Pasar Beji

Pasar Beji di sini tempat cari makan yang pas dengan kantong para sedulur dengan lokasi setrategis disin

di sini tempat cari makan yang pas dengan kantong para sedulur dengan lokasi setrategis disini bisa , banyak dijumpai pare pedagang makanan cepat saji alla purbalingga dan beragam menunya anda bisa datang mulai pukul; 16;00(sampai pukul) : 21;00

08/05/2020

Ayo siapa yang minat untuk ikut mengembanbgkan fanepage pasar beji agar basis dari fan page bisa lebhi maksimal.dalam mempromokan pasar beji sebagai icom desa beji

☘☘Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi☘☘Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA | 🌴🌴🌴» Abdullah bin Busr radhiyallahu...
04/10/2018

☘☘Inilah Manusia Terbaik dan Terburuk di Muka Bumi☘☘

Ustadz Muhammad Wasitho Lc MA |



🌴🌴🌴
» Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu menceritakan:

“Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya bertanya kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?’ Rasulullah menjawab: "Yang panjang umurnya dan baik amalannya." Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, maka perintahkan kepada kami suatu perkara kebaikan yang dapat kami tekuni?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah 'Azza Wajalla.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Muflih di dlm Al-Adab Asy-Syar’iyyah I/425, dan imam Ahmad dengan sanad yang shohih. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah IV/452)


🌴🌴🌴
» Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu menceritakan:



أن رجلا قال : يا رسول الله أي الناس خير ؟ ‍ قال : من طال عمره وحسن عمله ، قال : فأي الناس شر ؟ ‍ قال : من طال عمره وساء عمله .



Artinya: “Ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Ia bertanya lagi: “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau jawab: “Orang yang panjang umurnya dan buruk perbuatannya.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Haitami di dlm

Az-Zawajir II/239. Dan dinyatakan SHOHIH Li Ghoirihi oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no.3363, Shohih At-Tirmidzi no.2330, dan Takhrij Misykatul Mashobih no.5215)



(*) Oleh karena itu, marilah kita berupaya menjadi hamba Allah yang selalu bertakwa dan berdzikir kepada-Nya, dan tidak melewatkan sedikit pun sisa waktu dari umur kita di dunia tanpa meraih pahala dan ridho Allah meskipun hanya dengan ucapan istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

http://www.salamdakwah.com/artikel/1645-inilah-manusia-terbaik-dan-terburuk-di-muka-bumi

========🌴🌴🌴🌴🌴========

» Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu menceritakan:  “Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah satunya bertanya kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai...

MENIKAH NYA SANG PEJUANGBy : Ustadzah Reta Fajriah Yang terlintas saat mendengar kata "menikah", adalah peristiwa yg mem...
03/10/2018

MENIKAH NYA SANG PEJUANG

By : Ustadzah Reta Fajriah

Yang terlintas saat mendengar kata "menikah", adalah peristiwa yg membahagiakan, suatu akad, janji suci karena Allah swt, atas 2 orang lawan jenis yg saling mencintai...

Ya...menikah atas dasar cinta (manusiawi), pasti membahagiakan. Karena bagian dr naluri manusia yg punya rasa tertarik dan mencintai lawan jenisnya...

Cinta manusiawi pada lawan jenis, biasanya identik karena dasar kecantikan/ketampanan, kesamaan dr sifat/hobi, pandangan hidup, dll at bahkan tidak bisa dijelaskan, apa yg membuat seseorang saling tertarik satu sama lain dan merasakan kenyamanan dalam interaksi ?, itulah "cinta", misteri manusia...

Bersalah dan berdosa kah "rasa" spt ini ??

Allah swt telah menganugerahkan rasa tertarik pada lawan jenis yg sifatnya fitrah dan naluriah..., karena ini lah rasa yg hanif/lurus, tidak menyimpang... , sebagaimana dijelaskan dlm QS. Ali Imran 14

"Dijadikan indah pada manusia, kecintaan thd wanita, anak2, harta yang banyak......", QS. Asy Syura 11: Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kalian, pasangan dr jenis kalian sendiri...."

Kemunculan "rasa" ini bukan kesalahan dan juga tidak berdosa, karena tidak dihisab.., namun bagaimana selanjutnya memperlakukan perasaan ini, itulah pilihan manusia yang akan mendapatkan hisab di sisi Allah swt...

Haruskah menikah dengan orang yang dicintai (manusiawi) ??

"Jatuh cinta", mmg indah dan pasti semua berharap ingin menikah dengan orang yg dicintainya, terlebih bagi seorang gadis, biasanya keinginannya adalah menikah dengan orang yg pertama kali menyentuh hatinya...

Ternyata, tidak selamanya jodoh, takdir Allah berjalan sesuai keinginan manusia..
Terlebih bila kita mendalami masalah Qodlo dan Qodar, dimana jodoh adalah bagian dari perkara yang harus diimani, mutlak hanya Allah swt yang menentukannya, baik dan buruk nya...

Karena itu, manusia lah yang harus pandai mengendalikan perasaan cinta tatkala muncul, agar dikembalikan, di pasrahkan kepada Dzat yg memberikan anugrah ini disertai ikhtiar syar'i agar menjadi rasa yang halal dan diberkahi...

Dan yang terpenting adalah bisa menempatkan cinta manusiawi dengan seharusnya, yaitu di bawah kecintaan terhadap Allah, Rasul dan perjuangan di jalanNya,

Dalam QS. At Taubah 24, disebutkan " Katakanlah, jika Bapak2mu, anak2mu, saudara2mu, istri2mu, keluargamu, harta kekayaan yg kamu usahakan, perniagaan yg kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah tempat tinggal yg kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan jihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya...."

Inilah tuntunan Allah swt bagaimana seharusnya menempatkan "rasa cinta". Yang utama adalah cinta pada Allah, Rasul dan perjuangan di jalan Allah..., terlebih bagi seseorang yg telah menyadari hakikat kehidupan dan mengambil jalan hidup sebagai seorang pejuang...

Bagi seorang pejuang menikah tidak sekedar penyaluran rasa cinta, tapi juga jalan agar lebih mencintai Allah, Rasul dan perjuangan...

Bagi seorang pejuang, menikah tidak sekedar mempertemukan 2 orang, namun mengumpulkan potensi diri agar berkontribusi lebih dalam perjuangan...

Bagi seorang pejuang, menikah tidak sekedar berketurunan, namun bagaimana melahirkan generasi Rabbani, generasi pejuang peradaban...

Bagi seorang pejuang, menikah tidak sekedar berbagi rasa, namun sebagai pemompa gelora juang demi peradaban...

Bagi seorang pejuang, menikah tidak sekedar memperoleh harta dunia, tapi bagaimana bisa berinfak dan berkorban demi perjuangan...

Karena itu, bagi seorang pejuang, menikah dengan landasan cinta bukan segalanya..., namun bagaimana bisa "membangun cinta", karena Allah, Rasul dan perjuangan, dalam kehalalan ikatan suci pernikahan...

Para pejuang..., simpan lah rasa cintamu, sampai Allah swt tetapkan takdirmu, dan berikan lah...hanya pada pasanganmu..., dalam keberkahan sebagai keluarga pejuang 💐

***

Mari BERGABUNG di Telegram CHANNEL MUSLIMAH

Channel berbagi inspirasi untuk muslimah yang bersabar sebagai ummu wa robbatul bayt dan pengemban risalah Islam

*📖MENGGENGGAM DUNIA, KETIKA MENINGGAL HANYA MEMBAWA KAFAN*Saudaraku, kita perlu sadari dan selalu ingat bahwa dunia ini ...
30/09/2018

*📖MENGGENGGAM DUNIA, KETIKA MENINGGAL HANYA MEMBAWA KAFAN*

Saudaraku, kita perlu sadari dan selalu ingat bahwa dunia ini hanya sementara saja.

Hendaknya kita sadar bahwa dunia yang kita cari dengan susah payah ini tidak akan bisa kita bawa menuju kampung abadi kita yaitu kampung akhirat.

🕌Ibnu Sammak Muhammad bin Shubaih rahimahullah berkata,

هب الدنيا في يديك ، ومثلها ضم إليك ، وهب المشرق والمغرب يجيء إليك ، فإذا جاءك الموت ، فماذا في يديك

“Anggaplah dunia ada di genggaman tanganmu dan ditambahkan yang semisalnya.

Anggaplah (perbendaharaan) timur dan barat datang kepadamu, akan tetapi jika kematian datang, apa gunanya yang ada di genggamanmu?” (📖Siyarul A’lam An-Nubala 8/330)

Banyak sekali ayat dalam Al-Quran yang mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara saja.

Janganlah kita lalai dan tertipu seolah-olah akan hidup di dunia selamanya dengan mengumpulkan dan menumpuk harta yang sangat banyak sehingga melalaikan kehidupan akhirat kita.

https://muslim.or.id/42115-mengenggam-dunia-ketika-meninggal-hanya-membawa-kafan.html

📲 Silakan di-share, semoga bisa menjadi jalan kebaikan. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiikum

•═════◎◎۩🕌۩◎◎═════•

Dunia memang kita butuhkan dan tidak terlalrang kita mencari harta dan dunia akan tetapi harus kita tujukan untuk orientasi akhirat.

24/09/2018

*AKHLAQ DAN NASEHAT*

Kalaulah Bukan Karena Allah Menutupi Aib-Aib Kita
Abu Yazid Nurdin 25 December 2008 23 Comments
Alhamdulillah, wash shalaatu wassalaamu ‘ala nabiyyinaa Muhammad, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsaan, wa ba’d.

Pada zaman Nabi Musa ‘alaihis salam, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami.” Maka berangkatlah Musa ‘alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak…. Wansyur ‘alaina rahmatak… warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’… wal bahaaim ar rutta’… wal masyaayikh ar rukka’…..”

Setelah itu langit tetap saja terang benderang… matahari pun bersinar makin kemilau… (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul).

Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi … asqinaa….”

Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian…”

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun… keluarlah ke hadapan kami…. karena engkaulah hujan tak kunjung turun…”

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri… maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia… saat itu p**a ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud…..

Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku… Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun.”

Maka hatinya pun gundah gulana… air matanya pun menetes….. menyesali perbuatan maksiatnya… sambil berkata lirih, “Ya Allah… Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun… selama itu p**a Engkau menutupi ‘aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku…”

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun bermunculan… semakin lama semakin tebal menghitam… dan akhirnya turunlah hujan.

Musa pun keheranan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia.” Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun.”

Musa berkata, “Ya Allah… Tunjukkan padaku hamba yang taat itu.”

Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka ‘aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka ‘aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!”

(Kisah ini dikutip dari buku berjudul “Fii Bathni al-Huut” oleh Syaikh DR. Muhammad Al ‘Ariifi, hal. 42)

Subhaanallah… Kalaulah bukan karena Allah menutupi aib-aib kita…

23/09/2018

CIRI-CIRI BALITA DIGANGGU JIN

1. Anak bayi menangis terus-menerus sambil menghentak-hentakkan kaki dan badannya seperti ada yang membuatnya takut atau tidak nyaman. Biasanya ini terjadi secara tiba-tiba padahal sebelumnya tidak apa-apa.

2. Anak bayi menangis dan ketakutan jika melihat ke suatu tempat misalnya sudut rumah atau yang lainnya. Kadang-kadang jin menampakkan dirinya pada bayi sehingga bayi akan ketakutan.

3. Kadang-kadang jin mengganggu anak bayi dengan suara yang juga bisa membuat bayi menangis.

4. Tangisan bayi sulit untuk dihentikan meskipun diberi ASI dan digendong.

5. Yang paling ekstrim dan jahat adalah menyakiti bayi dengan sihir. Ini biasanya dilakukan oleh dukun-dukun jahat yang dibantu oleh setan dengan tujuan tertentu. Sehingga kita melihat hal-hal aneh terjadi pada bayi misalnya adanya benda-benda asing pada tubuh bayi yang sebelumnya tidak ada. Cara ini sangat sering dilakukan oleh dukun atau tukang sihir.

Jika anak bayi menunjukkan gejala-gejala bayi diganggu setan, maka yang harus dilakukan oleh orangtua adalah berdoa kepada Allah meminta perlindungan dari-Nya supaya gangguan tersebut hilang.

Kemudian lakukanlah teknik ruqyah pada balita dengan cara-cara sebagai berikut:

Pastikan kita tidak menyimpan benda-benda yang menjadi rumah syaitan dan generator kekuatan syaitan semisal azimat, isim, wifiq, batu, keris, pusaka warisan keturunan, amalan dan lain-lain.

– PERSIAPAN: Lakukan persiapan sebelum ruqyah, semisal; wudhu, shalat 2 rakaat, baca ayat kursi untuk melindungi ruangan dan al Falaq an Nass sebagai proteksi jiwa.

– DOA: Baca do’a perlindungan dan ruqyah untuk anak sebagaimana Nabi sholallahu alaiyhi wa salam lakukan mengambil berkah sunnahnya. Caranya sederhan, letakan telapak tangan kanan didadanya dan bacakan;

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya “Ya Allah Tuhan pemelihara manusia. Hilangkan penyakit, sembuhkanlah! Hanya Engkau yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakit pun”

Kemudian letakan tangan di dadanya dan bacakan:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Artinya “Aku lindungi kalian berdua, dengan kalimat Allah yang sempurna dari seluruh gangguan syaitan, bisa/racun binatang dan pandangan mata hasad”.

Ini do’a khusus untuk anak, dalam teks diatas untuk dua anak. Untuk 1 anak laki-laki maka ucapkan; “U’idzuka…” dan untuk 1 anak perempuan ucapkan lahfadz “U’idzuki…” untuk banyak anak; “U’idzukum…”

– AYAT RUQYAH: Selanjutnya dekap bayi dengan penuh keyakinan dan kasih sayang (letakan tangan dipunggung, atau ditempat yang nyaman) dan mulai bacakan ayat-ayat ruqyah group pertama (Al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 163-164, 255-257, 284-286). Lalu hentikan dan perhatikan kondisi bayi…

– TEHNIK EKSEKUSI: Jika tangisannya semakin kuat maka letakkan tangan didahinya dan saya rekomendasikan surah Al Mulk 1-13. Jika masih menangis, ulang-ulang bagian 3 dan 4 untuk menetralisir Ain. Bisa juga menambahkan surah al Hasyr 21-24 untuk penghancuran penyakit. Jika ia kenas sihir, tambahkan surah Al A’raaf 117-122, Taha 69 dan Yunus 81-82 atau ayat-ayat lain dalam alQur’an yang berkaitan dengan sihir.

– Jika tangisannya sudah menenang. Longgarkan, atau ganti posisi atau cara kita memegangnya lalu bacakan surah Al Fajr 1-30. Atau jika tidak hafal, atau merasa berat baca 27-30 saja, ulang 3 kali untuk memanggil jiwanya kembali.

– CLOSING: Tutup dengan membacakan Al Ikhlas, al Falaq, dan An Nass masing-masing 3x. Tiup dan usapkan keseluruh tubuhnya.

– AIR RUQYAH: Ambil segelas air putih, dan bacakan kepadanya Al Fatihah, Ayat Kursi, Al Kaafirun, al Falaq dan An Nas tiupkan dan do’akan agar jadi penenenang jiwanya, melapangkan dadanya, mengobati penyakitnya, membatalkan sihirnya dan meracun jinnya. Minumkan [boleh ditambah madu, atau menggunakan air zamzam murni lebih lebih baik), dan usapkan kewajahnya (lebih afdhal mandikan, boleh ditambah air hangat) dengan dicampur dengan daun bidara 7 lembar.

Penulis R24 Bara
Semoga bermanfaat

16/09/2018

Adakah yang belum memahami tulisan di bawah ini?
Sekedar pembanding kelayakan upah....
Koefisien Upah
Saya ingin menuangkan apa yang ada dalam pikiran saya mengenai ilmu pengetahuan kepada saudara teman dan sahabat serta adik adik yang berkecimpung dalam dunia konstruksi khususnya untuk menjadi ESTIMATOR yang baik.
Adapun langkah langkah untuk menjadi Estimator yang baik antara lain :
1. Mempunyai dasar ilmu pengetahuan keteknikan atau menyenangi pelajaran hitung menghitung.
2. Dapat menuangkan Suatu pekerjaan IDE kedalam suatu format perhitungan.
3. Mempunyai Kerangka pemikiran sebagai seorang Estimator.
a) Mengetahui secara pasti dasar-dasar suatu koefesien bahan,upah dan peralatan didalam harga satuan sehingga dapat mampu telusur pekerjaan tersebut.
b) Mempunyai informasi harga yang berkaitan dengan upah alat dari semua jenis pekerjaan.
c) Mempunyai literatur referensi pekerjaan
spesilis.dll
Ada pertanyaan yang sering muncul didalam setiap orang yang ingin mengetahui dari manakah koefesien-koefesien yang ada pada analisa harga satuan misalnya koefesien upah,bahan, alat
1) KOEFESIEN UPAH
• Pekerja 1,5 OH ( Orang per Hari)
• Tukang 0,6 OH
• Kepala Tukang 0,06 OH
• Mandor 0,075 OH
2) KOEFESIEN BAHAN
• Batu belah 1,100 m3
• Semen Portland 136,000 Kg
• Pasir Pasang 0,544 M3
3) KOEFESIEN ALAT.
• Excavator 0,05 jam
• Dump truk 0,10 jam
Sekarang mari kita telusuri dari manakah angka koefesien –koefesien tersebut yang terdapat pada koefesien upah, bahan, dan peralatan.
1) KOEFESIEN UPAH
a) Koefesien upah tersebut didapat dari hasil produksi dari kelompok pekerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sekarang mari kita telusuri apa saja yang mempengaruhi koefesien upah antara lain :
i) Kualifikasi Tenaga Kerja
ii) Jumlah tenaga Kerja
iii) Kuantitas Jam Kerja
b) Untuk mengetahui lebih jelas Nilai upah
i) Satuan nilai Upah
Upah 1 hari kerja ( 8 jam Kerja termasuk istirahat 1 jam)ini hakekatnya tergantung dari harga pasaran tenaga kerja setempat.
Ada 2 macam pengaruh utama yang bersifat umum yang mempengaruhi harga pasaran tenaga kerja:
• INDEKS BIAYA HIDUP ( Berdasarkan hasil pengamatan upah, tenaga kerja minimum adalah 4 Sampai 6 Kali kebutuhan bahan pokok( Misal Harga Beras) atau rata-rata 5 Kalinya.
• TINGKAT KEHIDUPAN
Tingkat kehidupan atau tingkat kemakmuran ini biasanya diukur berdasarkan pendapatan rata-rata perkapita tiap tahun(Pendapatan kotor nasional atau Gross National Product(GNP) tiap tahun dibagi jumlah penduduk.
• HARI ORANG STANDAR ( Standar Man day)
Di dalam sistim pengupahan yang baru telah diadakan penyederhanaan dalam menghitung upah kerja ialah dengan mempergunakan satuan upah yang disebut hari orang Standar ( Standart Man day) disingkat OH atau MD.
1 OH = Upah pekerja standar dalam 1 hari kerja.
• JAM ORANG STANDART
4 Jam kerja efektif dalam 1 hari
Sehingga 1 Jam efektif adalah 1/4 dikali 4 s/d 6 (indeks biaya hidup) , sehingga didapat 1 s/d 1 ½ kali Bahan pokok.(Beras)
Diketahui Rata-rata 1 Jam Orang Standar adalah 1 ¼ Kg beras.
MACAM-MACAM TENAGA KERJA
Ini tergantung tingkat ketrampilan seseorang ( Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor)
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI UPAH
1. Pengaruh Lamanya Kerja
2. Pengaruh lokasi Pekerjaan
3. Pengaruhnya adanya persaingan
4. Pengaruh kepadatan penduduk
5. Pengaruh tenaga pinjaman dan tenaga import
6. Pengaruh Lain
Rumus dan contoh penggunaan rumus umum untuk upah searang tenaga kerja :
UPAH/HARI = A1 x B x C x D x E x F x G
UPAH/JAM = A2 x B x C x D x E x F x G
A1 = Hari orang standar
A2 = Jam Orang standar
B = Macam tenaga kerja
C = Pengaruh lamanya kerja
D = Pengaruh Lokasi Pekerjaan
E = Pengaruh adanya persaingan tenaga kerja
F = Pengaruh Kepadatan penduduk.
G = Pengaruh tenaga pinjaman dari tenaga import
CONTOH PENGGUNAAN
Ambil permisalan : UPAH PEKERJA DI JAKARTA
Misal Harga beras di Jakarta 1 Kg = Rp 6,000 /kg
UPAH/HARI = A1 x B x C x D x E x F x G
1 OH = 5x Rp. 6000 x 1x1x1x1x1x1 = Rp 30,000,-/hari
Setelah kita mengetahui unsur-unsur yang mempengaruhi harga upah tenaga kerja sekarang kita akan melihat dari mana koefesien-koefesien yang terdapat dalam analisa harga satuan. Sebagai contoh di dalam BUKU BOW, harga upah untuk menyelesaikan 1 m3 galian tanah dibutuhkan tenaga kerja :
Pekerja 0,75 OH
Mandor 0,025 OH
Adapun di dalam SNI 1 m3 Galian Tanah biasa sedalam 1 m :
Pembantu tukang (pekerja ) 0,4 OH
Mandor 0,04 OH
Timbul pertanyaan bagi kita darimanakah koefesien-koefesien itu muncul dari BOW dan SNI ?
Sekarang mari kita lihat analisa BOW 0,75 Pekerja dan 0,025 Mandor, koefesien indek tersebut diatas mempunyai pengertian bahwa 0,75 pekerja dan 0,025 mandor akan menghasilkan produksinya 1 m3 galian tanah dalam 1 hari. Kalau pekerja dan mandor tersebut kita kalikan 40 Kali maka pekerja menjadi 30 orang dan mandor 1 orang jadi asumsinya adalah produktivitas. Jadi dalam analisa BOW tersebut asumsinya produktivitasnya adalah mengerjakan galian tanah sebanyak 40 M3 dibutuhkan tenaga kerja 30 Pekerja dan 1 mandor sehingga koefesien tersebut berdasarkan produktivitas yang mana dengan Pekerja 30 Orang dan Mandor 1 orang dapat menyelesaikan 40 m3 dalam 1 hari. Inilah asal usul koefesien upah yang ada pada analisa BOW untuk pekerjaan Tanah atau
Pekerja = 30 orang/ 40 m3* hari = 0,75 Orang hari ( OH)
Mandor =1 orang/40 m3 * hari = 0,025 Orang hari ( OH)
Jadi kita bias melihat apakah koefesien-koefesien yang ada didalam analisa BOW & SNI masih layak digunakan atau tidak tergantung Estimasi kita dan diserahkan kepada Anda masing-masing.
Sekarang coba kita lihat lagi analisa SNI, contohnya Pekerjaan galian tanah biasa dengan kedalaman 1 m3.
Pekerja = 0,4 OH
Mandor = 0,04 OH
Artinya, untuk menyelesaikan galian biasa dengan kedalaman 1m3 kalau kita kalikan 100 maka perbandingan 40 pekerja dan 4 Mandor atau dengan tenaga 40 pekerja dan mandor 4 orang akan menghasilkan galian 100 m3 atau 25 m3 dengan tenaga 10 pekerja dan 1 mandor.
Pekerja = 10 orang/ 25 m3* hari = 0,4 Orang hari ( OH)
Mandor = 1 orang/25 m3 * hari = 0,04 Orang hari ( OH)
Sekarang kita sudah tahu bahwa untuk melaksanakan suatu pekerjaan tergantung produktivitas dari tenaga kerja tersebut atau dengan kata lain untuk menghitung upah apakah wajar atau tidak seorang mandor menawarkan suatu pekerjaan dengan harga wajar atau tidak. Sebagai contoh kita akan melaksanakan suatu pekerjaan galian tanah biasa dan pekerjaan pasangan batu kali kemudian mandor menawarkan harga upah borongan misalnya:
Galian tanah = Rp 25,000,-/ m3
Pasangan Batu kali = Rp 60,000,- / m3
Dimana diketahui pada suatu tempat sebutlah harga Pekerja Rp 30,000/hari, Mandor Rp 50,000/hari, Tukang Rp 45,000/hari , Kepala tukang Rp 50,000,-/hari.
Sekarang apakah harga yang ditawarkan oleh mandor tersebut wajar atau tidak ?
Mari kita lihat dari perbandingan analisa BOW atau SNI yang terdapat di dalam buku Analisa BOW :
UPAH G 26 (Pasangan Batu kali)
Pekerja = 3,6 OH
Tukang = 1,2 OH
Kepala Tukang = 0,12 OH
Mandor = 0,16 OH
Mari kita kalikan masing-masing koefesien di atas dengan harga masing-masing upah
Pekerja = 3,6 OH x ( Rp. 30.000)
Tukang = 1,2 OH x ( Rp. 45.000)
Kepala Tukang = 0,12 OH x ( Rp. 50.000)
Mandor = 0,16 OH x ( Rp. 50.000)
Maka akan kita dapatkan harga upah tersebut totalnya Rp 176,000.
Dari total harga tersebut, sebesar Rp 176,000/ m3 kelihatan produktivitasnya terlalu kecil karena realisasinya saat ini harga upah tersebut terlalu tinggi. Tetapi saya serahkan pada masing-masing Anda apakah koefesien di BOW masih layak atau tidak.
Sekarang kita coba lagi koefesien upah yang ada di dalam SNI dengan jenis pekerjaan yang sama yaitu Pasangan Batu kali :
Pekerja = 1,5 OH
Tukang Batu = 0,6 OH
Kepala Tukang = 0,06 OH
Mandor = 0,075 OH
Kalau harga pekerja, tukang, mandor, kepala tukang kita kalikan dengan koefesien di dalam analisa SNI di atas maka akan kita dapatkan harga upah tersebut sebesar Rp 78,750,-. Harga ini masih wajar pada saat ini dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa harga-harga upah koefesien pada SNI saat ini masih wajar.
Dari hal-hal tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa koefesien tersebut didapat dari hasil produktivitas kelompok pekerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Dengan adanya methode ini, maka Anda dapat memulai dan melihat apakah koefesien upah yang terdapat di dalam BOW atau SNI masih RELEVAN atau TIDAK. Dalam menentukan perbandingan koefesien–koefesien upah (berdasarkan pengalaman pribadi saya) memiliki perbandingannya sebagai berikut :
1. Perbandingan Pekerja Dengan Mandor 1 berbanding 20.
2. Perbandingan Tukang dengan Kepala tukang 1 berbanding 10.
Perbandingan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Kita ambil contoh, suatu pekerjaan dengan produktivitasnya 40 m3/hari dengan jumlah tenaga kerja:
Pekerja = 20 orang
Tukang = 10 orang
Kepala Tukang = 1 orang
Mandor = 1 orang
Maka koefisien dari kelompok pekerja tersebut (yang akan kita gunakan dalam menghitung harga upah suatu perkerjaan) adalah sebagai berikut :
Pekerja = 20 orang / (40 m3/hari) = 0,5 OH
Tukang = 10 orang / (40 m3/hari) = 0,25 OH
Kepala Tukang = 1 orang / (40 m3/hari) = 0,025 OH
Mandor = 1 orang / (40 m3/hari) = 0,025 OH

16/09/2018

*Assalammu'alaikum warrohmattullohi wabarokatuh...* Muhasabah*..🏮

```IKHLAS.....???```

*🕸 Ikhlas itu...*
_Ketika Menyembunyikan Amal Soleh, Sebagaimana Menutup Rapat Keburukan..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Meniatkan seluruh Ibadah hanya utk ALLAH SWT, Sehingga tidak Bangga akan Pujian dan Tidak Peduli pada Kecaman..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika dapat Menolong Sesama, Namun tidak Mengharap Balasan..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika mampu Berbagi Rezeki, Meskipun dalam Keadaan Terhimpit..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Rela Mengalah dan Merendahkan Ego Pribadi, Agar tidak terjadi Pertikaian/Perselingkuhan..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Tersenyum Melihat orang lain Bahagia, Walaupun kita sdg Berduka..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika hrs Melepaskan sesuatu Demi Kebaikan bersama, Sekalipun kita yg Terluka..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Dihujani Kata2 yg Menyakitkan, Tapi malah Membanjirinya dgn Doa Kebaikan..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika mampu Memaafkan, Tanpa perlu Mengingatnya lagi dgn Kebencian..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Membalas Setetes Kejahatan melalui Selautan Kebajikan..._

*🕸Ikhlas itu...*
_Ketika Menerima Kenyataan bahwa Takdir, *adalah Kehendak ALLAH,* Walau terkadang di awal tdk seperti yg diinginkan..._

*🕸 Ikhlas Itu...*
_Ketika kita diberi *Cobaan, Sakit atau Kesedihan,* kita tetap sabar dan berbesar hati. Karena itu kehendakNYA._

🌹🌹 _*Ya...*_
_*Ikhlas* memang seperti *surah Al-Ikhlas...*_
_Tidak ada kata *Ikhlas* pada Ayatnya, Tidak Terlihat, Tidak Tergambarkan, Tidak Terdengar dan Tidak Terdefinisi._

_*Karena Ikhlas hanya akan Terasa di Lubuk Hati Seorang yg sangat Memahaminya...*_

_Semoga ALLAH memberi kita banyak Kemudahan,_
_Untuk Menguasai salah satu ilmu Tersulit dalam Kehidupan, yaitu *Keikhlasan...*_

🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸🌹

13/09/2018

MENDAPATKAN PAHALA HAJI TANPA KE TANAH SUCI

September 12, 2018Written byAdmin

Leave a Comment

MENDAPATKAN PAHALA HAJI TANPA KE TANAH SUCI

Oleh : KH. Sudirman

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِيْ جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَ عُمْرَةٍ تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً

“Siapa yang shalat Shubuh secara berjamaah, kemudian duduk hingga terbit matahari, lalu shalat dua rakaat, maka akan mendapatkan pahala bagaikan melakukan haji dan umrah dengan sempurna…dengan sempurna…dengan sempurna. ” (Sunan at-Tirmidzi juz II hal. 481 no. 481 no. 586 hadist serupa dikeluarkan juga, dengan tambahan ‘di masjid’, oleh Thabrani juz VIII hal. 178 no. 7741, menurut Haitsami (juz X hal. 104) sanad-sanadnya baik. Dinilai sebagai hadist hasan lighairihi oleh al-Albani dalam Shahih al-Tharghib wa al-Tarhib juz I hal. 111 no. 464, lihat juga Shahih Kitab al-Adzkar juz I hal. 213 karya Syaikh Salim al-Hilali)

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.”(HR. Thabarani, Al-Albani dalan Shahih Targhib)

CATATAN DARI HADITS DI ATAS

Amal ini cukup sederhana, tidak memakan waktu lama, tanpa biaya, dan bisa dilakukan tanpa kepanasan dan kecapean, cukup berbekal keikhlasan dan kesabaran.Caranya, selepas shalat Shubuh dan berdzikir setelah shalat, dilanjutkan dengan berdzikir dengan tahmid, takbir, atau tasbih, beristighfar, membaca shalawat, atau membaca al-Qur’an, dll hingga matahari terbit.Beberapa saat setelah matahari terbit melakukan shalat sunah, cukup dua rakaat (shalat Isyraq).Hadits di atas adalah dorongan untuk melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah (di masjid).Bagi yang mendapatkan udzur (sakit, dan sebagainya) sehingga tidak datang ke masjid, insya Allah mendapatkan pahala keutamaan dengan melakukan sebagaimana ketidak tidak ada udzur.Wanita yang melakukan hal yang sama di rumahnya, insya Allah mendaptkan keutamaan yang sama (Fatwa Syaikh bin Baz)Shalat isyraq adalah awal shalat dhuha (Fatwa Syaikh Shaleh al-Utsaimin).



مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيْدُ إِلَّا اَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرَا أَوْ يُعَلِّمَهُ, كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجَّ, تَامَّا حَجَّتُهُ

“Siapa di pagi hari berangkat ke masjid hanya untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dirinya mendapatkan pahala bagaikan orang yang melakukan haji dengan sempurna.” (Hadist dikeluarkan oleh Thabrani juz VIII hal. 94 no. 7473 – menurut Haitsami bahwa semua periwayatnya terpercaya, tanpa kecuali – al-Hakim I/169 no. 311, kata beliau Bukhari berhujjah dengan hadist ini dan Imam Muslim mengutip hadist ini di dalam al-Syawahid, Abu Nu’aim VI/97, dan Ibnu Asakir XVI/456. Oleh al-Albani dinyatakan sebagai hadist hasan shahih dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib juz I hal. 20 no. 86)

PERHATIAN!!!

MESKIPUN MENYAMAI IBADAH HAJI, TETAPI AMAL TERSEBUT TIDAK BISA MENGGUGURKAN KEWAJIBAN HAJI BAGI ORANG YANG WAJIB MELAKUKANNYA.

Hadits Penguat tentang Duduk Berdzikir Setelah Shalat Shubuh

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ قَعَدَ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ

“Apabila Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan shalat fajar, beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbitnya matahari.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i dari Jabir bin Samurah)

TATA CARA SHALAT ISYRAQ

Shalat isyraq dilakukan sebanyak dua rakaat. Gerakan dan bacaan sama dengan shalat pada umumnya.Waktu shalat isyraq sebagaimana waktu dimulainya shalat dhuha, sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit. Ayo bantu kembangkan fanpage ini biar mwluas undang kawan kawan yang blm tau fan page ini

11/09/2018

*KH. Abdi Kurnia Djohan*

Selama ini kita didoktrin dengan kalimat bahwa kaum Khawarij yang rajin membaca Al-Qur'an malah tega membunuh Ali ibnu Abi Thalib radhiyallahu anhu. Sehingga karena doktrin tidak bertanggung jawab tersebut, banyak muslim yang enggan membaca Al-Qur'an, khawatir akan seperti kaum Khawarij ekstrem yang disebut itu. Demikian gambaran dari sebuah informasi yang dicerna tanpa ilmu. Berawal dari keinginan untuk tetap menjaga kesalihan, tapi dalam perjalanannya informasi menggiring penerimanya kepada kesesatan. Dan butuh waktu yang lama bagi seseorang, untuk menyadari bahwa dirinya tersesat.

Kenapa Khawarij yang rajin membaca Al-Qur'an bisa sampai tega membunuh Ali ibnu Abi Thalib dan menyerang sesama muslim? Yang pasti sebabnya bukanlah karena mereka membaca Al-Qur'an. Hanya syaithon dan para pengikutnya yang menyimpulkan bahwa dorongan Khawarij melakukan kekejaman itu adalah membaca Al-Qur'an.

Sikap tega kaum Khawarij lebih disebabkan oleh besarnya kekecewaan mereka terhadap keadaan yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya benih-benih kedengkian di dalam hati mereka. Menurut mereka, kedengkian itu membutuhkan legitimasi dan dasar pembenar (justifikasi). Dan keduanya (legitimasi dan justifikasi) itu ada ketika mereka membaca Al-Qur'an.

Al-Qur'an yang dibaca ketika dalam keadaan hati penuh dengan dengki, akan mendorong lahirnya sikap ekstrem. Tapi, Al-Qur'an yang dibaca ketika hati merindu akan kokohnya iman dan merindu hadirnya Muhammad Rasulullah sang pujaan, akan mendorong pembacanya bersikap rahmah dan ramah, bukan saja terhadap sesama muslim tapi terhadap seluruh makhluk Allah.

Perbaiki hati ketika membaca Al-Qur'an dan jangan tinggalkan Al-Qur'an. Karena hati yang tidak pernah diisi dengan Al-Qur'an, akan menjadi "kejam". Dan kejam itu tidak harus tampil dengan wajah bengis...

Address

Dusun IV Desa Karang Banjar Bojong Sari Purbalingga
Purbalingga
53362

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pasar Beji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share