabaya kami ucapkan selamat pagi, kita sambung kisah tentang anak-anak Yakub, besok.