20/09/2017
Sukses dan gagal itu satu paket. Daripada menyebutnya kegagalan, lebih baik menyebutnya tantangan dan pembelajaran. Sebutan ini lebih memberdayakan. Right?
Sudah menjadi sunatullah, dari waktu ke waktu yang namanya tantangan dan tekanan, tidak pernah menjadi lebih mudah. Entah kita sebagai entrepreneur maupun sebagai profesional.
Nah, daripada berharap tantangan dan tekanan menjadi lebih mudah, mending berusahalah menjadi lebih tangguh dan lebih sabar. Itu lebih masuk akal. Semoga Allah senantiasa memberi kita ketangguhan dan kesabaran. Aamiin...
Nabi-nabi saja pernah gagal. Coba buka sejarah, tidak sedikit nabi yang terusir dari kota asalnya. Dirinya dan dakwahnya tidak diterima. Nabi-nabi saja gagalnya sampai seperti itu, apalagi kita.
Putus asa, bolehkah? Jangan. Nabi Ibrahim menyebut putus asa sebagai sebuah kesesatan. Kalimat dari Nabi Ibrahim ini tertulis di Kitab Suci. Bukan saya yang ngarang-ngarang. Intinya, gagal sih boleh. Putus asa, yah jangan.
Sejatinya, bagi mereka yang bermental pemenang, kegagalan dan tekanan adalah 'ruang belajar'. Siapa sih yang mau gagal? Nggak ada. Tapi kalau sudah terjadi dan tak bisa dihindari, yah lebih baik mempersiapkan diri. Belajar. Alih-alih berkeluh-kesah, ayo belajar dan bangkit!
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Telegram saya . Gratis. Silakan download..