Persada Nusantara Indonesia

Persada Nusantara Indonesia ID fp @+[539227659441879:0] buang tanda + nya. Memberikan Informasi Yang Menarik, Akurat & Terpercay

Kami Di sini Sangat Kreatif Memuat Informasi yang sangat Bermutu

Namun, kami pun juga tetap menerapkan aturan yang tegas bagi para member untuk :
1. Jangan membuat pernyataan postingan/komentar yang mengarah pada SARA.

2. Jangan menghina para Pengurus FP PERSADA NUSANTARA INDONESIA , baik secara halus maupun frontal.
3. Promo Pada Komentar Akan Kami hpus Kalo masih Bandel Terpaksa Kami Banned

K

ami merasa, dalam penyampaian informasi maupun penampilan halaman, mungkin ada kekurangan yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan sumbang saran sungguh sangat kami harapkan demi kesempurnaan Fans Page PERSADA NUSANTARA INDONESIA ?

LIHATLAH BU DIRMAN JIKA INGIN LIHAT BIDADARI YANG MASIH JALAN-JALAN DI BUMI Adalah Ibu Siti Alfiah, atau akrab disapa de...
07/10/2017

LIHATLAH BU DIRMAN JIKA INGIN LIHAT BIDADARI YANG MASIH JALAN-JALAN DI BUMI

Adalah Ibu Siti Alfiah, atau akrab disapa dengan Bu Dirman, adalah wanita yang sederhana. Beliau adalah wanita pujaan dan cinta sejati dari Yang Mulia Panglima Besar Jenderal Sudirman. Terlihat dari raut wajahnya yang mulia itu aura ketabahan yang luar biasa. Kesederhanaan, kepasrahan, dan juga keperkasaan dalam menahan segalanya.

Cerita ini Shuniyya dapatkan dan dituturkan oleh banyak kalangan di Yogyakarta yang masih mengenal beliau sebelum era tahun 1997. Terutama ibu-ibu yang begitu mengagumi sosok beliau.

Bu Dirman, adalah wanita yang luar biasa. Pada saat Yogyakarta diagresi oleh Belanda, maka diputuskanlah Jenderal Sudirman keluar dari Ibu Kota dan memimpin perlawanan secara gerilya.

Mendengar keputusan suaminya, Bu Dirman hanya pasrah saja. Beliau mengambil sapu tangan, melepaskan seluruh perhiasan emas permata yang beliau miliki dan seluruh perhiasan simpanan beliau dan diserahkan kepada suaminya.

"Ini bekal untuk Bapak. Insyaallah akan sangat bermanfaat nantinya. Bapak tidak perlu khawatir. Saya yang akan mengurus anak-anak."

Lalu, beliau dengan berat hati, berderaian air mata, Bu Dirman memusnahkan seluruh dokumentasi tertulis tentang segala hal yang berkaitan dengan Pak Dirman. Ini dilakukan supaya Belanda tidak mampu melacak rekam jejak Pangsar dalam bentuk apapun.

Dengan diiringi doa dan dukungan penuh dari istri beliau, Panglima Besar Sudirman berjuang hingga akhirnya Belanda hengkang dari negeri ini. Pak Dirman-pun berp**ang ke haribaan Ilahi.

Hari berlalu waktu berganti. Saat bangsa ini merayakan hari-hari kemerdekaannya dan begitu mengagumi budaya luar, maka seakan figur beliau terkuburkan begitu saja.

Beberapa Kyai di Jogja pernah dhawuh, " Lihatlah Bu Dirman jika ingin melihat bidadari yang masih jalan-jalan di bumi,".


Beliau wafat dengan damai, namun tak ada liputan yang memadai, karena beritanya tersapu menghilang begitu saja. Anak negeri ini lebih memilih mengikuti berita pemakaman wafatnya Lady Diana, daripada mengantar Sang Bidadari menuju surga sejati.

Ila hadrati Panglima Besar Jendral Sudirman wa zawjatihi Ibu Siti Alfiah wa dzurriyatihima, wa furu'ihima, wa silsilatihima, wa muhibbihima syaiun lillahu lana wa lahum al fatihah...

Shuniyya Ruhama H
Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah-Weleri Kab. Kendal
5 Oktober 2017

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211877493304981&id=1000366636
like & share

Veteran Pelda Soemadji, Dulu Garang di Medan Perang Kini Jadi Pak RT dan Bapak Asuh- detikNewsVeteran Pelda Soemadji, Du...
09/08/2017

Veteran Pelda Soemadji, Dulu Garang di Medan Perang Kini Jadi Pak RT dan Bapak Asuh
- detikNews

Veteran Pelda Soemadji, Dulu Garang di Medan Perang Kini Jadi Pak RT dan Bapak Asuh
Suara Pelda (Purn) Soemadji (77) masih bersemangat kala mengenang dan menceritakan kembali pengalamannya membela negara di Operasi Dwikora di Malaysia, Operasi Trikora di Papua hingga Operasi Seroja di Timor Timur bersama satuan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus-red).

Kini, dia menikmati masa tua, dengan tetap melayani warga, sebagai ketua RT dan bapak dari 22 anak asuh yang kurang mampu. Ditemani sang istri, Rusminah (73), Soemadji seperti bercerita pada cucunya kala menerima detikcom di rumahnya, RT 4 RW 7, Cijantung, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur, . Ketegasan sebagai mantan tentara masih terlihat, suaranya masih jelas, ingatannya juga masih tajam.

"Selesai Operasi Dwikora itu banyak prajurit yang sakit malaria dan beri-beri. Malarianya luar biasa," tutur ayah dari 2 putri dan kakek dari 3 cucu ini.

Selain latihan yang disiplin, memanggul senjata dengan berat luar biasa di hutan belantara, tak jarang bekal makanan yang dibawa para prajurit minim, nasi yang hanya tahan maksimal 2 hari plus lauk kering, serta roti kering.

"Bebannya berat tak didukung oleh makanan yang menunjang. Kita hanya makan kalau nasi bisa dimakan sampai 2 hari, lebih dari itu busuk. Kita bawa nasi dibungkus daun klontang, lauk seadanya, dendeng kering itu ditempelkan. Roti kering, dalam keadaan capek ndak bisa bisa makan seperti itu, dimakan kaya mau kembali, mawul-mawul," tuturnya.

Sebagai tentara pembela negara, maut yang menjadi risiko perjuangan, setiap saat selalu mengintai. Setiap ditugaskan pada operasi militer, Soemadji setiap kali itu p**a dia merasa hidupnya akan berakhir.

"Setiap operasi militer itu saya selalu berpikir, 'Saya akan mati hari ini'," kenangnya.

Sang istri, yang dinikahi pada 17 Agustus 1965 itu, dikatakan Soemadji, sampai hanya tersisa tulang dan kulit saja saat ditinggal tugas dan menjaga 2 anaknya yang saat itu masih kecil.

"Pas Operasi Seroja di Timor Timur, itu di Kopassus setiap hari selalu saja ada bendera kuning, setengah tiang. Biasanya habis itu ada komandan yang menghadap kepada keluarga prajurit yang gugur. Berita kematian itu rasanya seperti tinggal menunggu giliran saja. Saya sampai tinggal kulit dan tulang," timpal Rusminah, yang juga mantan guru agama ini.

Namun, Soemadji juga mengatakan sempat dikecewakan kesatuan karena seharusnya berpeluang menjadi perwira, namun kenaikan pangkatnya dari Serma menjadi Pelda ditunda hingga 7 tahun.

"Padahal Sesdanton saya nomor 3, tapi biar saja, saya tidak dendam," tuturnya.

"Saya tak pernah menggembar gemborkan apa yang saya perbuat. Pernah ada penghargaan veteran, tapi saya tidak pernah urus," ujarnya enteng.

Soemadji resmi mulai memasuki masa persiapan pensiun sejak tahun 1985 hingga akhirnya SK pensiun diteken pada tahun 1987.

"Saat pensiun itu saya tidak punya apa-apa, rumah tidak punya, tabungan tidak punya. Tidak terpikirkan, karena tugas terus di lapangan. Waktu pensiun itu sampai saya berdoa, ya Allah, biarlah saya yang sengsara, asal jangan keluarga saya," tuturnya.

Kepada Komandan Kopassus saat itu Sintong Panjaitan, Soemadji meminta waktu 2 tahun lagi untuk menempati rumah. Soemadji lantas ditolong oleh Sunarto Sumoprawiro, yang belakangan menjadi wali kota Surabaya dan Hendropriyono, yang kemudian menjadi Kepala BIN.

Mereka berdua memberikan rekomendasi pada Soemadji hingga akhirnya dia diterima bekerja di perusahaan Inggris hingga Pertamina, sebagai koordinator keamanan. Sempat juga dia bekerja di percetakan milik Menteri Penerangan saat itu, Harmoko.

"Pas dua tahun bekerja di perusahaan Inggris itu, saya bisa membeli rumah ini. Gajinya saat itu besar, Rp 600 ribu, pensiun saya Rp 90 ribu per bulan," kenangnya.

Sejak tahun 2001, Soemadji dipercaya menjadi Ketua RT 4 RW 7 Cijantung, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Alhamdulillah, RT ini pernah juara 4 se-Jakarta bidang kebersihan lingkungan. Kemudian, pernah juara 1 Gerakan Sayang Ibu di DKI," tuturnya.

Sejak tahun 1992 p**a, Soemadji mulai memiliki anak asuh, membantu biaya sekolah mereka, Rp 200 ribu per bulan per anak. Pola anak asuh itu menarik perhatian rekan dan tetangganya yang kemudian turut menjadi donatur, termasuk rekan-rekannya di TNI. Hingga kini, Soemadji sudah memiliki 22 anak asuh.

"Anak-anak itu kami asuh sejak SD hingga lulus SMA, kemudian dapat kerja, berhenti dibiayai. Mereka yang bekerja kemudian malah ada yang ikut membiayai. Terus ada lagi yang baru, yang tidak punya bapak, ada saja, begitu terus berputar," tuturnya.

Dia sangat bersyukur, menghabiskan masa tuanya masih tetap melayani warga dan masih bermanfaat bagi sesama. "Kadang kita diuji dengan kekurangan untuk mendapatkan kelebihan. Kesengsaraan ada bukan untuk membuat kita sengsara, namun untuk mematangkan pikiran," nasihatnya.

TNI AU Tempatkan 11 Pesawat Sukhoi Baru di MakassarRabu,09-08-2017Sebanyak 11 pesawat sukhoi pengganti skuadron F5 di Ma...
09/08/2017

TNI AU Tempatkan 11 Pesawat Sukhoi Baru di Makassar

Rabu,09-08-2017
Sebanyak 11 pesawat sukhoi pengganti skuadron F5 di Madiun, Jawa Timur yang dibeli Kementerian Pertahanan akan ditempatkan di Makassar untuk sementara waktu. Sebab, Madiun yang seharusnya menjadi tempat alutsista terbaru milik TNI itu belum memiliki infrastruktur yang memadai.

"Untuk sementara kami tempatkan di Makassar yang sudah siap secara infrastruktur sembari menyiapkan infrastruktur di Madiun, kalau sudah siap baru dipindah," ujar Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Yogyakarta, Senin (7/8/2017).

Hadi menjelaskan, Kementerian Pertahanan sudah memproses pembelian pesawat sesuai dengan spesifikasi yang diajukan oleh TNI AU. Pesawat Sukhoi generasi 4,5 plus diklaim memiliki kemampuan manuver yang lebih unggul.

"Normalnya, pesan pesawat, hari ini ditandatangani, 1-2 tahun baru datang," ucap dia.

Hadi juga menegaskan akan menjaga pesawat sukhoi baru ini sebagai pesawat kebanggaan rakyat.

sumber : http://news.liputan6.com/read/3049480/tni-au-tempatkan-11-pesawat-sukhoi-baru-di-makassar

Like&share

ANAK PETANI RAIH ADIMAKAYASA 2017Prestasi membanggakan diraih putra Lamongan. Seorang anak petani menerima penghargaan b...
19/07/2017

ANAK PETANI RAIH ADIMAKAYASA 2017

Prestasi membanggakan diraih putra Lamongan. Seorang anak petani menerima penghargaan bintang Adhi Makayasa dari Presiden Jokowi dan menjadi salah satu lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Putra petani itu yakni Samsul Huda. Anak ke 3 pasangan Slamet dan Srikanah, warga Dusun Tutup, Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, ini salah satu dari 94 lulusan terbaik AAL tahun 2017.

Samsul Huda pernah mengenyam pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoiriyah dan lulus pada tahun 2005/2006. Saat di bangku Madrasah Ibtidaiyah, prestasi Samsul Huda sudah terlihat, terbukti sejak kelas 1 hingga kelas 6 yang masuk kategori peringkat kelas. Setelah lulus dari Madrasah Ibtidaiyah, Samsul Huda, kemudian melanjutkan ke jenjang berikutnya masuk di SMP Negeri 1 Modo dan lulus tahun 2007/2008. Samsul kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri 1 Babat hingga lulus tahun 2010/2011.

Bagi Slamet, prestasi yang diraih putra ke 3-nya ini tidak mudah membalikkan kedua telapak tangan. Sebab butuh kerja keras, apalagi desanya jauh dari perkotaan. Slamet bercerita sebelum diterima di AAL, Samsul pernah mendaftar menjadi tentara namun gagal.

Kegagalan itu melecut Samsul untuk lebih bekerja keras lagi. "Kegagalan itu ternyata melecut semangat anak saya untuk berusaha lebih keras lagi," kata Slamet kepada wartawan di rumahnya, Selasa (18/7/2017).

Di mata kedua orang tuanya, Samsul Huda semasa kecil juga tergolong bandel seperti kebanyakan anak-anak lainnya. Hanya saja, Samsul yang kelahiran 29 April 1994 tersebut termasuk anak yang patuh kepada kedua orang tuanya.

"Kalau saya marahin, dia diam dan nurut (patuh). Ya, karena pinginnya itu anak saya pintar, Nek mbeling sekolah ya gak tak sangoni (Kalau bandel bersekolah ya tidak dikasih uang saku)," jelasnya.

Sewaktu masih di bangku SMP, Samsul juga s**a membantu Slamet ke sawah. Kadang, aku Slamet, Samsul juga ikut mencari rumput untuk hewan ternaknya. Slamet bercerita, Samsul termasuk anak yang pendiam dan jarang keluar jalan-jalan kalau tidak diajak orang tua. Setiap waktu, lanjut Slamet, selalu digunakan untuk belajar. "Wong anake wong tani kok (lah anaknya petani kok)", tuturnya.

Prestasi yang diraih Samsul Huda saat ini membuat bangga Slamet dan Srikanah. Bahkan, teman bermain Samsul juga mengaku bangga dan senang karena ada anak desanya yang mampu berprestasi dan berguna bagi bangsa. Slamet berharap, Samsul bisa menjadi orang yang baik dan tidak sombong. "Sebagai orang tua, saya harap Samsul menjadi orang yang baik, tetap sopan sama orang tua, dan tidak sombong kalau jadi orang berpangkat," kata Slamet berharap ( Sumber: detik.com )

---

Allah Maha Membolak-balikkan kehidupan hamba-Nya. Jika Allah sudah berkehendak, tak ada satu pun makhluk mampu menahan dan mencegahnya. Prestasi ini menjadi pembuka tabir, bahwa pemerintah, TNI, dan Polri telah melakukan reformasi internal untuk proses rekrutmen taruna-taruna baru.

Samsul Huda berasal dari petani kecil. Hidup dari kesederhanaan yang teramat sederhana. Sekolah pun di madrasah yang konon masih dianggap sekolah kasta kedua.

Kini, semua terkuak. Siapapun bisa jadi taruna, karena bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pun adalah anak petani. Selamat untuk prestasinya ya, Mas...!!!

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209807121641105&id=1424034458

Ying Sang Hacker Cantik Ying sang hacker cantik asal Sanghai, Tiongkok juga diburu FBI AS karena merentas jaringan CIA. ...
19/07/2017

Ying Sang Hacker Cantik

Ying sang hacker cantik asal Sanghai, Tiongkok juga diburu FBI AS karena merentas jaringan CIA. Selama hampir 5 hari AS dibuat pusing karena semua jaringan satelitnya tdk bisa beroperasi. AS menganggap ini pasti ulah hackers dari cyber army ISIS, tapi Ying kemudian nongol melalui salah satu channel milik CIA. Gila tdk semua bisa memasuki channel CIA kalau bukan personil dari intelijen CIA itu sendiri, tapi Ying mampu. Ying berpesan agar AS jangan sok menjadi polisi dunia dan arogansi seakan-akan sebagai adidaya yang sulit dikalahkan. Ying juga siap duel dengan komunitas Anonymous (kelompok hacker dari Inggris) jika kegiatannya dianggap merugikan kepentingan AS. Ying juga menggagalkan jaringan Hizbut Tahir masuk ke negaranya. beberapa kali Ying menyadap WhatsApp milik kelompok Hizbut Tahir yang kemudian hasil sadapannya diserahkan kepada pemerintah China. (JOE HOO GI)
Perempuan belia ini baru berusia 24 tahun. gadis belia asal Shanghai, Tiongkok ini sangat ditakuti oleh ISIS. Perjuangan Ying adalah sebagai hacker. Ying Cracker mampu membedah IP Address dan mampu mengelabuhi lawan dengan IP-IP Address palsu, bahkan Ying mampu menerobos semua akun sosmed meski dengan password yang sangat ketat sekalipun. Berapakali Ying meretas websites milik laskar-laskar ISIS. Ying terakhir juga mampu mengintai persembunyian para teroris melalui jaringan satelit yang telah direntasnya. Ying sekarang diburu hidup atau mati oleh ISIS. (JOE HOO GI)

Kapan nih Anonymous2 Indonesia bisa Menghebohkan Dunia Membungkam Jaringan Teroris πŸ‘πŸ˜πŸ’ͺπŸ™

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1855552141375674&id=100007627185683

Potensi Ancaman Meningkat, TNI Diminta Bentuk Pas**an Elite BaruSenin,17-07-2017Direktur Eksekutif Institut Lembang Semb...
17/07/2017

Potensi Ancaman Meningkat, TNI Diminta Bentuk Pas**an Elite Baru

Senin,17-07-2017
Direktur Eksekutif Institut Lembang Sembilan (IL9) Rafsel Ali meminta TNI untuk membuat satuan elite baru. Langkah ini perlu dilakukan mengingat potensi ancaman kedaulatan bangsa dari dalam dan luar negeri.

"Kesatuan yang ada sekarang dianggap belum memadai untuk mengatasi semua gangguan semaksimal mungkin. Butuh sekump**an tentara elite yang benar-benar fokus mengatasi ancaman di level tertinggi," ujar Rafsel melalui keterangan tertulis, Senin (17/7/2017).

Menurut Rapsel, satuan elite baru tersebut nantinya bisa di bawah Angkatan Darat (AD) yang dipimpin perwira tinggi berpangkat letnan jenderal. Posisinya sejajar dengan Pangkonstrad.

Kesatuan ini membawahi pas**an-pas**an elite yang selama ini dimiliki AD seperti Kopassus atau Raider. Tidak berbaur dengan kesatuan pendukung lainnya.

"Jadi tidak lagi bertumpu ke Pangkostrad. Bisa lebih fokus menempa kemampuan untuk menjadi tentara elite yang disegani dunia," tutur Rapsel.

Bukan hanya di AD. Rapsel menilai TNI juga sudah saatnya punya kesatuan elite yang membawahi tiga matra; darat, udara, dan laut.

Satuan ini nantinya dipimpin oleh seorang letnan jenderal yang langsung dibawahi oleh Panglima TNI. "Tongkat komando tertinggi akan dijabat bergiliran oleh ketiga matra," sebut Rapsel.

Dua Ancaman

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan dua hal yang harus diwaspadai oleh warga Indonesia. Hal ini penting untuk keberlangsungan bangsa. Kedua persoalan tersebut adalah teroris dan narkoba.

"Dua-duanya (teroris dan narkoba) ini sangat berbahaya," ujar Gatot dalam acara Silaturahmi Dewan Pers dengan Masyarakat Pers di Aryaduta Hotel Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.

Menurut dia, dampak dari keduanya bisa berlangsung lama. Ia menyebut peredaran narkoba di Indonesia itu sangatlah masif. Bayangkan, lanjut dia, dari Tiongkok masuk ke Indonesia 250 ton sabu.

"Satu ton sabu dikonsumsi untuk lima juta orang. Dan paling besar disita oleh polisi dan BNN tahun 2015; 4,5 ton per tahun. Jadi kalau 250 ton itu kali kan saja, 1 miliar, 250 orang belum seperlimanya," ucap Panglima TNI.

Tak hanya itu, narkoba bahkan sudah sampai ke daerah terluar di Indonesia dan mulai dipakai oleh anak-anak hingga dewasa.

Sama halnya dengan narkoba, butuh waktu untuk sembuh dari trauma terorisme. Dia menyebut korban bom di Indonesia mencapai 1.500 korban.

Salah satu teroris yang harus diwaspadai adalah ISIS. Terlebih, ada basis simpatisannya di Filipina.

sumber : http://news.liputan6.com/read/3025025/potensi-ancaman-meningkat-tni-diminta-bentuk-pas**an-elite-baru

Satuan elite baru tersebut nantinya bisa di bawah Angkatan Darat (AD) yang dipimpin perwira tinggi berpangkat letnan jenderal.

TNI Bangun Pangkalan Militer di MorotaiKamis,08-06-2017Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan dalam waktu...
08/06/2017

TNI Bangun Pangkalan Militer di Morotai

Kamis,08-06-2017
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan dalam waktu dekat akan membangun markas militer di Pulau Motorai. Ini merupakan salah satu p**au terluar di Indonesia bagian timur yang dekat dengan perbatasan Filipina.

Menurut Panglima, p**au Morotai sangat strategis sehingga akan dibangun pertahanan militer TNI guna mencegah gangguan keamanan teritorial.

"Presiden Joko Widodo pernah sampaikan bahwa Pulau Morotai akan menjadi pertahanan militer dengan membangun kekuatan alutsista," kata Gatot seusai salat tarawih di Masjid Almunawar, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu malam 7 Juni 2017.

Gatot mengatakan, rencana pelaksanaan pembangunan kekuatan alutsista militer dimulai dari Pulau Natuna kemudian di Pulau Morotai.

"Saat ini fokus pembangunan kekuatan alutsista di Natuna, setalah di Natuna baru pembangunan kekuatan alutsista di Pulau Morotai," katanya.

Gatot menjelaskan, nantinya TNI akan melakukan penambahan pas**an di Morotai terutama di pesisir-pesisir p**au yang menjadi cela masuknya teroris.
β€œAkan ada patroli laut serta tunjangan boeing pengintai udara, apabila ada perkembagan pengintai udara akan dilaporkan ke darat dan selanjutnya bisa dicegah,” katanya. (ren)

sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/923785-setelah-natuna-tni-bangun-pangkalan-militer-di-morotai

Panglima TNI juga akan menambah personel di Pulau Morotai.

Nama beliau Djoni Liem, keturunan Tionghoa. Purnawirawan Marinir dari satuan Intai Amphibi. Keahliannya, bisa melontarka...
06/06/2017

Nama beliau Djoni Liem, keturunan Tionghoa. Purnawirawan Marinir dari satuan Intai Amphibi. Keahliannya, bisa melontarkan jarum, mata kail dan silet dari mulutnya sejauh 30 meter.

Jgn ditanya perjuangannya untuk negeri ini. Saat ayah & ibu kita masih pdkt, beliau sudah keluar masuk hutan untuk bertempur demi menjaga kesatuan NKRI.

Bwt kelompok unyu2 yg s**a teriak kopar kapir dan anti china, coba teriak didepan beliau. Siapa tau mata sama congor ente bisa dijadikan target jarum atw silet.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211150143663878&id=1665894937

sumber:kata kita

Sumpah, TNI AU Keren Banget! :-DJum'at, 07 April 2017JAKARTA TIMUR - TNI Angkatan Udara (AU) menggelar geladi bersih dal...
07/04/2017

Sumpah, TNI AU Keren Banget! :-D

Jum'at, 07 April 2017
JAKARTA TIMUR - TNI Angkatan Udara (AU) menggelar geladi bersih dalam rangka ulang tahun ke-71 yang akan berlangsung Minggu (9/4). Bertempat di taxiway Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, pas**an TNI militer yang memiliki ciri khas warna biru itu sudah melakukan serangkaian kegiatan.

Ratusan pas**an TNI dari matra udara sudah berjajar rapi. Mereka menunjukkan sikap sempurna menunggu aba-aba dari inspektur upacara.

Yang menarik perhatian adalah adanya pas**an penembak runduk atau sniper dari Paskhas TNI AU. Mereka menjadi pusat perhatian lantaran mengenakan pakaian khusus atau ghillie suit untuk penyamaran.

Selain itu juga ada marching band yang melakukan sejumlah atraksinya. Tidak hanya memainkan alat musik, para anggoata marching band juga menaiki drum.

Sedangkan deru mesin pesawat sangat terdengar keras di apron Halim Perdanakusuma. Mulai dari jet tempur hingga pesawat Tim Aerobatik Jupiter TNI AU.

Pesawat-pesawat itu tampak melakukan serangkaian atraksi di udara. Ada semburan asap saat pesawat melakukan akrobat.

Pas**an TNI AU juga melakukan atraksi seni bela diri pencak silat. Mereka tampak mematahkan beton dan besi tanpa menggunakan pelindung.

Atraksi lainnya tak kalah seru. Ada pas**an TNI AU menunggangi motor dan menembak balon dengan mata tertutup.

http://m.jpnn.com/news/sumpah-tni-au-keren-banget

Kisah Si Pejuang Seroja Tanpa Tangan Jakarta, CNN Indonesia -- "Perang itu tidak enak," kata veteran Operasi Seroja, Kol...
03/04/2017

Kisah Si Pejuang Seroja Tanpa Tangan


Jakarta, CNN Indonesia -- "Perang itu tidak enak," kata veteran Operasi Seroja, Kolonel Ronny Muaway, saat ditemui CNN Indonesia di Kompleks Wisma Seroja, Bekasi Utara, Kamis (6/11).

Saat bercakap-cakap, tangan kanan lelaki paruh baya berusia 66 tahun itu terlihat bergerak dengan aktif, sementara tangan kirinya, tampak pasif terkulai.

Jika dilihat sepintas, Ronny tampak seperti orang kebanyakan yang memiliki anggota tubuh utuh dan wajah lelaki tua itu juga masih terlihat segar dan enerjik.

Hidup seolah menawarkan pilihan-pilihan yang bagus dan kebanyakan membuahkan hasil.

Namun, pada kenyataanya tidak seperti itu.

Dibalik baju batik hijau yang dia kenakan, tersembunyi pengalaman pahit, kisah sedih.

Satu tangan palsu seakan menjadi kenangan pengalamannya sebagai seorang pejuang.

Tiga puluh lima tahun silam, Ronny adalah anggota Batalion 502 Linud Kostrad berpangkat kapten yang ditugaskan sebagai komandan kompi dalam Operasi Seroja di Timor Leste, saat itu masih bernama Timor-Timur.

Operasi Seroja merupakan kata sandi militer Indonesia untuk operasi invasi ke Timor Timur pada 7 Desember 1975.
Operasi tersebut dilakukan karena saat itu Timor Timur dalam keadaan kacau balau setelah terjadi perebutan kekuasaan antara Fretilin yang berhaluan komunis dan partai-partai lain setelah ditinggal oleh penjajah Portugal.

Sedangkan menurut versi orde baru pemerintah Indonesia operasi itu dilakukan karena desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan kelompok Fretilin yang berpaham komunis tidak berkuasa di Timor-Timur, dan juga begitu banyak aliran pengungsi yang memasuki wilayah Indonesia.

Ronny ditugaskan ke lokasi Gunung Matebean, salah satu gunung tertinggi di Tanah Lorosae, Timor Leste, untuk membantu pas**an lain yang nyaris kalah ketika sepertiga dari jumlah pas**an Indonesia tewas.

"Satu orang gugur saja sudah sangat berpengaruh ke psikologis teman-temannya. Apalagi, ketika 30 orang gugur dalam satu peristiwa," kata Ronny mengenang.

Pertempuran ini, menurut Ronny, berlangsung hebat karena pas**an Fretilin memberi perlawanan luar biasa dan mereka dipersenjatai dengan peralatan standar yang digunkana oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO.

Sementara pas**an Indonesia hanya menggunakan senjata api semi-otomatis M1 Garand, yang merupakan senapan standar infantri warisan dari Perang Dunia II.

"Di pertempuran itu saya kena tembak dan langsung pingsan. Yang parah adalah saat itu sulit sekali untuk melakukan evakuasi," kata dia.

Setelah tertembak, Ronny tidak ingat yang terjadi selanjutnya di medan pertempuran, ketika membuka mata dia sudah berada di rumah sakit satu minggu kemudian.

Meski luka parah dan kehilangan tangan, Ronny bersyukur masih tetap hidup.

Meski tidak ingat akan kejadian setelah dia ditembak, Kolonel Ronny kerap membayangkan proses evakuasi yang membuatnya bergidik karena medan lokasi pertempuran yang sangat sulit.

Kondisi Gunung Matebean yang dipenuhi bebatuan dan sangat tinggi mempersulit gerak pas**an dan tentara yang luka akibat tembakan musuh harus menjalani sejumlah tahapan evakuasi.

Pertama mereka harus dibawa ke daerah aman, dan perjalanan ke sana juga diwarnai oleh perluru yang berdesing di sekitar mereka. "Itu juga syukur sekali kalau tidak tertembak," kata Ronny mengenang.
Kolonel Ronny Muaya kehilangan tangan kanan saat operasi Seroja 1976 dan menyesalkan perjuangannya sis-sia.
Setelah keadaan benar-benar aman barulah tentara yang terluka dibawa ke rumah sakit terdekat.

Saat bercerita tentang tragedi yang dideritanya, Kolonel Ronny sontak meraba tangannya, dia teringat betapa dia marah dan merasa frustasi ketika menyadari tangannya tidak bisa diselamatkan lagi.

"Saya terbangun di rumah sakit dan langsung ingat tangan saya yang tertembak. Saat saya pegang, tangan saya sudah tidak ada," kata dia.

Perasaan sang kolonel pun mengharu biru, bayangan akan karir di dunia militer pun berkelindan memenuhi pikirannya karena dia tidak mau karirnya tamat setelah berjuang keras untuk berada di posisinya saat itu.

Kolonel Ronny, yang saat itu masih berpangkat kapten, marah. Dia berteriak kepada dokter dan berontak atas ketidakadilan yang menimpanya.

Dokter dan perawatpun harus mengikat lelaki itu di tempat tidur, dan pada akhirnya Ronny memilih untuk secara perlahan meresapi rasa kehilangan dan kekecewaannya yang sebegitu besar akan nasib yang dia terima saat itu.

Setelah perjuangan besar untuk mengalahkan dirinya dan menerima apa yang disajikan oleh hidup atasnya, Ronny mesti menghadapi kenyataan pahit lain.

Upaya keras menyerahkan segala tetes darah dan keringat untuk mempertahankan Timor Leste berakhir dengan sia-sia setelah pada 2002 wilayah itu melepaskan diri dari kekuasaan Indonesia.

Negara itu memilih kebebasannya sendiri dengan cara yang terasa sangat pahit bagi pejuang-pejuang Operasi Seroja seperti dirinya.

Ronny merasa semua perjuangan, rasa sakit dan kehilangan yang dialami dalam mempertahankan Timor Leste sebagai bagian dari Indonesia akhirnya tak berbayar.

"Tapi sudahlah, itu kan keputusan politis negara. Kini, yang tersisa hanya kami yang sudah cacat dan para janda-jada Seroja," kata Ronny.

Di usianya yang sudah memasuki senja, lelaki paruh baya itu memilih untuk pasrah dan melepaskan semua kekecewaan-kekecewaannya atas hidup dan takdir.

Kini, lelaki itu menjalani kehidupannya sehari-hari di Kompleks Wisma Seroja bersama dua ratusan veteran lainnya

Kisah sedih anak cari ayah yang tewas di barisan prajurit KopassusKisah sedih anak cari ayah yang tewas di barisan praju...
03/04/2017

Kisah sedih anak cari ayah yang tewas di barisan prajurit Kopassus

Kisah sedih anak cari ayah yang tewas di barisan prajurit Kopassus
Operasi Seroja. Β©2015 buku hari "h": 7 desember 1975

Operasi militer perebutan Kota Dili berhasil dilakukan oleh 270 Prajurit Para Komando dari Grup I Kopasandha (kini Kopassus TNI AD) dan 285 prajurit Yonif 501. Namun cukup banyak korban jiwa yang gugur dalam misi tersebut.

Kopasandha kehilangan 19 prajurit. Sementara dari Yonif 501, gugur 35 orang.

Pas**an Grup I Kopasandha bertugas empat bulan di Timor Timur. Mereka diterjunkan mulai hari H 7 Desember 1975, hingga 31 Maret 1976. Pas**an inilah yang melewati masa-masa terberat di awal Operasi Seroja. Hampir tidak ada hari yang dilewatkan tanpa penyergapan dan tembak menembak.

Demikian ditulis dalam buku Hari H 7 Desember 1975, Reuni 40 Tahun Operasi Lintas Udara di Dili, Timor Portugis yang disunting Atmadji Sumarkidjo dan diterbitkan Kata.

Akhirnya mereka pun ditarik p**ang ke Home Base mereka di Cijantung dengan menumpang kapal KM Tolanda. Butuh beberapa hari pelayaran dari Dili hingga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dari Tanjung Priok, puluhan truk sudah menunggu untuk membawa mereka p**ang ke Cijantung yang berada di Jakarta Timur. Kapten Bambang Mulyanto mengingat perjalanan itu terasa sangat lama. Para prajurit sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan keluarga yang sudah ditinggalkan empat bulan lamanya.

Kapten Bambang menceritakan tiba di asrama Kopasandha, Cijantung, terlihat ibu-ibu, anak-anak, dan masyarakat berdiri berbaris di sepanjang jalan. Mereka melambai-lambaikan tangannya menyambut para pahlawannya masing-masing.

Pada saat truk berhenti, berhamburanlah mereka mencari suami, ayah, keluarga atau teman mereka.

"Ada satu hal yang membuat saya menitikkan air mata ketika menyaksikan putra almarhum Koptu Samaun berlari kian kemari mencari ayahnya yang sudah gugur dan dikebumikan di Timor Timur," kenang Kapten Bambang sedih.

Rupanya sang ibu tak berani menceritakan pada anaknya bahwa sang ayah sudah gugur. Karena itu bocah malang itu masih berlari-lari ingin menyambut ayahnya yang hilang.

Kopral Satu Samaun gugur pada tanggal 7 Desember 1975 di tengah pertempuran merebut Kota Dili. Dia mendapat kenaikan pangkat anumerta menjadi sersan dua.

Beginilah kisah perjuangan seorang suami kepada istrinya.biarpun pahit akhirnya semoga pihak keluarga diberi ketabahan.D...
31/03/2017

Beginilah kisah perjuangan seorang suami kepada istrinya.biarpun pahit akhirnya semoga pihak keluarga diberi ketabahan.
Dikutip dari FB.katakita

Pagi tadi, saya membaca kabar tentang Fidelis Ari, seseorang yang sesungguh-sungguhnya suami. Ia rela menanam g***a, melanggar hukum di republik ini untuk menolong istrinya yang dilanda penyakit langka. Ejaannya pun susah kita lafalkan: Syringomyelia.

Wikipedia menjelaskan bahwa penyakit ini merujuk pada tumbuhnya kista dalam sumsum tulang belakang. Kista ini bisa bertambah luas dan memanjang.

Pada tingkatan tertinggi, dampaknya pada kelumpuhan dan nyeri yang hebat. Penderita p**a akan kehilangan kemampuan merasai panas dan dingin. Peluang sembuhnya sangat tipis.

Sejak istrinya didera penyakit, Fidelis telah menempuh banyak cara, menghalau rasa sakit dengan beribu upaya.

Ia telah ke sejumlah rumah sakit di tempat ia tinggal, di Sanggau, Kalimantan Barat. Dia juga ke terapis, hingga ke pengobatan alternatif, tapi hasilnya nihil. Pun ada keinginan untuk membawa istrinya berobat ke Pulau Jawa, tapi tak diizinkan dokter karena jantung istrinya, Yeni Riawati yang lemah.

Hingga suatu waktu, ia mendapati artikel di Google, tentang ekstrak daun Cannabis Sativa alias g***a yang bisa meringankan sakit kekasihnya. Mengembalikan senyum yang menahun hilang di wajah Yeni.

Dan benar, setelah rutin memberi ekstrak itu ada dampaknya. "Dari susah tidur, jadi nyenyak tidurnya. Dari susah makan, jadi lahap makannya. Dari tidak bisa bicara, jadi bisa bicara. Jadi sudah ada tanda-tanda kesembuhan," ujar Yohana, kakak Fidelis.

Fidelis lalu berangan-angan akan membawa istrinya untuk operasi ke rumah sakit jika kendala fisik Yeni telah terobati oleh ekstrak g***a.

Namun nasib punya jalannya sendiri, ia ditangkap BNN dengan barang bukti 39 batang g***a yang ia tanam. Fidelis tak berkutik. Padahal dari hasil pemeriksaan, ia tak sekalipun ikut mengkonsumsinya apalagi menjualnya.

Begitulah hukum, betapa hitam putih. Sedangkan hidup, sedemikian peliknya.

32 Hari setelah Fidelis ditahan sepanjang itu p**a istrinya tak mendapat pengobatan. Ajalnya tiba di kala suaminya masih di bui.

Di hari pemakaman, Fidelis diijinkan untuk menjenguk jasad istrinya. Di teras rumahnya, ia dekati putra bungsunya yang duduk sendiri. Ia nampak memegang kedua pundak anaknya.

Melihat fotonya, saya seolah membayangkan Fidelis mengutip kata-kata Nyai Ontosoroh di Bumi Manusia. "Kita telah melawan nak, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."

Foto: Kalbar.deliknews.com

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211009852154813&id=1609927497

Like&share

Address

Daeah
Jakarta

Telephone

+62 21 31935654

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Persada Nusantara Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Persada Nusantara Indonesia:

Share