Departemen Pemuda Advent - GMAHK Albatros, Sidoarjo

Departemen Pemuda Advent - GMAHK Albatros, Sidoarjo Dibuat untuk memberikan info kepada seluruh Jemaat Albatros tentang kegiatan Pemuda Advent yang akan dilaksanakan.

Ibadah Pemuda Advent gabungan dan Olahraga bersama Jemaat Sepanjang (27/03/2021).
03/04/2021

Ibadah Pemuda Advent gabungan dan Olahraga bersama Jemaat Sepanjang (27/03/2021).

Amsal 17:17 (TB)  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kes**aran. Happy Sabbath...
08/08/2020

Amsal 17:17 (TB) Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kes**aran.

Happy Sabbath Day 🌼✨

07/03/2019

“ANAK-ANAK YAKUB - YEHUDA (bag 3)"

Dari kota Wisata, Cibubur, kami mengucapkan, selamat pagi untuk semuanya. Kita masih di Kejadian 49 melanjutkan pembahasan kita kemarin mengenai anak-anak Yakub, hari ini kita kembali membicarakan tentang Yehuda, sosok yang sudah pernah kita bahas di Kejadian 38. Dibandingkan dengan 3 abangnya, Ruben, Simon & Lewi, yang tetap diingat kesalahannya oleh Yakub sampai akhir hidupnya, terhadap Yehuda, Yakub seakan-akan “lupa” kesalahannya padahal Yehuda juga sebenarnya memiliki banyak kesalahan besar, yang tidak pantas diberi pujian, kontras dengan arti nama Yehuda yakni “terpuji atau dipuji”.

Kesalahan-kesalahan Yehuda antara lain, PERTAMA, Dia tidak pantas dipuji Yakub karena mengambil istri dari orang Kanaan. Sesuatu yang tidak lazim dalam keluarga Yakub karena sudah 3 Generasi sebelum Yehuda, leluhurnya selalu tidak mengambil istri orang Kanaan. Abraham mengambil Sara, demikian Ishak mengambil Ribkah dan Yakub ayahnya mengambil Lea dan Rahel. Semuanya bukan orang Kanaan.

Hal KEDUA yang tidak bisa dipuji dari tindakan Yehuda adalah, ia tidak menepati janjinya. Kepada Tamar mantunya, setelah dua anaknya terdahulu Er dan Onan, mati sebagai suami dari Tamar, dia menjanjikan Syela, anaknya yang bungsu itu akan diberikannya kepada Tamar sebagai suaminya, menggantikan 2 abangnya yang sudah mati terlebih dahulu. Begitulah tradisi waktu itu dimana jika kakak kandung ataupun saudara laki-laki yang lebih tua meninggal, maka adiknya atau saudara laki-laki yang lain mempunyai tanggung jawab terhadap istri sang kakak – (Band dengan kasus Boaz dan Ruth, Boaz adalah keluarga dari suaminya Ruth terdahulu, anak dari Naomi, maka akhirnya Boaz bertanggung jawab menikahi Ruth untuk menghidupi keluarga Naomi dan Ruth) , tapi dalam kasus ini, Yehuda tidak menepati janjinya kepada Tamar sehingga terpaksa Tamar harus "mengakali" mertuanya itu.

Dan hal KETIGA yang tidak dapat dipuji dari Yehuda adalah ketika akhirnya dia mau meniduri seorang perempuan sundal, jelas wanita ini bukan istrinya tapi justru itu adalah Tamar menantunya (Baca Kej 38), hingga akhirnya memiliki 2 anak kembar dari menantunya itu, yakni Perez dan Zerah. Terlepas dari perbuatan Tamar itu sebagai upayanya untuk menolong dirinya sendiri untuk masa depannya, namun keinginan dan perbuatan Yehuda yang mencari seorang "WTS" atau wanita prostitusi untuk ditidurinya, tentu bukanlah perbuatan lazim pria terhormat.

Sudah pasti peristiwa-peristiwa diatas diketahui dengan benar oleh Yakub atau paling tidak dia masih ingat beberapa diantaranya. Tapi sama sekali tidak ada satupun yang disebutkan Yakub dalam kata-katanya yang terakhir ini, seakan-akan dimata Yakub, Yehuda adalah seorang anak yang tidak pernah keliru dan tidak pernah melakukan kesalahan yang besar, ataupun semua perbuatan Yehuda itu sudah dilupakan sama sekali oleh Yakub.

Namun demikian sama seperti anak-anak Yakub lainnya yang diceritakan semua sisi kehidupannnya, Alkitab juga sangat terbuka menceritakan seorang Yehuda, baik dari sisi buruknya maupun sisi baiknya. Ketika semua saudaranya (kecuali Ruben yang sudah kita bahas sebelumnya) menginginkan Yusuf mati, Yehuda justru memberi solusi lain supaya Yusuf bisa hidup, dengan cara menjualnya ke Mesir (Kej 37:26,27). Ketika Yakub ragu, apakah Benyamin akan diijinkannya ke Mesir atau tidak, Yehuda tampil sebagai penjamin dengan memberi dirinya sebagai jaminan (Kej 43:8,9) demi kelangsungan hidup seluruh keluarga Yakub. Tapi yang paling luar biasa dari Yehuda adalah, ketika dia mau mengakui kesalahannya atas Tamar dengan taruhan harga dirinya dan kehormatannya, demi menyelamatkan Tamar, menantunya itu (baca Kej 38:24-26). Disinilah perbedaan antara Yehuda, dengan ketiga abangnya diatasnya, Ruben, Simon dan Lewi. Ketiganya pernah melakukan kesalahan-kesalahan besar, tapi tidak ada satupun diantara mereka yang dicatat dalam Alkitab mengakui kesalahan mereka terang-terangan. Entah apa alasan mereka, tapi yang jelas mereka tidak mengakuinya. Berbeda dengan Yehuda. Dia mengakui kesalahannya dan bersedia memikul tanggung jawab atas perbuatannya yang memalukan itu.

Tentu kisah pengakuan Yehuda ini atas kesalahannya, diceritakan turun temurun kepada keturunannya dari satu generasi ke generasi yang lain. Daud pernah melakukan kesalahan moral, meniduri wanita yang bukan istrinya, Batsyeba. Kesalahan yang hampir mirip yang dilakukan Yehuda. Tapi Alkitab menceritakan Daud akhirnya mengakui kesalahannya ini (baca 2 Sam 12:13; Mzm 51) persis seperti Yehuda yang juga mengakui kesalahannya. Dan yang menarik disini adalah, Daud merupakan keturunan langsung dari Yehuda.

Para pemimpin hebat, bukanlah seorang yang tidak pernah membuat kesalahan dalam hidupnya, tapi mereka adalah orang-orang yang justru pernah melakukan kesalahan, tapi berani mengakui kesalahannya dengan tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain dan belajar dari kesalahannya itu untuk menjadi orang yang lebih baik di masa yang akan datang. Yehuda dan Daud akhirnya menjadi pemimpin hebat. Yehuda dipilih Yakub menjadi “pemimpin” bagi seluruh anak-anaknya dan Daud yang merupakan keturunan Yehuda, menjadi raja terbesar bagi Israel dan keturunannya mewarisi tahta kerajaan dan yang paling terhormat tentunya adalah Yesus, keturunan dari Daud, menjadi penyelamat manusia berdosa seperti Daud dan Yehuda ini.

Kehidupan Yehuda, kesalahan-kesalahannya serta pengakuannya, merupakan bukti bahwa firman Tuhan ini benar, I Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Sikap dan kata-kata Yakub kepada Yehuda di pasal 49 ini, adalah merupakan refleksi sikap Allah kepada setiap orang berdosa yang telah mengakui kesalahannya dan bertobat. Kesalahannya tidak lagi diungkit-ungkit yang ada hanyalah gambaran masa depannya yang sangat positif. Perhatikan setiap kata-kata berkat yang diucapkan Yakub mengenai Yehuda, semua berisi gambaran masa depannya yang baik bukan masa lalunya yang kelam. Benar-benar kesalahan Yehuda sudah dilupakan (Baca Yesaya 1:18, kesalahan Yehuda diputihkan) dan harapan yang baik dijanjikan.

Figure Yehuda memberi pelajaran berharga bahwa kehidupan ini bukanlah soal kita telah melakukan kesalahan atau tidak, tapi adalah soal kita mengakui kesalahan kita dan memperbaikinya. Dalam hidup ini selalu ada ruang untuk pertobatan dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang Tuhan berikan.

Tahukah kita nama Yehuda dan nama Yudas sebenarnya adalah 2 nama yang sama. Yehuda atau Judah adalah nama Ibrani dan Yudas adalah translate nama Judah atau Yehuda ke dalam bahasa Grika. Itu sama dengan John adalah nama bahasa Inggris dan Yohanes adalah nama yang di translate ke dalam bahasa Indonesia. Atau James dalam bahasa Inggris, dan Yakobus dalam bahasa Indonesia. Nah, mendengar nama Yehuda, orang akan selalu mengenang yang baik bukan? Tapi mendengar nama Yudas, pembaca Alkitab langsung mengasosiasikannya dengan figur yang buruk, yakni Yudas Iskariot, sang pengkhianat itu.

Perhatikan ini, Judah atau Yehuda sama seperti Yudas, pernah menjual orang yang baik, Yehuda menjual Yusuf saudaranya, Yudas menjual Yesus gurunya. Pernah membuat kesalahan besar, Yehuda tidur dengan WTS, Yudas berkhianat pada gurunya. Tapi kenapa yang satu punya kehormatan dan punya kesempatan beroleh selamat sedang yang satu tidak, malahan mati dengan cara tragis? Jawabannya adalah Yehuda mengakui kesalahannya, dan memperbaikinya sedang Yudas hanya menyesal saja tapi tidak bertobat, tidak pernah datang memohon pengampunan kepada Yesus dan malahan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan dirinya dan mati dengan mengerihkan. Sama-sama ada kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki kesalahannya tapi yang satu gunakan kesempatannya sedang yang satu tidak sama sekali.

Hari ini adalah hari Sabat, salah satu keindahan dan keuntungan Sabat itu bagi manusia adalah, hari ini Tuhan dekat dengan umatNya yang menyucikan Sabat. Hari ini Dia menyediakan banyak berkat, termasuk berkat pengampunan. Hari ini adalah kesempatan umat Allah untuk memperbaiki hubungannya dengan Allah. Mari datang kepadaNya dan minta pengampunanNya. Jangan biarkan hari ini berlalu tanpa kita datang kepadaNya dan mengakui dosa kita. Dan sama seperti Dia mengampuni Yehuda, sudah pasti Dia-pun akan mau mengampuni kita ingat ayat diatas, 1 Yoh 1:9, Kita datang padaNya, akui kesalahan kita dan Iapun akan memberi pengampunan.

Moga-moga Sabat ini menjadi hari s**a cita bagi kita semua karena kita diampuni Allah. Dari Kota Wisata, Cibubur, kami ucapkan selamat pagi, Tuhan kiranya memberkati kita semua.

07/03/2019

“ANAK-ANAK YAKUB - SIMEON & LEWI (bag 2)”

Dari Jakarta kami keluarga mengucapkan selamat pagi.
Hari ini kita lanjutkan pembahasan kita mengenai anak-anak Yakub, dan hari ini kita membicarakan dua anaknya yang lain yakni, Simeon dan Lewi. Dua nama ini selalu disebutkan bersamaan oleh Yakub. Hal ini menyangkut sifat dan perbuatan mereka dimasa lalu yang penuh amarah dan kejam dalam hal pembunuhan keji atas seluruh penduduk kota Sikhem yang direncanakan mereka tanpa sepengetahuan Yakub sehubungan dengan adik mereka Dina. (Kej 34:25-27)

Gantinya kata “berkat” , justru kata “kutuk” malahan yang disampaikan oleh Yakub diakhir hidupnya kepada Simeon dan Lewi, karena perbuatan mereka yang brutal itu. Bahkan khusus untuk mereka Yakub berkata, (49:6) "janganlah kiranya jiwaku turut dalam permufakatan mereka, janganlah kiranya rohku bersatu dengan perkump**an mereka... (dan ditambahkan lagi dengan kata-kata)...terkutuklah kemarahan mereka." (ayat 7) Benar-benar nyata bahwa Yakub sangat menentang perbuatan biadab anak-anaknya itu dan sama sekali tidak membelanya (ini tentu sangat berbeda dengan imam Eli, terhadap 2 anaknya Hofni dan Pinehas yang juga jahat, tapi akhirnya ayah dan 2 anaknya ini dibunuh Allah).

Arti nama Simeon adalah, “didengar atau dijawab doanya.” Latar belakangnya adalah, sekalipun Leah, telah memiliki seorang anak laki-laki yakni Ruben, tapi ia tetap tidak diperhatikan oleh suaminya Yakub, yang lebih memilih memperhatikan Rahel.

Maka iapun kembali berdoa, berseru kepada Tuhan, untuk meminta pertolonganNYA dan kembali Tuhan mendengarnya, itu sebabnya Leah berkata demikian: (Kej 29:33) "Sesungguhnya, TUHAN telah MENDENGAR, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya p**a anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.

Dan arti nama Lewi adalah, “menyatu atau disandarkan, di-eratkan.” Latar belakangnya adalah, sekalipun Leah telah punya 2 anak, tetapi tetap saja Yakub tidak mencintainya, sehingga dia berharap dengan anak yang ke-3 ini, Yakub akan benar-benar akan lebih erat kepadanya dan menyatu kepadanya sebagai suaminya, kata-kata Leah sangat menarik, (Kej 29:34) "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.

Jadi dua anak ini adalah anak yang “malang” jika dicermati, karena ibu mereka tidak dicintai dan diperhatikan ayah mereka secara wajar, sedang mereka sendiri tidak dicintai ayah mereka (sudah dibahas kemarin, baca Kej 37:3, Yakub lebih mencintai Yusuf daripada anak-anaknya yang lain) dan bahkan diakhir hidup ayahnya, justru mereka dikecam ayah mereka karena perbuatan mereka di masa lalu dengan kata-kata, “terkutuklah” gantinya kata-kata berkat untuk mereka berdua.

Entahlah akhirnya perbuatan keji dan bengis mereka itu terhadap penduduk Sikhem, adalah refleksi masa kecil mereka yang kurang diperhatikan sehingga meminta perhatian dengan cara kejam, atau sebagai upaya balas dendam dan amarah atas sikap ayah mereka Yakub (karena mereka sama sekali tidak bertanya kepada ayah mereka sebelum mereka berbuat hal ini). Atau memang itu benar-benar adalah luapan emosi spontan akibat perbuatan terhadap adik mereka, Dina.

Nampaknya, Simeon ini adalah kakak yang paling bengis dan kasar dimata Yusuf. Kemungkinan pada waktu Yusuf di taruh di sumur itu dan kemudian akhirnya dijual, Simeon inilah yang paling jahat perlakuannya kepada Yusuf . Coba perhatikan percakapan saudara-saudara Yusuf saat mereka berhadapan dengan Yusuf (baca Kej 42:18-25), ada catatan penting disana untuk disimak mengenai perbuatan Yusuf khusus kepada Simeon, (Kej 42:24), “…ia (Yusuf) mengambil Simeon dari antara mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka.” Mengapa yang diambil adalah Simeon, bukannya Yehuda atau Ruben atau saudaranya yang lain?

Tentunya ini menarik untuk ditanyakan bukan? Pasti Yusuf tidak sembarangan mengambil orang dan pasti ada alasan psikis disana. Dia masih hafal satu persatu wajah kakak-kakaknya itu dengan persis karena buktinya waktu mereka makan, Yusuf atur mereka sesuai urutan yang benar (baca Kej 43:33). Terjemahan Clear Word Bible, lebih jelas keterangannya, “the brothers were seated facing Joseph according to age from the oldest to the youngest. When the brothers noticed this, they were amazed that the governor knew how to seat them.”

Dan perlu di catat bahwa Ini dilakukan Yusuf sebelum ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Jadi nampaknya sekalipun akhirnya Yusuf memaafkan semua saudaranya itu, tapi perbuatan Simeon itu tidak terlupakan sehingga tidak heran didepan mata saudara-saudaranya ini, Yusuf membelenggu Simeon, sekedar untuk mengekspresikan rasa sakit hatinya dimasa yang lalu.

Sedang Lewi, adik kandung Simeon, nampaknya ia adalah adik yang patuh kepada kakaknya. Apa yang dilakukannya hanyalah mengikuti perintah dan ajakan kakaknya, Simeon.

Pada waktu pembagian tanah pusaka untuk semua suku, Simeon dan Lewi dipisahkan. Tentu Allah punya alasan dan maksud disini untuk keduanya dan untuk masa depan mereka. Simeon mendapatkan tanah persis ditengah-tengah suku Yehuda (dikelilingi) atau dicampurkan bersama Yehuda (Yosua 19:1) seakan-akan memberi kesan, bahwa Simeon harus dijaga dan diperhatikan khusus oleh anak-anak Yehuda, sementara Lewi tidak diberi jatah tanah dekat dengan kakaknya Simeon, melainkan di pisahkan dan diberi jatah kota-kota di seluruh suku Israel (baca Yosua 21) yang jumlahnya 48 kota (Yos 21:41). Namun demikian semua suku berkewajiban membantu Lewi karena kaum Lewi bertugas di kaabah (Yosua 18:7; 21:3).

Nampaknya pengalaman masa lalu menjadi acuan, dimana dua kakak beradik ini dan keturunan mereka harus dipisahkan karena berbahaya jika mereka bersatu, bisa menimbulkan amarah yang membahayakan saudara-saudara mereka yang lain.

Tapi itu kisah masa lalu, karena selanjutnya keturunan 2 bersaudara ini memiliki catatan yang berbeda dalam sejarah Israel.

Musa, pemimpin yang luar biasa itu, yang telah memimpin orang Israel keluar dari tanah Mesir adalah seorang yang dikenal sebagai orang yang paling lembut hatinya. Komentar Alkitab demikian (Bilangan 12:3), “Adapun Musa ialah seorang yang SANGAT LEMBUT HATINYA, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” terjemahan NIV menyebut, "Moses was very humble (paling rendah hati) than anyone else on the face of the earth."

Pahamkah kita bahwa Musa adalah keturunan Lewi asli? Baca Keluaran 2. Tentunya ini sangat kontras dengan leluhur mereka Lewi, yang sangat dikecam bahkan di kutuki oleh ayahnya Yakub karena sifatnya yang tidak bisa menahan amarah. Sementara Musa Alkitab katakan adalah orang yang paling sabar, paling lembut dan rendah hatinya tapi sangat berpegang pada prinsip. Ia dan Harun saudaranya adalah keturunan Lewi.

Musa yang begitu tegar dan sangat berprinsip itu, berbeda dengan Harun. Harun yang menjadi Imam besar pertama itu, pernah nampak begitu lemah dan tidak berdaya, saat orang Israel menyuruhnya membuat patung lembu emas untuk disembah, padahal dia adalah pemimpin rohani. Namun demikian sejarah Israel mencatat, keduanya adalah kombinasi pemimpin yang sangat baik, sangat mengasihi umat, dan sangat bergantung pada Tuhan, kontras dengan Simeon dan Lewi, 2 leluhur mereka.

Hal yang lain lagi yang Alkitab sampaikan (baca Keluaran 32) saat orang Israel menyuruh Harun membuat patung lembu emas dan menyembahnya, Musa marah. Tapi pada saat peristiwa itu selesai, Musa menantang mereka untuk memihak pada Tuhan dan justru suku Lewi-lah yang pertama-tama dengan berani dan bertanggung jawab berdiri menyatakan sikap mereka bahwa mereka berpihak pada Tuhan (baca Kel 32:25-29).

Dan yang paling menarik dicatat adalah dari semua orang Israel yang lebih dulu ke Sorga, justru dari suku Lewi-lah terlebih dahulu ada disana, karena Musa sudah terlebih dahulu ada di Sorga. Dan yang menarik, sementara suku Efraim dan suku Dan tidak tercatat sebagai bagian dari mereka yang dimeteraian Allah, suku Simeon dan Lewi justru ada dalam daftar (lih Wahyu 7:7). Artinya bahwa masa lalu tidak punya pengaruh atas keselamatan dan masa depan asalkan yang bersangkutan ada perubahan dan penyerahan.

Alkitab selalu jujur dan terbuka menceritakan tokoh-tokohnya untuk menjadi pelajaran bagi setiap manusia. II Timotius 3:16 berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk MENYATAKAN KESALAHAN, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Simeon dan Lewi, tidak ditutup-tutupi kesalahan mereka, tapi Alkitab juga pada bagian yang lain memberikan gambaran yang baik tentang keturunan mereka dan menyatakan dengan jelas, tentang Allah yang penuh kasih, bagaimana Ia menuntun orang-orang yang bersalah ini, menjadi orang-orang yang berguna di masa depannya, setidaknya keturunannya tidak mengulangi kesalahan yang sama dan setidaknya mereka bisa menjadi orang-orang yang berguna dan menjadi berkat bagi banyak orang gantinya menjadi orang yang berbahaya bagi banyak orang.

Dan membaca tokoh-tokoh Alkitab adalah seperti membaca kehebatan Allah dalam mengatur manusia yang penuh dengan kelemahan ini untuk menjadi baik dan berguna. Dari Jakarta saya bersama keluarga mengucapkan selamat pagi, Tuhan berkati kita semua.

07/03/2019

*ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ* 2⃣0⃣1⃣9⃣
•╔══~❈~══◄▒════•❀•══╗
◐ *BAPA KITA PEDULI* ◑
•╚══~❈~══◄▒════•❀•══╝ 𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍
*🄴🄻🄻🄴🄽 🄶 🅆🄷🄸🅃🄴*
◦•●◉✿[ Maret ]✿◉●•◦ *Iman yang Kuhidupkan*

*Tanggal 07, Hari Kamis*
```APAKAH IMAN MEMBATALKAN PENURUTAN?```

╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗
📝 *Ayat Inti: Roma 3 : 31*
╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝
_*“Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."*_

💖
Iman bukanlah obat candu, tetapi perangsang. Memandang Golgota tidak akan membuat jiwamu tenang terhadap tugas kewajiban yang tidak dilaksanakan, namun akan menciptakan iman yang bekerja, memurnikan jiwa dari semua kecintaan diri.

Iman di dalam Kristus yang menyelamatkan jiwa bukanlah seperti yang digambarkan banyak orang. “Percaya, percaya saja,” adalah seruan mereka; “hanya percaya di dalam Kristus, dan Anda akan diselamatkan. Hanya itu yang Anda harus lakukan.” Walaupun iman sejati percaya sepenuhnya di dalam Kristus untuk mendapat keselamatan, namun iman itu akan menuntun kepada penurutan sempurna terhadap hukum Allah.

Terdapat dua kesalahan yang penting diwaspadai secara khusus oleh anak-anak Allah--terutama mereka yang hanya percaya pada kasih karunia-Nya--secara istimewa perlu berhati-hati.
_Yang pertama_ adalah melihat pada perbuatan mereka sendiri, percaya pada segala sesuatu yang dapat mereka lakukan, untuk membawa diri mereka sendiri selaras dengan Allah. Dia yang mencoba menjadi suci dengan usahanya sendiri dalam menuruti hukum, sedang mengupayakan suatu kemustahilan. Hanya kasih karunia Kristus saja, melalui iman, yang dapat membuat kita suci.

_Yang lainnya_ dan tidak kurang berbahayanya adalah bahwa percaya di dalam Kristus melepaskan manusia dari penurutan terhadap hukum Allah; bahwa karena oleh iman saja kita mendapat bagian dari kasih karunia Kristus, perbuatan kita tidak ada kaitannya dengan penebusan kita.

✅ Namun perhatikan di sini bahwa penurutan bukan hanya kelengkapan luar semata, namun pelayanan kasih. Hukum Allah adalah ekspresi dari sifat-Nya; itu merupakan perwujudan dari prinsip kasih-Nya yang agung dan oleh sebab itu merupakan fondasi dari pemerintahan-Nya di surga dan bumi. Gantinya melepaskan manusia dari penurutan, iman dan iman saja, yang menjadikan kita penerima kasih karunia Kristus, yang menyanggupkan kita melakukan penurutan.

Sebagaimana dulu Yesus dalam sifat manusia, begitu p**a yang diinginkan Allah pada para pengikut-Nya. Di dalam kekuatan-Nya kita harus menjalani kehidupan suci dan mulia sebagaimana yang dijalani Juruselamat.

🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

baru bisa post lagi.

Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati

02/03/2019

*ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ* 2⃣0⃣1⃣9⃣
•╔══~❈~══◄▒════•❀•══╗
◐ *BAPA KITA PEDULI* ◑
•╚══~❈~══◄▒════•❀•══╝ 𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍
*🄴🄻🄻🄴🄽 🄶 🅆🄷🄸🅃🄴*
◦•●◉✿[ Maret ]✿◉●•◦ *Iman yang Kuhidupkan*

*Tanggal 03, Hari Minggu*
```PEMBERIAN ALLAH BAGI UMAT MANUSIA```

╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗
📝 *Ayat Inti: Yohanes 3:16*
╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝
_*“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."*_

💖
Hati Allah merindukan anak-anak-Nya di bumi dengan kasih yang lebih kuat daripada maut. Dalam mengaruniakan Anak-Nya, Ia telah menyerahkan seluruh surga kepada kita dalam satu pemberian.

Melalui pemberian itu datanglah kepada kita hari demi hari aliran kebaikan Yahwe yang tiada habisnya. Setiap bunga dengan warna yang indah dan bau harumnya, diberikan untuk kenikmatan kita melalui satu Pemberian itu. Matahari dan bulan dijadikan oleh-Nya; tidak satu pun bintang yang mempercantik langit yang tidak dijadikan-Nya. Tidak satu pun bahan dalam makanan di atas meja kita yang tidak Ia sediakan untuk kita makan. Nama Kristus ada di atas semua itu. Segala sesuatunya disediakan bagi manusia melalui satu Pemberian yang tak terkatakan, Anak Tunggal Allah. Ia dipakukan di salib agar semua pemberian ini boleh mengalir kepada angkatan kerja umat Allah.

Dalam mengambil sifat kemanusiaan kita, Juruselamat telah mengikat Diri-Nya sendiri kepada kemanusiaan dengan ikatan yang tidak akan pernah lepas. Sepanjang zaman kekekalan Ia terhubung dengan kita, “begitu besar kasih Allah sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Ia memberikan Anak-Nya bukan hanya untuk menanggung dosa kita, dan mati untuk korban bagi kita; Ia diberikan kepada bangsa yang berdosa. Untuk meyakinkan kita tentang nasihat perdamaian abadi-Nya, maka Allah memberikan Anak tunggal-Nya untuk menjadi salah satu dari keluarga manusia, selamanya untuk memelihara sifat manusia-Nya. Inilah janji bahwa Allah akan menggenapi perkataan-Nya. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya.” *Yesaya 9:5.* Allah telah mengambil sifat manusia dalam diri Anak-Nya, dan telah membawa yang sama ke dalam langit tertinggi. Surga diabadikan dalam kemanusiaan, dan kemanusiaan terbungkus di dalam kasih kekal.

✅ Kristus menunduk dengan kerendahan hati yang tiada bandingannya, agar di dalam pengangkatan-Nya ke atas takhta Allah, Ia juga bisa mengangkat mereka yang percaya kepada-Nya, duduk bersama Dia di atas takhta.

🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

02/03/2019

*ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ* 2⃣0⃣1⃣9⃣
•╔══~❈~══◄▒════•❀•══╗
◐ *BAPA KITA PEDULI* ◑
•╚══~❈~══◄▒════•❀•══╝ 𝕶𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕬𝖑𝖑𝖆𝖍 𝖄𝖆𝖓𝖌 𝕭𝖊𝖗𝖑𝖎𝖒𝖕𝖆𝖍
*🄴🄻🄻🄴🄽 🄶 🅆🄷🄸🅃🄴*
◦•●◉✿[ Maret ]✿◉●•◦ *Iman Yang Kuhidupkan*

*Tanggal 2, Hari Sabat
```BERSIAP UNTUK HARI KUDUS```

╔═════ஜ۩۞۩ஜ════╗
📝 *Ayat Inti: Keluaran 20 : 8* ╚═════ஜ۩۞۩ஜ════╝
_*"Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat*_

💖
Pada awal dari hukum keempat Tuhan berkata, “Ingatlah.” Ia mengetahui bahwa di tengah berbagai urusan dan kebimbangan manusia akan tergoda untuk mencari alasan tidak memenuhi semua persyaratan hukum, atau melupakan kekudusannya yang penting. Oleh sebab itu Ia berkata, “lngatlah dan kuduskanlah hari Sabat.” Sepanjang pekan kjta harus mengingat Sabat dan membuat persiapan untuk memeliharanya sesuai perintah-Nya... .

Bilamana Sabat diingat secara demikian, maka hal-hal duniawi tidak akan dibiarkan mengganggu hal-hal rohani. Tidak ada tugas yang berkaitan dengan enam hari kerja akan ditinggalkan untuk dilakukan pada hari Sabat. Selama pekan itu energi kita tidak akan terlalu dihabiskan dalam pekerjaan duniawi sehingga pada hari di mana Tuhan berhenti dan kita disegarkan ulang tidak akan terlalu letih untuk terlibat dalam pelayananNya.. ..

✅ Pada hari Jumat biarlah persiapan Sabat diselesaikan. Siapkan semua pakaian dan semua masakan selesai....
💝 Hari Sabat jangan disisihkan untuk memperbaiki pakaian,
💝 memasak makanan,
💝 mencari kesenangan, atau
💝 untuk urusan duniawi lainnya.
*Sebelum terbenamnya matahari biarlah semua pekerjaan sekular disingkirkan dan semua kertas-kertas sekuler dijauhkan dari pandangan.* Para orang tua, jelaskan pekerjaanmu dan tujuannya kepada anak-anakmu, dan biarlah mereka ikut serta dalam mempersiapkan Sabat sesuai perintah-Nya.

✅ Ada pekerjaan lain yang harus mendapat perhatian pada hari persiapan. *PADA HARI INI SEMUA PERBEDAAN ANTARA SAUDARA, ENTAH DALAM KELUARGA ATAU DI GEREJA HARUS DISINGKIRKAN. Biarlah semua kepahitan dan kemarahan dan kedengkian dibuang dari jiwa.* _Dalam jiwa yang rendah hati, “akui kesalahanmu satu terhadap yang lain, dan berdoalah bagi satu sama lain.”_

👨‍👩‍👧‍👧 Sebelum terbenamnya matahari biarlah anggota keluarga berkumpul untuk membaca Firman Allah, bernyanyi dan berdoa.

_*Kita harus dengan semangat menjaga kesucian Sabat. Ingatlah bahwa setiap saat itu ditahbiskan, dan kudus.*_

🛐 𝓓𝓸𝓪 𝓚𝓲𝓽𝓪 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲

𝕋𝕌ℍ𝔸ℕ. 𝕄𝔼𝕄𝔹𝔼ℝ𝕂𝔸𝕋𝕀🙏🏻

01/03/2019

“ANAK-ANAK YAKUB - RUBEN (bag 1)”

Dari Surabaya kami ucapkan, selamat pagi. Mulai hari ini sampai beberapa hari kedepan, kita khusus akan mempelajari sebuah pasal yang istimewa karena berisi harapan dan nubuatan yang disampaikan Yakub kepada anak-anaknya sebelum dia meninggal.

Perlu diketahui bahwa dalam buku Kejadian, Yakub bukan satu-satunya ayah yang pernah melakukan hal demikian, tercatat Nuh juga melakukan hal yang sama terhadap ke 3 anaknya (lih Kej 9:24-27).

Pada Kejadian 49 ini, Yakub memberi kata-kata berkat serta nubuatan mengenai anak-anaknya dan mulai hari ini dan beberapa hari kedepan kita akan membicarakan mereka satu persatu. Hari ini kita mulai dengan figure Ruben.

Ruben adalah anak yang tertua dari istri yang pertama Leah. Anak ini dilahirkan pada saat kondisi ibunya yang tidak bahagia karena tidak dicintai dan tidak diperhatikan oleh suaminya Yakub. Jelas-jelas Alkitab menyatakan bahwa Yakub lebih mencintai Rahel adik dari Leah, dibandingkan Leah (Kej 29:30,31) dan Ruben sendiri juga tumbuh dalam kondisi sebagai anak yang tidak dicintai ayahnya, ataupun mungkin lebih halus disebut "kurang perhatian dan kasih sayang" dari ayahnya karena Alkitab juga jelas-jelas mengatakan bahwa Yakub lebih mengasihi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain (Kej 37:3).

Jelas ini sebuah perpaduan yang tidak baik dalam kondisi pertumbuhan dan pengaruh kejiwaan atau mental anak ini, ibu tidak dicintai dan dirinya juga demikian. Tapi lepas dari semuanya itu, jika kita menyimak apa yang Alkitab sampaikan, kita bisa menyimpulkan ibunya, Leah, adalah seorang yang sangat bergantung dan dekat hubungannya dengan Tuhan. Gantinya marah, dia lebih banyak berdoa, dan doanya dijawab Tuhan. Ada penggalan ayat menyangkut kelahiran Ruben ini yang perlu kita simak. Kejadian 29:31,32 berkata demikian:

Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."
“KETIKA TUHAN MELIHAT……SESUNGGUHNYA TUHAN TELAH MEMPERHATIKAN KESENGSARAANKU….”,

Kalimat ini penting untuk diperhatikan karena menunjukkan hubungan 2 pihak. Tuhan dan Leah. Dalam kondisi dan situasinya yang tidak menyenangkan, nampaknya Leah selalu menyampaikan permohonan yang tidak putus-putusnya, meminta Allah campur tangan dalam hidupnya. Dia menjadikan Tuhan sebagai “orang terdekatnya” yang dapat dia sampaikan segala sesuatu mengenai isi hatinya. Dan Tuhan MELIHAT akan keadaannya ini. Tuhan menjadi oknum pengganti suaminya Yakub, yang menjadi orang terdekat, tempat menumpahkan isi hatinya, dan tempat dia menggantungkan harapan dan masa depannya.

Pada poin ini ada satu pelajaran bagi semua istri atau suami yang bermasalah dengan pasangannya. Jika engkau tida berbahagia dengan pasanganmu, jangan cari "orang ketiga" sebagai tambatan hatimu. Jangan ada "PIL atau WIL" lain diluar pasanganmu, tapi jadikanlah Kristus sebagai tempat pelarianmu, tempat engkau dengan aman dapat mencurahkan isi hatimu.

Sebuah lirik lagu lama mungkin perlu menjadi perenungan bagi kita semua yang memiliki masalah dengan pasangan kita.

No one understands like Jesus, He's a Friend beyond com-pare. Meet Him at the throne of mercy; He is waiting for You there.

No one under-stands like Jesus when the days are dark and grim. No one is so near, so dear as Jesus, Cast Your every care on Him.

No understands like Jesus; Every woe He sees and feels. Tenderly He whispers comfort, and the broken heart He heals.

No one understands like Jesus when the foes of life assail. You should never be discouraged;
Jesus cares and will not fail.

NO one understands like Jesus when you falter on the way. Though you fail Him, sadly fail Him,
He will pardon You today.

Ya hanya Dia-lah kawan sejati yang aman, yang tidak pernah akan menyakiti hati kita dan menjerumuskan kita dalam masalah. Hanya Dia-lah yang melihat dan tahu persis keadaan kita yang sebenarnya dan sangat paham bagaimana seharusnya menolong kita.

Kembali lagi mengenai Leah. Kata melihat, bahasa aslinya adalah “ra’ah” adalah salah satu kata penting dalam Alkitab yang menggambarkan Tuhan itu dengan sangat indah. Lihat beberapa hal dibawah ini:

Pada waktu orang Israel begitu menderita setelah lebih 400 tahun mereka di Mesir dan telah menjadi budak disana untuk waktu yang cukup lama, mereka berseru kepada Tuhan dalam penderitaan mereka melalui doa, dan TUHAN MELIHAT mereka (Kej 3:7). Pada waktu Hagar diusir dengan cara kasar oleh Abraham dan Sarah, sehingga ia terlunta-lunta di padang hampir mati kehausan, justru Tuhan MELIHAT dia dan menolongnya (Kej 16:13,14). Hagar namakan sumur tempat Tuhan menolongnya sebagai El-Roi, artinya "Allah Melihat."

Pada waktu Samuel bimbang apakah Daud adalah figure yang tepat yang akan diurapinya karena dia ragu saat melihat rupa dan perawakannya, Tuhan tegaskan bahwa DIA MELIHAT apa yang tidak dilihat oleh mata manusia, yakni hati manusia, jadi jangan ragu-ragu untuk mengurapinya. (1 Sam 16:7). Allah itu pencipta hati dan perasaan, jadi ketika umatNYA menderita, perasaannya pilu, bahkan ketika orang tidak bisa membaca pikiran dan hati seseorang, Dialah satu-satunya Oknum yang bisa memahami dan mengerti dengan persis setiap perasaan karena hanya Dia-lah yang bisa membaca pikiran dan melihat hati manusia.

Perhatikanlah penjelasan tentang Kejadian 29:31,32 diatas. Sesungguhnya apa yang terjadi kepada Leah, saat dia mendapatkan anak, betul-betul merupakan bukti bahwa Tuhan MELIHAT DAN MEMPERHATIKAN kesengsaraannya. Arti nama Ruben adalah “Behold a son” LIHATLAH atau PERHATIKANLAH seorang anak laki-laki, ini seakan-akan sebuah pertunjukkan yang dibuat Allah kepada Leah, “LIHAT atau PERHATIKAN, aku MELIHAT dan MEMPERHATIKAN keadaanmu dan memberimu apa yang engkau harapkan.” Juga seakan-akan Leah bisa menunjukkan kepada Yakub suaminya, “LIHAT, ini seorang anak laki-laki yang engkau harapkan, aku berikan kepadamu karena TuhanTELAH MELIHAT penderitaanku, sementara engkau TIDAK MELIHAT keadaanku.”

Kondisi Leah, pergumulannya dan apa yang Tuhan lakukan kepadanya, dan cara Tuhan memandangnya digambarkan dengan Indah oleh keturunan Leah dari anaknya yang lain, Yehuda, yakni Daud dalam Mazmur 34

"Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong….Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

Ruben akhirnya gagal mendapatkan hak-nya sebagai anak sulung karena dia tidur dengan gundik ayahnya Bilha, ibu dari saudara-saudaranya sendiri yakni Dan & Naftali (Kej 35:22a). Entahlah apakah ini dia lakukan karena motif “balas dendam” atau sakit hati terhadap sikap ayahnya selama ini terhadap dirinya dan ibunya, tapi yang pasti perbuatan ini melanggar tradisi dan etika moral yang ada (Imamat 18:7,8) menyangkut sikapnya ini, dalam pesannya yang terakhir ini, Yakub mengecamnya dengan keras dan menggambarkan Ruben seperti air yang membual, terjemahan Inggris menyebut sebagai “unstable as water”. Sifat dasar air adalah lemah, karena dia selalu mengikuti wadah dimana dia berada, dan dengan mengambil illustrasi air, menggambarkan sifat Ruben yang lemah dan tidak konsisten. Sifat ini tentu tidak pas untuk menjadi pemimpin. Mudah untuk dipengaruhi karena tidak konsisten dalam pendiriannya.

Dan catatan sejarah Israel memberi bukti akan nubuatan diatas serta gambaran kelemahan sifat Ruben melalui beberapa Peristiwa antara lain:

Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram adalah contohnya, mereka memimpin Israel di padang gurun untuk memberontak melawan Musa dan menghasut banyak orang Israel sampai Tuhan harus bertindak. Dan tahukah kita, Datan dan Abiram ini adalah keturunan dari Ruben. Ketika Debora dan Barak berperang, semua suku Israel ikut, tapi suku Ruben, tidak mau ikut berperang, tapi saat Daud hendak berperang, suku Ruben mau ikut serta, benar-benar orang-orang yang tidak konsisten.

Sejak zaman Yosua, sudah terlihat bibit-bibit ketidak setiaan orang-orang Ruben, saat mereka mendirikan mezbah yang lain di Gelilot padahal zaman itu orang Israel biasanya pergi beribadah di Silo. Mereka mepengaruhi suku Manasye dan suku Gad (baca Yosua 22:9-34).

Tapi tidak semua buruk tentang Ruben karena ada juga sisi baik dari Ruben yang perlu dicatat. Ketika Yusuf hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya, Ruben justru yang mencegah mereka bahkan dalam hatinya, dia justru berniat melepaskan Yusuf seandainya Yusuf tidak keburu dijual waktu itu. bahkan ketika ayahnya keberatan, saat Benyamin tidak diijinkannnya ke Mesir karena takut tidak akan kembali lagi, Ruben dengan berani menyodorkan 2 anaknya sebagai jaminan, bahkan kalaupun Yakub akan membunuh dua anaknya, dia rela, demi Benyamin dan saudara-saudaranya yang lain (Lih Kej 42:37).

Setiap orang punya kelemahan dan kelebihan, Ruben memiliki banyak catatan buruk dalam hidupnya, tapi Ruben juga mencatat beberapa hal baik dalam hidupnya. Dia tidak pernah menjadi pemimpin bagi anak-anak Yakub dan keturunannya, karena tidak pernah ada pemimpin Iayang berasal dari suku Ruben. Lain halnya dengan suku Yehuda, atau Benyamin bahkan Efraim dan Manasye dan beberapa suku lainnya, yang pernah melahirkan beberapa pemimpin besar yang pernah memerintah Israel atau Yehuda. Namun demikian Alkitab tidak melupakan bahwa Ruben pernah membuat hal-hal baik dalam hidupnya dan itu tercatat dalam Alkitab menjadi pelajaran sepanjang masa.

Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan berbuat baik atau berbuat buruk, jika memang kita pernah berbuat buruk, biarlah itu adalah masa lalu kita, jangan ulangi itu kembali atau berbuat keburukan yang lain. Jika masih ada kehidupan, berarti masih ada kesempatan untuk kita berbuat baik, ambil kesempatan itu, buatlah yang terbaik, dan jadilah berkat bagi orang lain. Tuhan kiranya memberkati kita semua, dari Surabaya kami ucapkan selamat pagi, kita sambung kisah tentang anak-anak Yakub, besok.

Address

Jalan Albatros 133
Sidoarjo
61214

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Departemen Pemuda Advent - GMAHK Albatros, Sidoarjo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Departemen Pemuda Advent - GMAHK Albatros, Sidoarjo:

Share