PPSDM Kebtke KESDM

PPSDM Kebtke KESDM Badan Layanan Umum Diklat dan Sertifikasi Bidang Ketenagalistrikan dan EBTKE serta Layanan Umum Lainnya

PPSDM KEBTKE Perkuat Kompetensi ASN dalam Analisis Investasi Panas BumiJAKARTA – Dalam upaya memperkuat kapasitas Aparat...
03/06/2026

PPSDM KEBTKE Perkuat Kompetensi ASN dalam Analisis Investasi Panas Bumi

JAKARTA – Dalam upaya memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menganalisis dan mengevaluasi aspek keekonomian investasi energi terbarukan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Analisis Finansial dan Ekonomi Investasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring melalui metode distance learning ini berlangsung selama tiga hari, pada 3–5 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PPSDM KEBTKE dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN Kementerian ESDM agar mampu memahami secara komprehensif aspek teknis, finansial, dan ekonomi dalam pengembangan proyek energi panas bumi.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan dan pengelolaan sektor panas bumi. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan akan peningkatan kapasitas dalam bidang analisis investasi energi terbarukan yang semakin strategis dalam mendukung transisi energi nasional.

Untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test melalui Learning Management System (LMS) Kementerian ESDM, yaitu aplikasi SMILE. Hasil evaluasi awal ini akan menjadi salah satu indikator dalam mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh pembelajaran melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dilaksanakan secara langsung melalui aplikasi Zoom. PPSDM KEBTKE menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang panas bumi, Ir. Mochamat Ali Ashat, Dipl. Geothermal, En. Tech., dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang membawakan seluruh materi pelatihan.

Materi yang disampaikan dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aspek risiko, finansial, hingga evaluasi kelayakan investasi proyek panas bumi. Adapun pokok bahasan pelatihan meliputi: Hari Pertama (3 Juni 2026): Potensi Risiko Proyek PLTP dan Konsep Dasar Analisis Finansial Investasi Panas Bumi. Hari Kedua (4 Juni 2026): Metode Evaluasi dan Analisis Kelayakan Proyek Panas Bumi. Hari Ketiga (5 Juni 2026): Latihan, pembahasan studi kasus, evaluasi akhir, serta penutupan kegiatan.

Pada sesi awal, narasumber menekankan pentingnya pemahaman terhadap parameter ekonomi dan risiko proyek sebagai fondasi dalam penyusunan dan evaluasi investasi panas bumi. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar penyusunan arus kas (cash flow) proyek panas bumi, baik pada skema pengelolaan sebelum maupun sesudah perubahan regulasi sektor panas bumi.

Pembahasan materi mencakup berbagai komponen penting dalam analisis ekonomi proyek, antara lain: Komponen Pendapatan dan Biaya Proyek
Meliputi perhitungan pendapatan berdasarkan kapasitas pembangkitan, faktor kapasitas, dan harga jual listrik, serta potensi pendapatan tambahan dari mekanisme pengurangan emisi karbon. Selain itu, peserta mempelajari struktur investasi modal (capital investment) dan biaya operasional (operating expenses) yang menjadi dasar perhitungan kelayakan proyek.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengaruh depresiasi dan amortisasi terhadap perhitungan laba kena pajak, termasuk metode penyusutan yang umum digunakan dalam proyek energi. Materi juga membahas perkembangan kebijakan perpajakan panas bumi di Indonesia yang berpengaruh terhadap tingkat pengembalian investasi.

Sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, peserta mempelajari berbagai indikator finansial utama seperti Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA), Earnings Before Interest and Taxes (EBIT), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), serta Pay Out Time (POT).

Melalui pelatihan ini, PPSDM KEBTKE berharap para ASN Kementerian ESDM semakin memiliki kemampuan yang terstandar dalam melakukan analisis finansial dan ekonomi investasi proyek panas bumi. Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan strategis guna mempercepat pengembangan energi bersih serta mewujudkan target transisi energi nasional yang berkelanjutan.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

Energi bangsa tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga dari sumber daya manusia yang unggul, berintegritas...
01/06/2026

Energi bangsa tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga dari sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 🇮🇩

Di momentum Hari Lahir Pancasila, mari terus memperkuat semangat gotong royong, inovasi, dan pengabdian dalam membangun sektor energi dan sumber daya mineral yang berkelanjutan untuk Indonesia.

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE 🌕Semoga nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan keharmonisan yang tercermin dalam ...
31/05/2026

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE 🌕

Semoga nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan keharmonisan yang tercermin dalam perayaan Waisak menjadi inspirasi dalam berkarya dan mengabdi bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Keluarga besar PPSDM KEBTKE mengucapkan:Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.Semoga setiap pengorbanan membawa keberkahan,...
27/05/2026

Keluarga besar PPSDM KEBTKE mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Semoga setiap pengorbanan membawa keberkahan, dan setiap langkah pengabdian menjadi manfaat bagi banyak orang. 🌙✨

Kepala PPSDM KEBTKE: PPSDM KEBTKE Hebat, WBBM BisaJAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, En...
22/05/2026

Kepala PPSDM KEBTKE: PPSDM KEBTKE Hebat, WBBM Bisa

JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menggelar kegiatan Pengarahan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Acara yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo.

Kegiatan ini dihadiri secara penuh oleh jajaran pimpinan dan seluruh pegawai PPSDM KEBTKE, termasuk Kepala Bagian Umum dan Para Koordinator, Koordinator Widyaiswara, Para Subkoordinator dan pegawai di lingkungan PPSDM KEBTKE.

Dalam arahannya, Edi Wibowo menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan sebuah komitmen nyata dalam melakukan reformasi birokrasi yang bersih dan melayani. Untuk mewujudkan hal tersebut, beliau mengajak seluruh elemen pegawai di lingkungan PPSDM KEBTKE untuk menginternalisasi dan mengimplementasikan secara konkret Core Value ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Kita harus memegang teguh nilai-nilai dasar ASN sebagai pondasi utama untuk menjawab tantangan instansi, mencapai target Badan Layanan Umum (BLU), serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Edi.

Secara mendalam, Kepala PPSDM KEBTKE membedah dan menginstruksikan seluruh pegawai untuk mengimplementasikan ketujuh dimensi nilai BerAKHLAK beserta panduan perilakunya sebagai berikut:
Berorientasi Pelayanan, seluruh jajaran PPSDM KEBTKE diminta berkomitmen penuh memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Pegawai harus selalu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat/pemangku kepentingan, bersikap ramah, cekatan, solutif, dapat diandalkan, serta tiada henti melakukan perbaikan kualitas layanan.

Akuntabel, sebagai institusi yang mengelola pelayanan publik dan pelatihan, setiap pegawai diwajibkan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Implementasinya adalah dengan melaksanakan tugas secara jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, berintegritas tinggi, serta menggunakan kekayaan dan BMN secara efektif dan efisien tanpa menyalahgunakan kewenangan jabatan. Edi juga menegaskan komitmen penegakan 8 Rambu-Rambu Integritas guna memastikan tidak ada ruang bagi praktik korupsi, gratifikasi, penyuapan, kolusi, maupun konflik kepentingan di lingkungan kerja.

Kompeten, dalam rangka mengembangkan kapabilitas instansi, pegawai dituntut untuk terus belajar meningkatkan kompetensi diri demi menjawab tantangan sektor energi yang dinamis. Selain itu, seluruh tim, khususnya para Widyaiswara dan Instruktur, diharapkan dapat saling membantu orang lain belajar serta selalu melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

Harmonis, mengingat keberagaman kompetensi dan latar belakang di dalam organisasi PPSDM KEBTKE, Kepala Pusat menekankan pentingnya saling peduli dan menghargai perbedaan. Pegawai diminta untuk selalu menghargai setiap orang tanpa memandang latar belakangnya, s**a menolong sesama, serta bahu-membahu membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Loyal, sifat dedikasi tinggi dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi menjadi poin krusial. Hal ini diwujudkan dengan memegang teguh ideologi Pancasila dan UUD 1945, setia kepada NKRI dan pemerintahan yang sah, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, maupun negara, serta menjaga rahasia jabatan dan negara.

Adaptif, menghadapi tantangan pencapaian target kinerja di tahun 2026, seluruh tim dituntut antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan. Pegawai harus cepat menyesuaikan diri, bertindak proaktif, serta terus berinovasi dalam mengembangkan kreativitas pelayanan pelatihan maupun sertifikasi.

Kolaboratif, Edi Wibowo menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian target organisasi memerlukan kerja sama yang sinergis. PPSDM KEBTKE membuka kesempatan luas bagi berbagai pihak bekerja sama menghasilkan nilai tambah dan aktif menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya demi mencapai tujuan bersama. Saat ini, PPSDM KEBTKE telah berkolaborasi dengan Ditjen Ketenagalistrikan dan Ditjen EBTKE untuk mendukung program strategis nasional dan pengembangan SDM bidang KEBTKE serta kerja sama dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Perguruan Tinggi/Industri dan masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menciptakan SDM kompeten dan siap kerja di bidang ESDM.

Kepala PPSDM KEBTKE memimpin penandatanganan Pakta Integritas Pembangunan ZI Menuju WBBM PPSDM KEBTKE 2026 yang diikuti oleh manajemen dan seluruh pegawai PPSDM KEBTKE. Melalui momentum Pengarahan Pembangunan Zona Integritas, Internalisasi BerAKHLAK, dan penandatanganan Pakta Integritas ini, PPSDM KEBTKE optimis dapat memperkuat tata kelola BLU, meningkatkan mutu sarana prasarana, serta mendorong penguatan kompetensi SDM demi memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

PPSDM KEBTKE dan Pertamina Tingkatkan Kompetensi Auditor Energi Sistem Termal dan MekanikalJAKARTA – Dalam upaya menduku...
21/05/2026

PPSDM KEBTKE dan Pertamina Tingkatkan Kompetensi Auditor Energi Sistem Termal dan Mekanikal

JAKARTA – Dalam upaya mendukung implementasi konservasi energi dan peningkatan efisiensi energi di sektor industri, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Audit Energi Sistem Termal dan Mekanikal pada tanggal 18 hingga 23 Mei 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara distance learning ini diikuti oleh peserta dari lingkungan Pertamina dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam melaksanakan audit energi pada sistem termal dan mekanikal sesuai standar dan regulasi yang berlaku.

Pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait audit energi, konservasi energi, serta regulasi nasional di bidang energi sebelum mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Selanjutnya peserta memperoleh pemaparan materi dari para narasumber dan widyaiswara PPSDM KEBTKE.

Materi pertama mengenai Regulasi Energi Nasional disampaikan oleh Pranawaningtyas TD, S.T., M.T., Widyaiswara PPSDM KEBTKE. Materi ini membahas pentingnya konservasi energi dalam mendukung ketahanan energi nasional, pertumbuhan ekonomi, serta mitigasi perubahan iklim, termasuk berbagai kebijakan dan regulasi konservasi energi yang berlaku di Indonesia.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi teknis, di antaranya merencanakan audit energi, melaksanakan rapat pembukaan audit, mengumpulkan data termal dan mekanikal, merencanakan pengukuran energi, melakukan survei lapangan, analisis termal dan mekanikal, praktik dan presentasi, hingga pelaporan hasil audit energi.

Kegiatan pembelajaran juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap implementasi audit energi di lapangan. Selain itu, peserta mengikuti praktik dan presentasi sebagai bagian dari penguatan kompetensi teknis.

Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan. Peserta yang memenuhi persyaratan nilai selanjutnya dapat melanjutkan ke tahapan sertifikasi kompetensi auditor energi sistem termal dan mekanikal.

Melalui kegiatan ini, PPSDM KEBTKE bersama Pertamina berharap dapat mencetak auditor energi yang kompeten dan profesional sehingga mampu mendukung penerapan manajemen energi serta mendorong efisiensi penggunaan energi di sektor industri secara berkelanjutan.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan dan Sertifikasi IPTL Tegangan Rendah bagi Pelaksana Madya Secara Gratis untuk MasyarakatJAK...
21/05/2026

PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan dan Sertifikasi IPTL Tegangan Rendah bagi Pelaksana Madya Secara Gratis untuk Masyarakat

JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ketenagalistrikan sekaligus mendukung penerapan keselamatan ketenagalistrikan nasional, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Pemanfaatan Listrik Tegangan Rendah bagi Pelaksana Madya (Angkatan 5) yang dilaksanakan pada 18–22 Mei 2026 bertempat di Kampus PPSDM KEBTKE, Jakarta Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis bagi masyarakat sebagai bentuk komitmen PPSDM KEBTKE dalam memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing di dunia kerja.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari pada 18–20 Mei 2026, dilanjutkan dengan pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi pada 21–22 Mei 2026. Sebelum pembelajaran dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test guna mengukur tingkat pemahaman awal peserta terhadap aspek teknis instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah, regulasi ketenagalistrikan, serta penerapan keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan kerja. Setelah seluruh materi pelatihan selesai diberikan, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kompetensi peserta setelah mengikuti proses pembelajaran.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para widyaiswara dan instruktur berpengalaman di bidang ketenagalistrikan. Materi pertama yang diberikan yaitu Regulasi Ketenagalistrikan yang disampaikan oleh Ginanjar Indramaulana, S.T., M.B.A. Materi ini membahas berbagai regulasi dan dasar hukum ketenagalistrikan yang menjadi landasan dalam pembangunan dan pemasangan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa penyelenggaraan usaha ketenagalistrikan harus mengacu pada berbagai regulasi nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta berbagai Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri ESDM terkait keselamatan ketenagalistrikan dan sertifikasi kompetensi tenaga teknik.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2), mengingat tenaga listrik selain bermanfaat juga memiliki potensi bahaya apabila tidak dikelola sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, setiap instalasi tenaga listrik wajib memenuhi persyaratan keselamatan, memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), menggunakan peralatan berstandar nasional Indonesia (SNI), serta dikerjakan oleh tenaga teknik yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK).

Selain membahas aspek regulasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai jenjang kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan, persyaratan sertifikasi, hingga mekanisme pelaksanaan uji kompetensi yang meliputi uji tulis, uji praktik, dan wawancara. Materi ini menjadi penting agar peserta memahami standar kompetensi yang harus dimiliki dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan dan pemasangan instalasi listrik tegangan rendah secara aman dan sesuai prosedur.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi Teori Dasar Listrik yang disampaikan oleh Ginanjar Indramaulana, S.T., M.B.A., dilanjutkan dengan materi Motor Listrik dan Sistem Kendali, Instalasi Penerangan, serta Instalasi Sistem Penangkal/Penangkap Petir yang disampaikan oleh Raden Waluyo Jati Soemowidagdo, S.T., M.T.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik pembangunan dan pemasangan instalasi pemanfaatan tegangan rendah dengan tetap mengacu pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penerapan Standard Operating Procedure (SOP) dan Job Safety Analysis (JSA) untuk memastikan pekerjaan dilakukan secara aman dan sesuai standar keselamatan kerja.

Selama pelatihan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya penggunaan peralatan listrik berstandar SNI, proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), serta Nomor Identitas Instalasi Tenaga Listrik (NIDI) sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan instalasi ketenagalistrikan yang andal dan aman.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari penjelasan uji kompetensi, uji tulis, uji praktik, hingga wawancara oleh tim asesor kompetensi. Peserta diuji berdasarkan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan sesuai okupasi jabatan Pelaksana Madya pada bidang pembangunan dan pemasangan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.

Melalui kegiatan ini, PPSDM KEBTKE berharap masyarakat dapat memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara resmi sehingga mampu meningkatkan profesionalisme, keselamatan kerja, serta daya saing tenaga teknik ketenagalistrikan di Indonesia.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

Akselerasi Kompetensi ASN, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Analisis Kebijakan Publik Bidang KEBTKEJAKARTA – Dalam rangka me...
21/05/2026

Akselerasi Kompetensi ASN, PPSDM KEBTKE Gelar Pelatihan Analisis Kebijakan Publik Bidang KEBTKE

JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan Analisis Kebijakan Publik Bidang KEBTKE. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom selama tiga hari, pada 19–21 Mei 2026.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas ASN agar mampu merumuskan dan menganalisis kebijakan publik secara adaptif dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

Sebelum memasuki sesi pembelajaran, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test guna mengukur kemampuan awal dan tingkat pemahaman peserta terkait analisis kebijakan publik. Tahapan ini menjadi dasar evaluasi efektivitas pelatihan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Materi utama pertama bertajuk “Kebijakan Pengembangan EBT” disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Harris, S.T., M.T. Dalam paparannya, beliau menjelaskan arah kebijakan energi nasional beserta tantangan dan strategi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain regulasi dasar pengembangan energi yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET). Selain itu, disampaikan p**a bahwa pengembangan transisi energi nasional saat ini didukung oleh 42 regulasi yang terdiri dari 2 undang-undang, 4 peraturan pemerintah, 6 peraturan presiden, dan 30 peraturan menteri.

Dalam upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060, Indonesia menargetkan bauran energi baru terbarukan sebesar 19–23 persen pada tahun 2030 dan meningkat hingga 70–72 persen pada tahun 2060. Indonesia juga memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar mencapai 3.687 GW. Hingga Maret 2026, kapasitas pembangkit EBT terpasang tercatat sebesar 16.236 MW yang didominasi energi air dan bioenergi.

Lebih lanjut, dijelaskan p**a lima strategi utama menuju NZE 2060, yaitu pengembangan EBT secara masif, elektrifikasi sektor pengguna energi, penerapan efisiensi energi, moratorium dan phase down PLTU batu bara, serta pemanfaatan teknologi CCS/CCUS. Pada sektor ketenagalistrikan, RUPTL PLN 2025–2034 menetapkan penambahan pembangkit EBT sebesar 61 persen atau 42,6 GW, dengan dominasi energi surya sebesar 17,1 GW.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, diskusi interaktif, dan penugasan mandiri melalui Learning Management System (LMS), peserta melaksanakan post-test sebagai evaluasi akhir guna mengukur peningkatan pemahaman dan kompetensi setelah mengikuti pelatihan.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PPSDM KEBTKE berharap ASN Kementerian ESDM dapat semakin kompeten dalam merumuskan, menganalisis, serta mengawal implementasi kebijakan publik di sektor ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, dan konservasi energi guna mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

PPSDM KEBTKE Berkolaborasi dengan OECD Gelar Capacity Building Pembiayaan Efisiensi Energi untuk Lembaga Jasa KeuanganJA...
21/05/2026

PPSDM KEBTKE Berkolaborasi dengan OECD Gelar Capacity Building Pembiayaan Efisiensi Energi untuk Lembaga Jasa Keuangan

JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) berkolaborasi dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyelenggarakan pelatihan Capacity Building: Energy Efficiency Financing in Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Energy Efficiency Investment & Business Forum 2026 yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait instrumen pembiayaan hijau. Pelatihan ini diikuti oleh regulator, profesional sektor energi, serta perwakilan lembaga jasa keuangan guna memperkuat kapasitas pembiayaan proyek efisiensi energi dan mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kepala PPSDM KEBTKE, Edi Wibowo, hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa efisiensi energi kini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi observer dalam transformasi energi global, tetapi harus menjadi bagian dari solusi dan pemain utama dalam membangun sistem energi yang tangguh, efisien, dan kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa transformasi energi tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang memahami aspek pembiayaan dan investasi energi. Menurutnya, keberhasilan program efisiensi energi tidak dapat hanya mengandalkan regulasi dan teknologi semata.

Mewakili lembaga jasa keuangan, Deputy Commissioner OJK Institute, Fakhri Hilmi, turut menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau dan investasi energi bersih nasional.

Pada sesi pembukaan, Policy Analyst OECD, Cornelia Schenk, menyampaikan bahwa dunia perlu mencapai peningkatan efisiensi energi sebesar 4 persen per tahun hingga 2030 guna mendukung target transisi energi global. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta untuk mencapai target tersebut.

“Pembentukan Secretariat for Energy Efficiency Investment Incubation merupakan langkah penting ke arah tersebut. Lembaga keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam menjembatani kesenjangan antara ide proyek yang potensial dengan implementasi nyata melalui pengembangan instrumen pembiayaan yang efektif dan dukungan terhadap proyek-proyek efisiensi energi,” ungkapnya.

Pelatihan ini membahas berbagai topik strategis, mulai dari pentingnya efisiensi energi, dukungan kebijakan terhadap peningkatan investasi, mekanisme pembiayaan dan mitigasi risiko proyek, hingga pendekatan lembaga keuangan dalam merancang skema pembiayaan yang efektif bagi proyek efisiensi energi.

Pada sesi inti pertama, peserta mendapatkan pemaparan dari Policy Analyst International Energy Agency (IEA), Giulia D’Angiolini, melalui sesi bertajuk Introduction to Energy Efficiency and Enabling Policy Frameworks. Dalam paparannya, Giulia menekankan pentingnya efisiensi energi beserta paket kebijakan pendukung, sekaligus mengulas kondisi kebijakan efisiensi energi yang saat ini berlaku di Indonesia.

Dari sisi kebijakan Kementerian ESDM, Shelty Juliavonni dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi turut menyampaikan standar acuan performa energi guna menyelaraskan kebijakan antarregulator.

Sementara itu, Program Local Representative OECD CEFIM Indonesia, Hakimul Batih, memoderatori diskusi terkait Just Energy Transition Partnership (JETP) dan skema blended finance dalam mendukung pembiayaan transisi energi dan efisiensi energi di Indonesia. Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas lembaga jasa keuangan serta pengembangan proyek hingga mencapai tahap bankable.

Pelatihan hari pertama ditutup dengan sesi yang menghadirkan Senior Assistant Director Direktorat Keuangan Berkelanjutan OJK, Yuki Yasarani. Dalam kesempatan tersebut, Yuki membagikan berbagai wawasan penting mengenai JETP Indonesia, membedah Energy Efficiency Guidebook for Financial Institutions, serta memaparkan instrumen keuangan untuk efisiensi energi.

Rangkaian pelatihan akan berlanjut pada hari kedua dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai instrumen keuangan dan analisis finansial. Selain itu, peserta juga akan dibekali materi terkait penilaian risiko proyek efisiensi energi beserta mekanisme mitigasinya. Sebagai penutup sesi aplikatif, pelatihan akan diakhiri dengan perancangan program pembiayaan efisiensi energi yang efektif serta kerja kelompok untuk mempresentasikan hasil rancangan program tersebut.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PPSDM KEBTKE terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di sektor ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, dan konservasi energi. Penguatan kapasitas SDM di bidang pembiayaan efisiensi energi diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem investasi energi yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta mampu mempercepat pencapaian target transisi energi nasional.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik Nasional, PPSDM KEBTKE dan ENTREV Latih Siswa SMK Bidang SPKLUMEDAN – Pusat Pengem...
21/05/2026

Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik Nasional, PPSDM KEBTKE dan ENTREV Latih Siswa SMK Bidang SPKLU

MEDAN – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) bekerja sama dengan ENTREV menyelenggarakan Pelatihan Teknis dan Sertifikasi Persiapan Uji Kompetensi Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (SPKLU) pada tanggal 19–21 Mei 2026 di Medan. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan kelistrikan dari berbagai wilayah di Sumatera Utara sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan SDM ketenagalistrikan guna mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, khususnya dalam pengoperasian dan pemeliharaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik langsung terkait pengoperasian SPKLU roda empat, regulasi pendukung, hingga implementasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan energi masa depan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, fluktuasi harga BBM yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu menjadi salah satu alasan perlunya percepatan penggunaan kendaraan listrik. Kendaraan listrik dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan karena biaya operasionalnya relatif lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga dapat membantu menekan emisi karbon dan mendukung target transisi energi berkeadilan yang tengah didorong pemerintah.

Mundhakir juga menjelaskan bahwa keberadaan SPKLU menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Oleh karena itu, diperlukan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang instalasi serta pengoperasian SPKLU agar infrastruktur pengisian daya dapat berkembang secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Ia berharap para peserta pelatihan, khususnya siswa SMK jurusan listrik, dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja di sektor energi dan kendaraan listrik yang terus berkembang pesat. Dengan kompetensi yang dimiliki, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari transformasi energi nasional dan mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang kuat di Indonesia.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi antara lain sekilas KBLBB dan SPKLU, regulasi pendukung dan implementasi ekosistem kendaraan listrik, pengoperasian dan pemeliharaan SPKBLBB roda empat, serta praktik pengoperasian SPKLU secara langsung dengan narasumber Budiman R. Saragih, S.T., M.T.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PPSDM KEBTKE bersama ENTREV terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan SDM unggul dan tersertifikasi untuk mendukung pengembangan energi bersih dan percepatan transisi energi di Indonesia.
-
Hotline PPSDM KEBTKE: 0822 2000 2239
Marketing PPSDM KEBTKE: 0858 8504 6880 (Nico)
dan
BPSDM ESDM

Address

Jalan PONCOL RAYA NO. 39, CIRACAS
Jakarta
13740

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:30

Telephone

(021) 8729101-06

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPSDM Kebtke KESDM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PPSDM Kebtke KESDM:

Share