03/03/2018
Ronda Online: Ikhtiyar Mengisi dan Menjaga Jagat Maya tanpa Hoax
Oleh: Muhammad Najib
Ronda sekarang Online, Bro!
_______________________________________
Melihat dan mengikuti jagat maya hari ini, ada dua perasaan yang sulit dihindarkan. Benar. Resah dan gelisah adalah dua perasaan yang muncul secara spontanitas ketika mencermati dunia maya, terutama media sosial, karena telah disesaki konten provokatif, saling menuduh antara satu kelompok dengan kelompok lain, juga saling menjatuhkan, dan yang paling “muak” adalah penuh dengan kepalsuan (hoax).
Deras dan bebasnya arus informasi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memproduksi berita bohong (hoax), agitasi, dan sejenisnya. Media sosial yang saat ini menjadi tempat mencari informasi, dioptimalkan untuk menyebar konten-konten negatif tersebut sehingga masyarakat menjadi gaduh dan saling menaruh rasa curiga terhadap kelompok tertentu.
Dari segi motif, maraknya berita hoax hari ini setidaknya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari motif ekonomi hingga politik. Motif ekonomi dalam penyebaran berita bernuansa provokatif sangat efektif untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah. Sebagaimana yang telah menjadi ciri khas media online, bahwa ia hanya bisa hidup melalui klik n share. Semakin banyak klik n share konten, maka potensi mendapatkan rupiah sangat besar.
Dalam kondisi tersebut, para penyedia konten berusaha membuat berita ya ng bepotensi viral. Walhasil, segala cara pun dilakukan, termmasuk menyebar berita bohong dengan nuansa povokatif. Sekali lagi, berita macam inilah yang dis**ai oleh masyarakat Indonesia hari ini.
Sementara motif politik merupakan motif yang paling dominan mengapa hoax marak di era saat ini. Tentu kita masih ingat bisnis tanpa moralitas seperti Saracen dan lainnya. Bahwa mereka dengan sengaja menyiapkan jasa untuk meproduksi berita palsu dengan tujuan utama menjatuhkan lawan politik melalui berita yang menyerang dan mencemarkan nama baik lawan politiknya.
Istilah buzzer politik adalah sesuatu yang lumrah diketahui masyarakat. Buzzer politik ini bekerja sesuai dengan keinginan dan cita-cita politikus yang bersangkutan. Selain gajinya menjanjikan, buzzer inilah penyampai pesan bohong sehingga sampai pada masyarakat (mengkonsumsinya).
Mengetuk Kepedulian
Tentu melihat kondisi di atas, sebagai masyarakat Indonesia yang waras, tidaklah pantas hanya diam berpangku tangan saja. Ingat! Masyarakat sejatinya mempunyai peran strategis dalam membasmi dan menjaga dunia maya agar lebih santun dan beradab.
Namun sayang seribu kali sayang, mayoritas masyarakat Indonesia saat ini tidak memiliki kepedulian besar terhadap kondisi dunia maya, teruama media sosial saat ini. Di duga keras bahwa penyebabnya adalah menguatnya jiwa permisif dan menurunnya kekritisan masyarakat Indonesia. Selain itu juga diperkuat oleh faktor lemahnya literasi masyarakat sehingga mereka ogah untuk mengolah dan mengkonfirmasi berita, apakah palsu atau tidak.
Nah, situasi semacam ini, sangatlah tidak baik untuk “kesehatan” ruang maya kita. Untuk itu, masyarakat Indonesia secara keseluruhan wajib bangun dari tidur panjangnya untuk segera sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai elemen penjaga dan pembuat dunia maya lebih santu n dan beradab.
Peningkatan kepedulian masyarakat yang rendah inilah yang menjadi garapan pemerintah saat ini. Misalnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dalam beberapa minggu ini sedang menggalakkan program Ronda Onlie.
Ronda Online, yang merupakan lanjutan program Siskamling media sosial, memiliki tujuan utama, yakni untuk menggugah partisipasi dan kerjasama netizen (masyarakat) untuk saling memantau dan menjaga ruang dunia maya agar lebih santun dan beradab.
Melihat tujuan yang begitu sesuai dengan kebutuhan kekinian dan kedisinian itu, netizen, harus aktif untuk melakukan beberapa perannya:
Pertama, memantau akun jahat. Media sosial, yang menjadi penyalur konten-konten hoax, harus dipantau sedemikian rupa oleh masyarakat. Jangan sungkan dan jangan p**a ragu! Jika menemukan akun yang gemar menyebarkan berita bernuansa SARA dan provokatif, maka laoprkan ke pihak yang berwajib. Cara seperti ini, selain memudahkan pihak yang berwajib, juga menjadikan akun tersebut kapok.
Kedua, menjaga ruang dunia maya. Memantau dunia maya dari akun jahat penyebar hoax saja tidak cukup. Artinya, secara bersamaan, masyarakat juga harus berperan untuk memproteksi dunia maya dari serangan konten-konten negatif.
Bentuk penjagaan ini bisa diaktualisasikan dalam berbagai hal, mulai yang paling ringan sampai paling besar. Misalanya, mengeshare mutiara hikmah para alim-ulama agar konten yang dikonsumsi publik mencerahkan dan memperkuat persaudaraan. Kemudian menjaga yang paling besar adalah memproduksi konten positif dan melakukan kontra-narasi atas konten provokatif dan sejenisnya itu.
Kedua cara itu dibungkus dalam ronda online. Singkat dan tegas kata, ronda online harus dijadikan sebagai gerakan bersama. Seluruh masyarakat harus paham dan melakukan ronda online agar dunia maya diisi oleh konten-konten positif, membangun, menginspirasi, mempererat kerukunan dan mencerdaskan. Yang paling ditunggu-tunggu seluruh lapisan masyarakat adalah, ronda online dapat memberangus hoax di dunia maya. Semoga!
Selengkapnya: https://www.militan.co/ronda-online-ikhtiar-mengisi-dan-menjaga-jagat-maya-tanpa-hoax-1161