KRONOLOGI DESA KELET
PEMERINTAHAN YANG PERTAMA ( I )
Pendatang I
Nama desa BUMI SALOKO dengan luas 500 Ha. Tahun 1800 datang Kaki SOMBO ERENG disusul orang dari Tunahan sebanyak 13 orang Dan mendirikan perkampungan di sebelah Timur sungai Gelis ( sebelah barat Kubur Islam Kelet )
Kemudian membuat daerah pertanian ( sawah ) yang disebut sawah WAIJAH ( sebelah selatan belik Ngranu. Rombongan tersebu
t punah karena diserang binatang buas sedangkan sisanya pergi meninggalkan BUMI SALOKO. Pendatang II
Tahun 1825 datang rombongan Buyut Susoh, Bedul, Goprak, Truno ( sisa prajurit Pangeran Diponegoro dari Mataram )
Penduduk sebanyak 16 orang Dan dikepalai oleh seorang Kepala Dukuh yang ke I yaitu TRUNO WIJOYO Dan memerintah mulai tahun 1835 – 1847. Pemerintahan tersebut berhasil melaksanakan pembangunan diantaranya adalah perluasan kampong.
1. Kampong Truno terletak disebelah timur kubur islam kelet.
2. Kampong Goprak terletak sebelah selatan kubur islam kelet
3. Kampong Susoh terletak di wilayah RT 31 ( sekarang )
Untuk wilayah Bumi Saloko dahulu masuk wilayah Pati sementara batas antara pati Dan jepara adalah sungai gelis. PEMERINTAHAN YANG KEDUA ( II )
Kepala Desa : SUSOH ( hadi Kusumo ) tahun 1847 – 1869
Carik : WONO JOYO
Sesepuh : BEDUL ( BROTO KUSUMO )
Ada beberapa kejadian penting :
1. Menetapkan batas batas desa
Desa kelet masuk wilayah kabupaten Jepara, karena bats kabupaten jepara diperluas kearah timur sampai batas jembatan desa Tayu. Keutara batas desa Puncel sedangkan keselatan batas gunungwungkal Dan oleh Bupati SOSRODININGRAT ( ayah RA KARTINI ) batas tersebut terkenal dengan sebutan DORO PUTIH ( TUGU EMAS ) Kali Aren.
2. Dalam rangka mengesahkan kepala desa yang pertama Camat ( ndoro Seten ) berpidato dengan gaya bergurau “ karena setiap orang yang datang ke bumi saloko terus Kelet ( Kanthil/melekat ) sebaiknya bumi Saloko diganti nama Kelet “
Karena sabda ndoro seten dianggap bertuah maka sampai sekarang masyarakat menyebutnya dengan sebutan KELET.
3. Gangguan keamanan
Peristiwa ontran ontran SURO PESEK
Suro pesek dalah perampok dari Menawan yang sering mengadakan kerusuhan mulai dari Batealit, kalitelon, Banjaran, Kelet. Orang tersebut dibunuh oleh masyarakat kelet dengan cara dipotong tubuhnya, kemudian dikubur kan kepalanya di sebelah barat sungai gelis sedangkan badannya sebelah timur sungai gelis.