Madinah TELUR

Madinah TELUR Menyediakan Berbagai Macam jenis Telur,Sembako dll

📰 *INFO REHAB PENINGGIAN MUSHOLA BAHRUL ULUM* 📰 📍Desa Ketapang RT 03 RW 03, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang- Jawa Tengah._As...
29/05/2022

📰 *INFO REHAB PENINGGIAN MUSHOLA BAHRUL ULUM* 📰

📍Desa Ketapang RT 03 RW 03, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang- Jawa Tengah.

_Assalamu'alaikum Wr. Wb_

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kepada Bapak/Ibu Donatur dan Para Dermawan yang dirahmati ALLOH SWT. MARI BERSODAQOH JARIYAH UNTUK REHAB PENINGGIAN MUSHOLA BAHRUL ULUM dampak Air Pasang Laut(Air Rob).

Kesempatan Sedekah Jariyah dengan pahala yang terus mengalir walau telah meninggal dunia.
_"Jika manusia meninggal dunia, maka terputus lah amalnya kecuali tiga perkara : 1. Sodaqoh Jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Anak Sholeh yang selalu mendoakan. (HR. Muslim, No. 1631)_"

Pintu kebaikan masih terbuka lebar untuk membantu rehab peninggian Mushola ini, Mari sisihkan sebagian dari harta kita agar menjadi tabungan amal untuk kehidupan di akhirat kelak.aamiin

📌Salurkan Jariyah anda melalui :
💳 Bank Jateng 3111097967 a.n Musholla Bahrul Ulum (Kode Bank : 113)
📌Mohon konfirmasi ke :
Ahmad Mustakim : http://wa.me/+6281996883720
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Demikian atas perhatiannya, terima kasih.

Wallahul Muwafiq Illa Aqwamiith Thoriq

_Wassalamu'alaikum Wr. Wb_

*Pengurus Mushola Bahrul Ulum*

23/05/2022

Update Situasi Terkini Depan Toko Madinah Ketapang Jl.Raya Desa Ketapang RT 05/RW 02 Kecamatan Ulujami Kab.Pemalang Jawa Tengah

17/04/2020
07/06/2019

‎بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

```Dengan segala kerendahan hati, kami Toko Madinah memohon maaf atas segala khilaf & kesalahan selama ini.```

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI ,
1 SYAWAL 1440 H.

‎تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَا وَ مِنْكُمْ صِيا منا وَ صِيَامكم كُلُّ عَامٍ
‎وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

```Semoga Allah SWT memberikan kita semua umur panjang dan kesehatan serta kewarasan sehingga bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan....Aamiin...```
‎ آمــــــــــــــين.

‎وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

MOHON MAAF LAHIR BATIN🙏🙏🙏😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

28/09/2018

DUKA UNTUK SULTENG
Belum kering air mata
Tangis dan duka lara
29 Juli gempa melanda
Di Lombok p**au nan indah rupanya
Anak-anak masih trauma
Tenda-tenda dihuni merana
Rumah-rumah sudah tak punya
Keindahan tinggal cerita
Jumat tragedi kembali menyapa
Gempa 7,4 SR di tanah donggala
Tsunami ganas melanda
Ketika rakyatnya tenang di sana
Allâhumma innî asaluka khairaha
wa khaira mâ fîhâ,
wa khaira mâ arsalta bihi,
wa a’ûdzubika min syarrihâ,
wa syarri mâ fîhâ
wa syarri mâ arsalta bihi
Ya Allah,
Sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu
Kebaikan atas apa yang terjadi,
dan kebaikan apa yang di dalamnya,
dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini.
Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu
dari keburukan atas apa yang terjadi,
dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya,
dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu
atas apa-apa yang Engkau kirimkan.

23/05/2018

Romadhon wulan kang agung wulane kito poso,
Bejo banget sopo wongkang bungah tekane wulan puoso
Dawuhe Kanjeng Nabi sopo wong kang bungah lan Suko,
Sebab tekane wulan romadhon harom jasade mlebu neroko
Suwargo bronto wong papat, Siji wong kang moco Al Qur'an
Loro wong kang aweh buko poso nomer telune kang ngrekso lisan
Papate suwargo bronto ring wong kang Poso romadhon,
Dawuhe nabi iki tumerap ummat Muhammad dadi Kamulyan
Lungo ngaji sak jangkah Podo Karo ibadah setahun,
Sopo kang sholat jama'ah sak roka'ate dadi ni'mat kang agung
Sopo wonge kang bagusi bapak lan ibune wong iku
Allah welas lan Kanjeng Nabi nanggung marang suwargane wong iku
Wong wadon kang tansah nuprih ring ridlone bojo lanange,
Di ganjar Podo ganjarane Dewi Asiyah lan Dewi Maryame
Sopo wonge nekani hajate dulure lan kancane
Besok Dino kiamat Allah nekani ring Sewu hajate Dewe
Sopo kang madangi masjid asal Padang isih ing Kono
Kubure Padang oleh ganjaran jumlahe wongkang sholat ing Kono
Lan oleh dungane malaikat lan oleh pengapuro
Kabeh mau kanjeng nabi ingkang ngendiko Monggo di wigatikno
Lamuno ummat ingsun weruh isine Sasi romadhon
Yektine ngarep arep setahun Kabeh iku Dadiyo romadhon
Lailatul qodar Kito ing Kono ibadah luwih untung
Luwih bagus katimbang ibadah Sewu Wulan kang ulung ulung
Dawuhe Allah Salamun hiya Hatta Mathla'il fajr
Bejo banget sopo kang sholat serto i'tikaf tekane fajar.
*Ramadhan Kariiim..

20/05/2018

*Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa dan Pahala Puasa*

Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa, terbagi menjadi 2 (dua) macam:

*I. Membatalkan pahala puasa,* ada 6 (enam):

1. Ghibah, yaitu menyebutkan sesuatu tentang seseorang ketika orang tersebut tidak ada, sekiranya dia mendengar, dia akan merasa tidak s**a, walaupun isi pembicaraan itu benar adanya.
2. Namimah, yaitu menyebarkan berita dengan tujuan terjadinya fitnah.
3. Bohong.
4. Melihat sesuatu yang diharamkan, atau melihat sesuatu yang halal namun dengan syahwat.
5. Sumpah palsu.
6. Berkata keji, atau melakukan perbuatan keji.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَة فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ. رواه البخاري
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan keji, maka tidak ada perlunya bagi Allah, orang itu meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

*II. Membatalkan puasa, baik membatalkan pahalanya maupun puasa itu sendiri* (karenanya wajib qadla):

1. Murtad, yakni keluar dari Islam, baik dengan niat dalam hati, perkataan, perbuatan, walaupun perbuatan murtad tersebut sekejap saja.
2. Haid, nifas, atau melahirkan, walaupun sekejap saja di siang hari.
3. Gila, walaupun sebentar saja.
4. Pingsan dan mabuk (jika memakan waktu sepanjang siang). Adapun jika siuman, walaupun sebentar saja, menurut Imam Ramli sah puasanya. Menurut Ibnu Hajar, batal puasanya jika mabuknya disengaja, walaupun cuma sebentar.
5. Berhubungan badan, dengan sengaja, tahu bahwa hukumnya haram, dan tidak dipaksa.

Jika seseorang ‘merusak’ puasanya di bulan Ramadhan, di siang hari, dengan berhubungan badan ‘secara sempurna’ (masuknya kemaluan laki-laki ke kemaluan wanita), dengan melakukan itu dia berdosa karena dia sedang berpuasa (artinya, bukan sedang bepergian jauh dan mubah, dan bukan karena perbuatan zina dalam perjalanan itu), maka wajib atasnya ‘menerima’ 5 (lima) dampak:

1. Dia berdosa
2. Wajib untuk tetap tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan sebagainya)
3. Wajib di-ta’zir, yaitu menerima hukuman dari hakim/pemerintah, jika dia tidak bertaubat.
4. Wajib meng-qadla puasanya.
5. Wajib melakukan kaffarah ‘udzma, yaitu salah satu dari 3 hal (secara berurutan, artinya, tidak boleh pindah ke urutan kedua jika mampu melakukan urutan pertama), yaitu:

a. Membebaskan budak muslim, atau
b. Puasa dua bulan berturut-turut, atau
c. Memberi makanan 60 orang miskin, setiap orang miskin satu mud.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra,

أَنَّ رَجُلاً وَقَعَ عَلَى امْرَأَتِهِ فِي نَهَارِ رَمَضَانَ فاَسْتَفْتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلْ تَجِدُ رقبه؟
قَالَ: لاَ. قَالَ: هَلْ تَسْتَطِيْعُ صِيَامَ شَهْرَيْنِ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّيْنَ مِسْكِيْناً. رواه البخاري

“Bahwa seorang lelaki berhubungan badan dengan istrinya pada siang bulan Ramadhan, kemudian ia meminta fatwa kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, ‘Apakah engkau memiliki budak (untuk dimerdekakan)?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak.’ Nabi bertanya, ‘Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan (berturut-turut)?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak.’ Nabi lalu bersabda, ‘Berilah makan 60 orang miskin.” (HR. Bukhari)

Catatan:
– Kaffarah ini wajib atas orang laki-laki, tidak atas wanita, karena dengan masuknya kemaluan laki-laki, sang wanita sudah menjadi batal puasanya.
– Kaffarah terulang dengan terulangnya hari. Artinya, jika dia melakukan hubungan badan tersebut, misalnya, selama dua hari, maka dia wajib membayar kaffarah dua kali.

6. Sampainya suatu benda (bukan angin yang tidak berwujud atau aroma rasa) ke tempat makanan dan obat (tenggorokan, lambung, otak, dan sebagainya) melalui lobang terbuka dalam tubuh.
Dengan demikian, tidak mengapa, misalnya, ada benda masuk melalui lobang yang tidak terbuka, seperti minyak yang masuk melalui pori-pori kulit. Menurut Madzhab Syafi’i, semua lobang adalah terbuka, kecuali mata.

*Beberapa permasalahan penting dalam hal ini:*

*1. Hukum suntik* boleh jika darurat (sangat dibutuhkan). Namun para ulama berbeda pendapat, apakah dapat membatalkan puasa atau tidak.

– Pendapat pertama mengatakan suntik dapat membatalkan puasa secara mutlak, karena benda yang disuntikkan sampai ke jalur makanan.
– Sedang pendapat kedua mengakatan, suntik tidak membatalkan puasa secara mutlak, karena benda yang disuntikkan sampai ke jalur makanan tidak melalui lobang terbuka dalam tubuh.
– Pendapat ketiga memperinci; jika benda yang disuntikkan merupakan makanan, puasanya batal. Jika bukan merupakan makanan, maka dilihat: jika suntikan di urat, maka membatalkan puasa. Jika tidak, seperti di otot, maka tidak membatalkan puasa.

*2. Riak,* hukumnya diperinci:

– Jika sampai keluar ‘batas luar’, kemudian ditelan, maka puasanya batal.
– Jika sampai ‘batas dalam’ saja, kemudian ditelan, maka puasanya tidak batal.
Batas luar adalah tempat keluarnya huruf kha’ (خ). Sedang batas dalam adalah tempat keluarnya huruf ha’ (ح).

*3. Hukum menelan air ludah,* tidak membatalkan puasa, karena sangat sulit dihindari, namun dengan 3 (tiga) syarat:

a. Air ludah tersebut murni, tidak bercampur benda atau materi lain.
b. Air ludah tersebut suci, tidak bercampur benda najis seperti darah.
c. Air ludah tersebut berada di dalam, seperti di mulut atau lidah. Dengan demikian, jika dia menelan air ludah yang sudah berada di bagian bibir yang berwarna merah, maka puasanya batal.

*4. Hukum masuknya air dengan tanpa sengaja saat mandi,* diperinci:

– jika mandi tersebut disyari’atkan (diperintahkan oleh syariat), seperti mandi wajib/mandi janabah, atau mandi sunnah (seperti mandi sebelum shalat Jum’at), maka puasanya tidak batal, dengan syarat mandinya dengan cara menyiramkan air. Jika dengan cara menyelam di air, maka puasanya batal.
– Jika mandinya tidak disyari’atkan, seperti mandi hanya untuk menyegarkan badan, atau untuk membersihkan badan, maka jika ada air masuk, batal puasanya, meskipun tidak disengaja, baik mandi dengan cara menyiramkan air atau menyelam di air.

*5. Hukum jika ada air yang tertelan tanpa disengaja saat berkumur* atau memasukkan air ke dalam hidung. Dalam hal ini hukumnya terperinci:

a. Jika berkumur itu disyari’atkan, misalnya dalam wudlu atau mandi besar, maka dilihat dahulu:
– Jika berkumurnya tidak dengan sangat, kemudian ada air yang tertelan, maka puasanya tidak batal.
– Jika berkumur dengan sangat, kemudian ada air yang tertelan, maka puasanya batal. Karena terlalu berlebihan dalam berkumur saat puasa hukumnya makruh.
b. Jika berkumurnya bukan termasuk perkara yang disyari’atkan, seperti berkumur dalam berwudlu atau mandi namun yang ke-empat kalinya (padahal yang disunnahkan hanya tiga kali), atau berkumur untuk menyegarkan mulut, dan sebagainya, kemudian ada air yang tertelan, maka puasanya batal, meskipun berkumurnya tidak dengan sangat.

*7. Mengeluarkan mani (sperma),* baik dengan tangan, atau tangan istrinya, atau dengan berhayal, atau dengan melihat (jika dengan berhayal dan melihat itu dia tahu kalau akan mengeluarkan sperma), atau dengan tidur berbaring bersama istrinya. Jika sperma keluar dengan salah satu sebab di atas, maka puasanya batal. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:

يَدَع طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي. متفق عليه

“Ia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya, karena-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ringkasan masalah dalam permasalahan ini adalah, bahwa keluarnya air mani terkadang membatalkan dan terkadang tidak membatalkan.

I. Membatalkan puasa, dalam 2 (dua) kondisi:
a. Dengan cara mengeluarkannya dengan sengaja, dengan cara apapun.
b. Jika menyentuh atau berhubungan dengan istrinya secara langsung tanpa penutup/pembatas semacam kain atau yang lain.

II. Tidak membatalkan puasa, dalam 2 (dua) kondisi:
a. Jika air mani keluar tanpa menyentuh atau berhubungan, seperti sebab berhayal atau melihat sesuatu (kecuali jika dengan berhayal dan melihat itu dia tahu kalau akan mengeluarkan sperma, maka puasanya batal).
b. Jika keluar karena menyentuh, namun dengan menggunakan penutup/pembatas.
Catatan:

Hukum mencium saat puasa adalah haram jika sampai membangkitkan syahwat. Jika tidak sampai membangkitkan syahwat maka hukumnya makruh. Mencium tidak membatalkan puasa, kecuali jika sampai mengeluarkan air mani.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ. متفق عليه

“Nabi saw mencium dan menyentuh (istrinya) sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Dan beliau adalah orang yang paling bisa mengendalikan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

*8. Muntah dengan sengaja*

Muntah dapat membatalkan puasa, walau hanya sedikit. Yang dimaksud dengan muntahan adalah makanan yang keluar lagi, setelah sampai di tenggorokan, walaupun berupa air, atau makanan, walaupun belum berubah rasa dan warnanya. Jika muntah dengan tidak disengaja, puasanya tidak batal.

مَنْ ذَرَعَهُ القَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاء وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْداً فَلْيَقْضِ. صحيح أبي داود

“Barangsiapa yang tidak sengaja muntah, maka ia tidak diwajibkan mengqadha. Dan barangsiapa yang sengaja muntah, maka ia harus mengqadha.” (Shahih Abu Dawud)
Jika seseorang muntah maka mulutnya menjadi najis, dengan demikian dia wajib:

– membersihkan mulutnya dengan air, dan
– menyangatkan dalam berkumur sampai air kumuran dapat membersihkan seluruh bagian mulutnya dalam batas luar (tempat keluarnya huruf kha’). Dalam kasus ini, jika ada air yang tertelan dengan tanpa sengaja, puasanya tidak batal, karena menghilangkan najis termasuk perkara yang disyari’atkan (diperintah oleh syari’at).

Ust. Faris Khoirul Anam, Lc., M.HI.

14/04/2018

KISAH RINGKAS ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail
dekat Ka’bah al Musyarrofah, saat itu Beliau berbaring diantara paman Beliau,
Sayyiduna Hamzah dan sepupu Beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib,
Tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri Beliau lalu membawa beliau
ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan
tubuh Rasulullah untuk dibelah dada Beliau oleh Jibril AS.
Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw,
kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya
sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail:
“Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar
aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”.
Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak,
justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya,
hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan,
kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati Beliau,
karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta
sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.
Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati Beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali,
kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan,
kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran,
keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS.
Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan
kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal,
dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya,
jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya,
diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.
Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan,
maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata:
“Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang
menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)”,
mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat,
setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya,
dan sebelum beliau banyak Anbiya’ yang menaiki buroq ini.
Dalam perjalanan,
Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri,
menurut riwayat Ibnu Sa’ad,
Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.
(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan
hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti
di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata:
“Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat,
Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau,
Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah)
dan kesana anda akan berhijrah”.
Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan,
secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”,
setelah sholat dan kembali ke atas buroq,
Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa
bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.
Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina’,
sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT,
Beliau pun sholat di tempat itu.
Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam,
beliau turun dan sholat disana.
Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata:
“Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis),
tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”.
Setelah melanjutkan perjalanan,
tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api,
setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu.
Kemudian Jibril berkata: “Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat,
jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?”
Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum
yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga,
setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya,
melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya:
“Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”,
Jibril menjawab:” mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang mati syahid
di jalan Allah, kebaikan mereka dilipatgandakansampai 700 kali.
Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak,
beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”, “
Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak Firaun, dan anak-anaknya”,
jawab Jibril AS. Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun,
Kemudian di tengah perjalanan, beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang
menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur,
setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya.
Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk
melaksanakan kewajiban sholat.
Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging
yang baik yang sudah masak, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk,
tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk,
ketika Rasulullah menanyakan perihal ini,
Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya,
tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina),
dan begitup**a mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya
tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”.
Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau
dari arah kanan: “Wahai Muhammad, aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”,
tapi Rasulullah tidak memperdulikannya.
Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya beliau
menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi.
Begitu p**a beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya,
yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya.
Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan
segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata:
“Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”, tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya,
Jibril berkata: “Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya
maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”.
Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail,
begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai
akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho).
Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid,
yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana.
Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat.
Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia,
ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT.
Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof
menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang
tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju,
kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam.
Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya’ dan Mursalin.
Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus,
lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu,
Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya,
Jibril berkata: “Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih
khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda”.
Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya, maka tiba saatnya beliau
melakukan mi’raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu
sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliq-nya.
Setelah melakukan Isra’ dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha,
Baitul Maqdis, kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan
Mi’raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai
akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya,
yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu.
Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini,
di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan
menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini.
Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat.
Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau,
namun tidak dengan ibadah sholat,
Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni
Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini.
Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama),
ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail, malaikat ini tidak pernah naik
ke langit atasnya dan tidak pernah p**a turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya
Rasulullah SAW, dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat,
yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat p**a.
Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka,
maka malaikat yang menjaga bertanya:“Siapakah ini?”
Jibril menjawab: “Aku Jibril.”
Malaikat itu bertanya lagi: “Siapakah yang bersamamu?”
Jibril menjawab: “Muhammad saw.”
Malaikat bertanya lagi: “Apakah beliau telah diutus (diperintah)?”
Jibril menjawab: “Benar”.
Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana
menyambut dan memuji beliau dengan berkata:
“Selamat datang, semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin,
andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang”.
Maka dibukalah pintu langit dunia ini”.
Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan
postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya.
Nabi saw bersalam kepadanya, Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata:
“Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh”.
Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok,
jika melihat ke arah kanannya, beliau tersenyum dan berseri-seri,
tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya, beliau menangis dan bersedih.
Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah, bahwa kelompok disebelah
kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang
yang di kirinya adalah calon penghuni neraka.
Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini,
tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging
panggang dan lezat di hadapannya, tapi mereka lebih memilih untuk menyantap
bangkai disekitarnya. Ternyata mereka adalah manusia yang s**a berzina,
meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram.
Kemudian beliau berjalan sejenak, dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan
perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular, dan isi perut mereka ini dapat
dilihat dari luar, sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu.
Mereka adalah manusia yang s**a memakan riba.
Disana beliau juga menemui suatu kaum, daging mereka dipotong-potong lalu
dipaksa agar memakannya, lalu dikatakan kepada mereka:
“makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia,
yakni menggunjing atau berghibah”.
Kemudian beliau naik ke langit kedua, seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya
seperti pertanyaan di langit pertama.
Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya.
Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya,
keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya.
Masing-masing duduk bersama umatnya.
Nabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang,
putih kemerah-merahan warna kulitnya, rambutnya lepas terurai seakan-akan
baru keluar dari hammam, karena kebersihan tubuhnya.
Nabi menyerupakannya dengan sahabat beliau ‘Urwah bin Mas’ud ats Tsaqafi.
Nabi bersalam kepada keduanya, dan dijawab salam beliau disertai sambutan:
“Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh”.
Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga,
setelah disambut baik oleh para malaikat, beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya’kub.
Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa.
Nabi berkomentar: “Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan”.
Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah,
dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama
mengalahkan cahaya seluruh bintang”.
Ketika tiba di langit keempat, beliau berjumpa Nabi Idris AS.
Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya.
Di langit kelima, beliau berjumpa Nabi Harun bin ‘Imran AS, separuh janggutnya hitam dan
seperuhnya lagi putih (karena uban), lebat dan panjang.
Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu’ mendengarkan petuahnya.
Setelah sampai di langit keenam, beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat
mereka masing-masing, ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang,
ada lagi dengan umat di atas itu, bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya.
Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk,
ternyata mereka adalah Nabi Musa dan kaumnya. Kemudian beliau diperintah agar
mengangkat kepala beliau yang mulya, tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena
pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak,
menutupi seluruh ufuk dari segala sisi, lalu ada suara:
“Itulah umatmu, dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab “.
Pada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS,
seorang nabi dengan postur tubuh tinggi, putih kemerah-merahan kulit beliau.
Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa.
Setelah itu Nabi Musa berkata: “Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya
manusia di sisi Allah, padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku”.
Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa, beliau menangis.
Kemudian ditanya akan hal tersebut. Beliau menjawab: “Aku menangis karena seorang
pemuda yang diutus jauh setelah aku, tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku”.
Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh, di sana beliau berjumpa
Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur, di sekitarnya berkumpul umatnya.
Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik,
Nabi Ibrahim berpesan: “Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga,
sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas”.
Rasulullah bertanya: “Apakah tanaman surga itu?”,
Nabi Ibrahim menjawab: “(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim“.
Dalam riwayat lain beliau berkata:
“Sampaikan salamku kepada umatmu, beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh
sangat indah tanahnya, tawar airnya dan tanaman surgawi adalah
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”.
Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha, sebuah pohon amat besar
sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi
bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun.
Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau, rasa dan warnanya,
sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih.
Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun
mampu melukiskan keindahannya. Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya
berada di hadapan telaga Al Kautsar, telaga khusus milik beliau saw.
Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan
yang belum pernah dipandang mata, didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan.
Begitu p**a ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik,
malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya.
Dalam satu riwayat, setelah beliau melihat surga dan neraka, maka untuk kedua kalinya
beliau diangkat ke Sidratul Muntaha, lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna,
pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri,
karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini,
berjumpa dengan Allah SWT.
Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah, tempat yang tidak seorang
makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu
mencapainya, beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya.
Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman: “Wahai Muhammad.”
“Labbaik wahai Rabbku”, sabda beliau.
“Mintalah ses**a hatimu”, firman Nya.
Nabi bersabda: “Ya Allah,
Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat),
Engkau mengajak bicara Musa,
Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar,
Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin,
manusia dan syaitan serta angin,
Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan
Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta
menghidupkan orang mati”.
Kemudian Allah berfirman: “Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”.
Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik,
bahwa rasulullah bersabda:” … kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat
sehari semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam),
lalu dia bertanya:“Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?”
Aku menjawab: “50 sholat”,
Musa berkata: “kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab
umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya”,
Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat
(jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata:
“Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya,
maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah”.
Maka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa
dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman:
“Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam,
setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10, maka jadilah 50 sholat”.
Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa, namun tetap dia berkata:
“Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”,
Maka aku katakan kepadanya:
“Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa”.
Setelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki
buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba fajar.
Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya,
maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan
nabi telah gila dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan
mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar,
maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq, bahkan tidak sedikit diantara mereka
yang tadinya beriman, kembali murtad keluar dari syariat.
Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah
terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW,
sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau.
Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan
Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya).
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Sumber :
Kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, keduanya
Karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA.

Address

Desa Ketapang Dukuh Kyai Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang RT05/RW02 No. 65 Kodepos-INDONESIA RAYA. MERDEKAAA
Pemalang
52371

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Tuesday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Wednesday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Thursday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Friday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Saturday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00
Sunday 07:00 - 17:00
18:30 - 21:00

Telephone

+6281353455447

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Madinah TELUR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share