Pesanggrahan Para wali Allah rijalul bumi pertiwi

Pesanggrahan Para wali Allah rijalul bumi pertiwi Pesanggrahan Alam rijalul bumi

02/11/2020

SEJARAH SYEH SITI JENAR

(Misteri tentang kisah Syekh Siti Jenar seolah2 selalu menarik untuk diulas. Terlebih lagi jika keberadaan Syekh Siti Jenar dikaitkan dgn pemahaman konsep ketuhanannya yg dianggap menyimpang dari pemahaman 9 wali atau Wali Songo. Adalah KH. Shohibul Faroji Al-Robbani, seorang cendekiawan muslim yg berasal dari Banyuwangi, membeberkan fakta2 baru yg membantah mitos kekeliruan pemahaman tentang sosok Syekh Siti Jenar selama ini.)

Oleh: KH. SHOHIBUL FAROJU AL-ROBBANI

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah SAYYID HASAN ’ALI AL-HUSAINI, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar SYAIKH ABDUL JALIL. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar SYAIKH SITI JENAR atau SYAIKH LEMAH ABANG atau SYAIKH LEMAH BRIT.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi M***i Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian m***i baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yg pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:

1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya
2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,
3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara
4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

Kitab2 yg dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insian Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.

Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dgn sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid2 Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain2.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dgn akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yg kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yg akrab dgn rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yg diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab2 Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “FANA’ WAL BAQA’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan MANUNGGALING KAWULO GUSTI. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yg merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam kitab Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dgn mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yg dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yg menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun.Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yg terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.“

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yg ditambah2i, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: “Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam kitab Maqaashidus syari’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yg mukmin yg di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yg suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yg sama. Tidak bisa diterima akal sehat.”

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dgn Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dgn Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dgn 3 kelas:

1) Kelas Santri [diidentikkan dgn 9 Wali]
2) Kelas Priyayi [diidentikkan dgn Raden Fattah, Sultan Demak]
3) Kelas Abangan [diidentikkan dgn Syaikh Siti Jenar]

Wahai kaum muslimin melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yg berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati2 jangan mau kita diadu dgn sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Silahkan bagikan kebenaran ini.
Semoga semua fitrah kembali tentunya,jika kita mau memperbaikinya pada waktu akan mendatang untuk bekal bagi anak cucu generasi penerus di masa depan.

25/08/2020

Assalamualaikum,wr,wb

اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے
أللهم صلِ على سيدنا محمدٍ وعلى آلِ سيدنا محمد في الأولين والآخرين وفي الملأ الأعلى إلى يوم الدين
بِسْــــــــــــــمِے اللّٰهِےارَّحْمٰنِ ارَّحِيْــــــــــــــمِے

RAHASIA DZIKIR "LAQOD JA'AKUM...."

Di antara ayat al Quran yang banyak digunakan sebagai dzikir oleh para sholihin adalah dua ayat terakhir surat at Taubah.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُول مِنْ أَنْفُسكُمْ عَزِيز عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيص عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوف رَحِيم (*) فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِي اللَّه لَا إِلَه إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْت وَهُوَ رَبّ الْعَرْش الْعَظِيم

Nabi saw bersabda, "Barang siapa membaca dua ayat terakhir surat at Taubah pada satu hari maka dia tidak akan meninggal pada hari tersebut".

وَفِيْ رِوَايَةٍ لَمْ يُقْتَلْ وَلَمْ يُضْرَبْ بِحَدِيْدَةٍ وَإِنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَلَهُ مِثْلُ ذَلِكَ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيْثَ بَعْضُ الصَّالِحِيْنَ

Dalam satu riwayat dituturkan, "Dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka dia tidak akan mati di malam hari tersebut".

As Sayyid al Walid Habib Ali bin Abdurrohman bin Abdul Qodir Assegaf berkisah,
"Ada seorang anak yang setiap melakukan aktivitas atau bermain s**a membaca ayat tersebut

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

'Laqod Jaakum Rosuluun Min Anfusiikum Aziizun Alaihi maa Aniitum Hariisun Alaykum Bilmuminina Rofururrohiim'

Suatu saat, ketika ia bermain dan mengejar layang-layangnya yang terlepas ia tak sadar bahwa sedang berada di tengah jalan raya.
Matanya terus menatap ke layang-layang, tanpa disadari oleh anak itu ada sebuah truk kontainer yang melaju kencang dan menabrak sang anak. Orang-orang melihat truk itu menabrak keras sang anak, bahkan menyeretnya beberapa meter. Segera warga sekitar mengerubuti anak itu.

Sesaat kemudian, warga sekitar berteriak-teriak dan menyebut-nyebut nama Allah. Bukan karena melihat darah atau tubuh yang terlindas. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Anak itu tidak meninggal, bahkan tidak mengalami luka sedikitpun. Anak itu berdiri dan kembali melanjutkan mengejar layang-layang, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Mendengar hal itu, sang ayah anak itu pun cukup kaget. Ketika warga menanyakan kepada ayah anak tersebut, "Apa rahasianya, mengapa ia tidak meninggal saat tertabrak truk ?" Sang ayah hanya menjawab, "Tidak ada, tapi anak itu sering mengucapkan bacaan 'Laqod Jaakum Rosuluun min Anfusiikum Aziizun Alaihi Maa Anittuum Harisum Alaykum Bilmumininaa Rofurrurohiim."

Beliau as Sayyidil Walid Al-Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf kemudian berpesan,
"Amalkan ayat itu dalam aktivitas kita sehari-hari, karena Allah swt memberi 141 khasiat dalam bacaan itu. Minimal baca 7X setiap Ba'da Subuh dan Ba'da Asar

Sebagian ulama telah dikasyaf (dibukakan) Allah tentang kandungan rahasia dari ayat ini. Di antara perkataan Asy Syaikh Ahmad At-Tijani Rodliallohu anhu tentang keutamaan ayat ini :

1.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Subuh maka Alloh akan menjaga hatinya

2.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Dhuhur maka Allah akan menghidupkan dan menetapkan hatinya (dalam keimanan) di dunia maupun di akhirat

3.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Ashar maka dia tidak akan mati seperti matinya orang kaget.

4.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat Maghrib maka dia akan diberi istiqomah (dalam beribadah) oleh Alloh SWT

5.- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat 'Isya maka Alloh akan menjaga dirinya dari penguasa lalim

6- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setelah sholat sunah maka Alloh akan memberinya rizqi kepadanya bisa merasakan manisnya iman

7- Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh tujuh kali setelah sholat Jum'ah maka Alloh akan menjaganya dari makan makanan haram

8- Barang siapa membaca ayat ini tiga ratus enam puluh kali pada hari 'Arafah maka Alloh akan menuntunnya dan mencukupinya dari kesusahan dunia akhirat

9- Barang siapa membaca ayat ini seribu kali pada hari 'Asyura maka akan dilayani oleh para Malaikat dan Alloh akan memberi rizqi baginya dari segala arah

10- Barang siapa membaca ayat ini lima ratus kali pada malam Nishfu Sya'ban maka dia tidak akan ditanya oleh Malaikat Munkar Nakir

11- Barang siapa membaca ayat ini satu kali pada pagi dan sore hari maka Alloh akan menjaganya dari segala mara bahaya dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya

12- Barang siapa membaca ayat ini satu kali setiap akan tidur maka Alloh akan menjaganya sampai pagi dan tidak akan ada yang dapat mencelakainya selamanya

13.- Barang siapa membaca ayat ini tujuh kali ditulis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara meminum air rendamannya

14- Barang siapa membaca ayat ini seratus kali untuk orang sakit dengan niat yang sungguh sungguh dan benar maka akan sembuh seketika

15- Barang siapa membaca ayat ini siang dan malam walaupun hanya sekali maka dia tidak akan meninggal

16- Barang siapa membaca ayat ini untuk harta benda maka Alloh akan menjaga harta tersebut

17- Barang siapa membaca ayat ini untuk rumah, atau kebun, atau desa, atau kota, atau benteng maka Alloh akan menjaga semuanya

18.- Barang siapa membacanya untuk kafilah atau perahu / kapal laut maka Alloh akan menjaganya

19.- Barang siapa membaca ayat ini di tengah peperangan maka musuh akan lari dan diberi kemenangan dan keselamatan

20. Barang siapa membaca ayat ini tujuh puluh ribu kali ketika kholwat maka akan mendapat khodam malaikat dan jin mukmin selama hidupnya, diterima dihati semua makhluk, semua akan tunduk kepadanya, disembuhkan segala penyakitnya, dan diberi kemudahan segala urusannya

21- Barang siapa memperbanyak membaca ayat ini tanpa dihitung, baik ketika berjalan maupun duduk, maka bertambah tambah kebaikannya, dicintai baginda Nabi SAW, dapat melihat baginda Nabi SAW setiap saat

22- Barang siapa selalu membaca ayat ini selama empat puluh tahun maka hilanglah hijab antara dia dan baginda Nabi SAW, dan memperoleh derajat sebagaimana yang diperoleh para shiddiiqiin.

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim

Alfatihah

25/07/2020

السَّلَامُ عَلَيْڪُمُ وَرَحْمَةُ اللَّٰهِہ وَبَرَڪَاتُهُہ
اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ عَبْدِڪَ وَرَسُوْلِڪَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وعَلَی آلِــهِہ وَصَحْبِـهِہ وَسَلِّمْ تَسْلِيـمََا ڪَثِيْـرََا
بِسْـــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحِيم

CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULULLAH SAW TIDAK DAPAT TERHAPUS OLEH MAKSIAT
_
Berkata Habib Munzir Al-Musawa:
"Semua yang dikatakan Sang Nabi ﷺ adalah mutiara mutiara keridhoan illahi, mutiara mutiara cinta illahi,
Semua kalam beliau ﷺ adalah mengharahkanmu kepada lamaran cinta Allah..

Semua kalam beliau ﷺ adalah mengarahkanmu dekat dengan samudra kebahagiaan yang kekal.
Kehidupan dunia hanyalah sementara hijrah (berpindah) menuju hijrah kemudian selesai berakhir hijrah kita di batu nisan,

Sejak kita terlahir dari ayah bunda kita berakhir hidup kita di batu nisan, semua yang di atas tanah akan kembali ke tanah beruntung para pecinta Sayyidina Muhammad ﷺ, beruntung yang berkumpul di majelis majelis dzikir, majelis majelis shalawat, majelis majelis para pecinta Sayyidina Muhammad ﷺ.

Untuk meneguk cahaya kebahagiaan yang kelak akan ditumpahkan di masa depan dalam kehidupan dunia, barzah, dan akhirat disaat orang orang dalam kehausan disaat itu kita dalam kesejukan, disaat orang orang dalam kegundahan disaat itu kita dalam ketenangan bersama para shalihin dan mukarobin dan ingatlah tali yang sangat kuat yaitu tali Mahabbah (cinta) kepada para shalihin, para auliya, cinta kepada pemimpin para shalihin dan auliya Sayyidina Muhammad ﷺ.

Sehingga dikatakan ibnu hajar asqolani didalam fathul bari 'Cinta kepada Allah dan Rasul tidak dapat terhapus dengan maksiat, maksiat sebesar apapun tidak dapat menghapus mahabbatullah wa rosuluh' demikian mulianya cinta

Maka majelis majelis yang mendukung untuk cinta kepada Allah dan Rasul Saw hadirilah!
Dan selalulah ada bersamanya, semakin kau banyak hadir di majelis majelis shalawat semakin banyak kau akan melihat Muhammad ﷺ.
Semakin banyak kau hadir di majelis dzikir semakin banyak kau akan melihat Allah..”
_
Perbanyak Sholawat..!
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

25/07/2020

السَّلَامُ عَلَيْڪُمُ وَرَحْمَةُ اللَّٰهِہ وَبَرَڪَاتُهُہ
اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ عَبْدِڪَ وَرَسُوْلِڪَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وعَلَی آلِــهِہ وَصَحْبِـهِہ وَسَلِّمْ تَسْلِيـمََا ڪَثِيْـرََا
بِسْـــمِ ﷲ الرَّحْمَنِ الرحِيم

🥀▫️PaRaS▫️🥀

^Kecantikan wajah akan lapuk dimakan usia, keindahan rupa akan memudar seiring masa berlalu, tetapi tidak dengan indahnya pekerti, cantiknya hati, prilaku, iman itu tidak akan lapuk dimakan usia yang pasti akan tetap abadi dikenang~..
^Jagalah diri agar tetap terjaga prilaku, hati, iman, karena nanti jika nafas berakhir yang akan dikenang oleh manusia sekitar adalah hal positif, dan termasuk nanti tatkala diri dihadapkan oleh Allah yang dipandang yang diminta pertanggungjawaban oleh Allah bukan rupa yang cantik tetapi kesempurnaan hati, prilaku, dan iman~..


🦋 Syₐᵣᵢfₐₕ Aₗₐwᵢyₐₕ Aₗₕₐddₐd 🦋
*اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*

SHOLAT KAFAROT / TEBUSAN SHOLAT YANG TERLEWATKAN SEUMUR HIDUPKesempatan untuk mengerjakannya hanya 1x dalam setahun saja...
14/04/2020

SHOLAT KAFAROT / TEBUSAN SHOLAT YANG TERLEWATKAN SEUMUR HIDUP

Kesempatan untuk mengerjakannya hanya 1x dalam setahun saja, yaitu pada WAKTU :
1.SETELAH SHOLAT MAGRIB Pada MALAM JUMAT Terakhir dibulan Ramadhan,
2.Atau bisa juga di lakukan pada Hari jum'atnya, Batas waktunya sampai sebelum Sholat Ashar di hari jum'at.

Sabda Baginda Nabi Muhammad Saw :
"Barang siapa yang selama hidupnya pernah meninggalkan sholat, tapi tidak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah dihari jum'at terakhir bulan ramadhan sebanyak 4 rok'at ▶ DENGAN TATA CARA YG BERBEDA-BEDA :
1.1x tasyahud akhir.
Tiap roka'at membaca surat Alfatihah 1x, surat Alqodar15x (innaa anzalnaahu fiilailatil qodr seterusnya), surat Alfatihah 1x surat Alkautsar15x (innaa a'thoinaakalkautsar).
▶Ada juga yang mengatakan Setiap 1 Rakaat Baca Alfatihah 1 kali + Al Qadr 15 kali + Al kautsar 15 kali.
👳🏻‍♀Sahabat sayyidina Abu Bakar Shiddiq Ra berkata : Aku mendengar baginda Rosululloh bersabda, bahwa sholat tersebut sebagai kafarot/pengganti sholat 400 thn.

👳🏻‍♀Mnurut sahabat sayyidina Ali Krw: Sholat tersebut sebagai kafarot 1000 thn.
Maka bertanyalah sahabat : Umur manusia itu hanya 60thn/100thn, lalu untuk siapa kelebihannya? Baginda Rosul Saw menjawab : Untuk kedua orang tuanya, istrinya, anak2nya, sanakfamilinya, serta orang2 sekeliling masyarakat dilingkungnnya.

Inilah Niat sholatnya :

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَارَةً لِمَا فَاتَنِيْ مِنَ الصَّلاَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Usholli arba'a raka'atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta'alaa”
“Aku niat shalat sunah Ashar 4 rakaat sebagai kafaroh shalat yg telah terluput lillahi Taa 'Alla”

♦Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10x :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُوبُ إِلٙيهِ

♦Kemudian baca sholawat 100 x terserah mau sholawat apa saja, Shollallooh 'Alaa Muhammad atau yang lain-lainnya.

♦Kemudian Do'a khusus ini di baca 3x:

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْ خَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْ سِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين
👇
Allahumma yaa man laa tan-fa'uka tha'atii wa laa tadhurruka ma'shiyatii taqabbal minnii ma laa yanfa'uka waghfirlii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa 'ada wa fii wa idzaa tawa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli'abdin zhaalama nafsahu wa as'aluka. Allahumma innii a'udzubika min bathril ghinaa wa jahdil faqri ilaahii khalaqtanii wa lam aku syai'an wa razaqtanii wa lam aku syaii'in wartakabtu al-ma'ashii fa-innii muqirun laka bi-dzunuubii. Fa in 'afawta 'annii fala yanqushu min mulkika syai'an wa-in adzdzaabtanii falaa yaziidu fii sulthaanika syay-'an. Ilaahii anta tajidu man tu'adzdzi buhu ghayrii wa-anaa laa ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfirlii maa baynii wa baynaka waghfirlii ma baynii wa bayna khlaqika yaa arhamar rahiimiin wa yaa raja'a sa'iliin wa yaa amaanal khaifiina irhamnii birahmatikaal waasi'aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal 'aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi' baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu 'alaa sayidina Muhammadin wa 'alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin. (3 kali)

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma'siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu'min dan mu'minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu 'Ala sayyidina Muhammadin wa'ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.

Silahkan bertanya pada ustad dai di mana anda berada

27/03/2020

Tatakrama seorang murid



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ



Adab Seorang Murid



Syeikh AbdulWahab Asy-Sya’rani

Perlu anda ketahui wahai saudaraku, bahwa adab (etika) Seorang murid secara keseluruhan tidak dapat dihitung jumlahnya, dan tidak dapat dijelaskan secara detail. Akan tetapi berikut akan saya sebutkan sekilas tentang adab yang patut untuk dilakukan seorang murid.
Pada dasarnya, tugas seorang guru terhadap murid hanyalah berusaha mengeluarkan untuk si murid apa yang masih terpendam di dalam jiwanya, dan bukan yang lain. Sebab Allah Swt. telah menebarkan pada setiap ruh (jiwa) sifat-sifat terpuji dan tercela yang berhubungan dengan orang yang bersangkutan. Maka segala sesuatu yang diperintah atau dilarang oleh sang guru mesti berkaitan dengan apa yang terpendam dalam jiwa tersebut.

Seorang guru tidak akan memberikan kepada Si murid apa yang di luar jiwanya. Sebab seorang murid pada tahap pertama ibarat sebutir benih yang menyimpan segala rahasia, dimana benih itu akan menjadi pohon kurma misalnya, atau jadi pohon yang lain. Perjalanan Si murid dalam menempuh tarekat ini akan benar dan jujur atau akan menjadi pendusta tergantung pada benih yang ada. Kalau si murid ini menjadi seorang yang benar dan jujur, maka dari “batang pohon” itu akan mengeluarkan ranting yang bakal berbuah, dimana buah tersebut akan menyenangkan semua orang yang ada di sekitarnya, dan mereka pun makan dari buahnya, bahkan buahnya akan tersebar ke seluruh penduduk daerah dan negerinya. Semua orang mengambil manfaat dari pohon tersebut.

Kejujuran dan kebaikannya akan tampak pada semua orang, baik di kalangan umum maupun tertentu, bahkan kalau misalnya ia ingin menutupi kebaikannya agar tidak diketahui mereka, ia pun tidak akan sanggup melakukannya. Begitu sebaliknya, jika ia seorang murid yang bohong dalam cintanya terhadap jalan yang ia tempuh, maka “batang pohon” kebohongan dan kemunafikannya akan bercabang, sehingga dirasakan oleh semua orang yang ada di sekitarnya, tersebar ke seluruh daerah dan negerinya. Kebohongan, kemunafikan dan pamernya akan kelihatan pada semua orang. Bahkan kalau berpura-pura menampakkan kejujuran ia tidak akan sanggup melakukannya.

Sebab perbuatannya yang rendah akan mendustakan segala pengakuannya, dan pada akhirnya semua aibnya akan terbuka dan tersingkirkan dari jalan menuju Allah. Ia akan terlempar ke pemahaman orang-orang awam, sebagai hukuman atas kebohongannya terhadap tarekat menuju Allah Azza wa Jalla. Dan barangkali Allah pernah memberinya keharuman dan kejujuran kemudian diambil kembali oleh Allah. Kemudian semua orang akan berkata, “Si fulan telah terusir dari tarekat kaum fakir (sufi), sehingga tidak ada semerbak keharumannya lagi.” Akhirnya ia hanya sekadar mengenakan serban panjang, memelihara rambut hingga panjang, mengenakan pakaian wol (pakaian khas kaum sufi), dan berhias dengan pakaian kaum sufi, sementara manusia melihatnya telanjang dari adab, dan hampir semua perilaku negatifnya tidak bisa dirahasiakan dan siapa pun.
Maka bangunlah segala perkara anda atas dasar kejujuran dalam mencari tarekat (jalan menuju Allah), sebab kalau tidak, maka anda akan dijauhi oleh tarekat sekalipun dalam waktu yang cukup lama. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada anda.

Jika anda telah tahu akan hal itu, maka sekarang saya mulai berbicara, — dan hanya Allah Yang memberi pertolongan: Diantara perilaku seorang murid adalah harus memiliki kejujuran dalam mencintai seorang guru. Sebab gurulah yang akan menunjukkannya ketika ia sedang menempuh perjalanan dalam hal-hal yang gaib. Ia ibarat seorang penunjuk jalan bagi jamaah haji ketika di kegelapan malam. Tentu saja kecintaan itu mengharuskan seseorang untuk selalu taat, demikian sebaliknya, tidak adanya kecintaan itu ditunjukkan dengan selalu menyalahi dan menentang perintah guru. Maka barangsiapa menentang orang yang menunjukkannya ia akan tersesat dan perjalanannya akan terhenti, dan pada akhirnya akan hancur.

Kejujuran dalam mencintai seorang guru hendaknya tidak ada yang sanggup memalingkannya, bahkan tidak ada pedang dan segala yang menyakitkan sanggup mengusirnya. Ada diantara orang yang mengaku dirinya jujur dalam mencintai guru dan saudara-saudaranya dalam tarekat, bahkan katanya tidak ada yang sanggup memalingkannya sekalipun mereka harus menjauhi dan tidak menyapanya tanpa ada alasan yang dibenarkan. Berita ini akhirnya tersebar ke semua orang, baik di kalangan orang-orang awam maupun orang-orang tertentu. Suatu ketika ia berdiri dan melantunkan bait syair di depan kaum fakir (sufi).
Andaikan mereka menyiksaku setiap hari dan setiap malam
tanpa kesalahan apa pun tentu hal itu membuatku senang dan rela

Kemudian ada salah seorang dari para murid yang cerdik membantahnya dengan mengatakan, “Anda berbohong!” Akhirnya ia gundah dan pikirannya kacau lalu ia duduk. Apa yang ada dalam benaknya cukup kelihatan di raut wajahnya. Akhirnya para murid sufi sepakat, bahwa ia adalah pembohong, lalu mereka berkata kepadanya: “Bagaimana anda bisa mengatakan sebagaimana yang anda katakan tadi, sementara pikiran anda telah kacau hanya karena omongan sebagian orang yang mengatakan anda adalah pembohong?! Apabila anda tidak sanggup memikul satu beban saja, lalu bagaimana anda akan sanggup memikul beban untuk selalu disiksa setiap hari dan setiap malam tanpa ada kesalahan apa pun yang anda lakukan sebelumnya?! Akhirnya orang yang sekadar mengaku jujur dalam cintanya ini beristigfar dan mengakui kebohongannya.
Maka benar-benar jujurlah —wahai saudaraku— dalam mencintai sang guru, anda akan mendapatkan segala kebaikan. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada anda.

Dan diantara adab seorang murid, hendaknya tidak ikut masuk ke dalam perjanjian (sumpah) seorang guru (tarekat) sampai ia lebih dahulu bertobat dari segala dosa, baik dosa secara lahir maupun batin. Misalnya menggunjing, minum-minuman keras, dengki, iri hati dan lain-lain. Ia juga harus bisa rela terhadap semua lawan yang berusaha merampas harga diri maupun harta. Sebab hadirat tarekat Galan menuju Allah) adalah hadirat Allah Azza Jalla. Maka barangsiapa tidak menyucikan diri dari segala dosa, baik lahir maupun batin, maka tidak dibenarkan ia masuk ke hadirat ini. Ia ibarat orang yang mau menjalankan ibadah shalat, sementara di tubuh atau pakaiannya terdapat najis yang tidak bisa dimaafkan, atau karena tempatnya jauh dari air sehingga tidak bisa disucikan dengan air, tentu saja shalatnya tidak sah. Demikian p**a orang yang mau masuk ke dalam tarekat dengan kondisi kotor dengan dosa, maka ia tetap batal, sekalipun gurunya termasuk tokoh para wali. Ia tidak akan sanggup mengantarkannya dan berjalan bersamanya untuk menuju tarekat Ahlullah sekalipun hanya selangkah, terkecuali sebelumnya telah menyucikan diri dari segala dosa.

Poin ini rupanya banyak dilupakan oleh sebagian besar orang. Mereka tergesa-gesa mengambil sumpah (janji) sang murid, sementara pada diri sang murid masih banyak dosa, baik lahir maupun batin, terutama yang menyangkut hak-hak para hamba dalam masalah harta maupun harga diri sehingga tidak akan ada manfaatnya dalam menempuh tarekat. Saya pernah mendengar Tuan Guru Ali al-Khawwash — rahimahullah — mengatakan: “Tarekat (jalan) orang-orang yang menuju kepada Allah adalah ibarat mau masuk surga. Maka sebagaimana yang terdapat dalam Hadis sahih, tidak seorang pun dari calon penghuni surga diperkenankan masuk ke dalam surga sementara pada dirinya masih ada hak anak cucu Adam. Maka demikian p**a orang yang mau masuk ke dalam tarekat Allah Azza wa Jalla.”
Kemudian definisi tobat adalah kembali dan apa saja yang secara hukum (syariat) itu tercela menuju kepada apa yang secara hukum itu terpuji. Sehingga masing-masing orang yang bertobat akan memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri. Bisa jadi apa yang menurut seseorang hal itu terpuji, tapi justru orang lain malah menganggapnya tercela, lalu bertobat dan beristigfar dari hal yang menurut orang pertama tersebut terpuji. Ini termasuk bagian dari, “Kebaikan orang-orang yang baik (al-abrar) adalah kejelekan bagi orang-orang yang didekatkan kepada Allah (al-mu qarrabin).”

Perlu anda ketahui, bahwa orang yang selalu melakukan hal-hal yang menyalahi aturan syariat, makan hal-hal yang menjadi kesenangan nafsu, dan senantiasa bergelut dengan hal-hal yang diharamkan, maka jarak antara orang ini dengan tarekat menuju Allah, ibarat jarak antara langit dengan bumi. Kemudian anda harus tahu, bahwa perilaku dari nafsu adalah selalu mengaku dengan pengakuan palsu. Barangkali ia mengaku benar-benar hertobat dengan sejujurnya, tapi pengakuannya hanya kebohongan. Maka hal itu tidak bisa diterima kecuali dengan kesaksian seorang guru akan kejujurannya dalam segala tingkatan spiritual yang diakuinya telah bertobat, sampai pada akhirnya ia mencapai pada tingkatan bertobat dari tindakan lengah dan kesaksian diri akan Tuhannya sekalipun hanya sekejap mata. Kemudian dari tingkatan ini naik lagi ke tingkatan yang lebih tinggi, yaitu mengagungkan Allah Swt. untuk selama-lamanya, yang tidak pernah berhenti sekejap pun untuk mengagungkan-Nya. Inilah tingkatan akhir dan apa yang kaum sufi katakan tentang tingkatan-tingkatan tobat.
Pada awalnya bertobat dari segala dosa besar, kemudian pada tingkatan bertobat dan dosa-dosa kecil, kemudian dan hal-hal yang tidak disenangi secara syariat, kemudian meninggalkan hal-hal yang apabila dilakukan akan melanggar keutamaan, kemudian bertobat dan tidak lagi melihat kebaikan-kebaikannya, kemudian bertobat untuk tidak lagi melihat dirinya termasuk kelompok kaum fakir sufi di zaman ini. —Dan hanya AllahYang Mahatahu.

Dan diantara perilaku seorang murid, hendaknya selalu melakukan mujahadat (perjuangan spiritual) untuk memerangi nafsunya. Maka selamanya ia tidak akan pernah kompromi dengan nafsunya. Syekh Abu Ali ad-Daqqaq — rahimahullah — mengatakan: “Barangsiapa menghiasi lahiriahnya dengan mujahadat maka Allah akan menghiasi batinnya dengan musyahadat (kesaksian diri kepada Tuhannya). Maka barangsiapa pada tahapan awal tidak melakukan mujahadat pada diri (nafsu) nya, maka ia tidak akan bisa mencium bau tarekat menuju Allah. ”Sebab telah menjadi ciri khas kaum sufi yang menempuh tarekat kepada Allah, apabila seorang hamba tidak mau memberikan hak tarekat secara keseluruhan maka tarekat juga tidak akan memberinya sekalipun hanya sebagian.
Abu Utsman al-Maghribi — rahimahullah — mengatakan:
“Barangsiapa mengira, bahwa ia akan dibukakan sedikit dari tarekat Ahlullah tanpa dengan mujahadat, maka ia benar-benar menginginkan hal yang mustahil.”
Abu Au ad-Daqqaq — rahimahullah — mengatakan: “Barangsiapa di permulaannya tidak memiliki penyangga maka di akhirnya tidak akan menemukan kedudukan.”

Hasan al-’Arar berkata: “Tarekat kaum sufi ini dibangun atas tiga dasar: Seorang murid tidak makan kecuali bila sangat membutuhkan, tidak akan tidur kecuali bila sudah terkalahkan oleh kantuk, dan tidak akan berbicara kecuali bila secara hukum dianggap darurat.”
Ibrahim bin Adham — rahimahullah — mengatakan: “Seseorang tidak akan mendapatkan tingkatan orang-orang saleh sehingga pada dirinya terdapat enam hal: Selalu berjuang melawan nafsu, hina karenanya, tidak tidur di malam hari, lebih s**a sedikit dengan masalah duniawi, senang ketika ditinggalkan dunia, dan memperpendek angan-angan.”
Sementara itu asy-Syibli — rahimahullah — memukuli dirinya dengan potongan rotan bila rasa kantuk tiba, sampai habis satu ikat ketika menjelang Subuh. Ia sering kali memberi celak matanya dengan garam sehingga tidak bisa tidur. Ia juga sering memukulkan kedua tangan dan kakinya ke dinding bila tidak menemukan alat untuk memukuli dirinya. Ia berkata, “Tidak ada sesuatu yang berusaha menghalauku kecuali aku berhasil menundukkannya.”

Hal-hal seperti ini tidak semestinya seseorang melawan dan menyudutkan orang-orang yang melakukannya, karena hal ini bagi mereka dianggap dari bagian mencari alternatif yang paling ringan risikonya dari dua alternatif yang sama-sama berbahaya.
Mereka melihat, bahwa menanggung penderitaan sakit di tubuh dianggap lebih ringan risikonya daripada menanggung beban penderitaan karena lupa akan Tuhannya akibat tidur atau yang lain. Ini sebaliknya pendapat yang dipilih oleh selain kaum sufi. — Dan hanya Allah Yang Mahatahu.

Diantara perilaku yang harus dilakukan seorang murid, hendaknya tidak berbicara dan juga tidak diam kecuali bila secara hukum dianggap darurat atau diperlukan. Mereka telah menganggap bahwa sedikit bicara adalah salah satu dan sendi-sendi latihan spiritual (riyadhat). Bisyr bin al-Harits al-Hafi mengatakan: “Apabila berbicara itu membuat anda kagum, maka diamlah. Dan apabila diam itu membuat anda kagum maka berbicaralah. Sebab pada pembicaraan terdapat bagian dan kepentingan din dan menampakkan sifat-sifat terpuji.”
Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. sering kali meletakkan kerikil di dalam mulutnya, sehingga ia bisa mengurangi berbicara. Ketika ia ingin berbicara yang tidak ada manfaatnya maka ia ingat dengan kerikil yang ada di mulutnya. Konon katanya, ia meletakkan kerikil di mulutnya selama setahun.

Rasulullah Saw bersabda: “Manusia dijungkir-balikkan kepalanya di neraka hanya karena hasil panen lidahnya.”
Diantara perilaku yang harus dilakukan para murid adalah sering kali merasakan lapar dengan cara yang dibenarkan oleh syariat. Poin ini merupakan poin yang ditekankan dalam menempuh tarekat. Sebagaimana Allah telah menjadikan wukuf di Arafah bagian rukun yang terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji, maka Nabi Saw mengatakan, “Haji adalah Arafah.” Maka orang-orang yang menempuh jalan Allah menjadikan lapar adalah jalan menuju Allah.

Address

Koto Padang

Opening Hours

Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6283801021652

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesanggrahan Para wali Allah rijalul bumi pertiwi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pesanggrahan Para wali Allah rijalul bumi pertiwi:

Share