06/11/2017
Shalom saudara - saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Semoga selalu dalam lindungan dan berkat-Nya.
Kami dari Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) Shekinah, membuka pendaftaran SEP Umum Angkatan 32, bagi saudara-saudari yang dipilih Tuhan untuk menyebarkan kabar baik.
Adapun SEP Umum merupakan Sekolah yang memberikan pengajaran bagi anak-anak Tuhan di Gereja Katolik, untuk semakin memahami makna perutusan yang diberikan kepada kita semua.
Mengikuti SEP Umum, tidak hanya akan mendapatkan materi-materi di atas, namun juga sebuah komunitas baru dan tentunya sebuah keluarga baru bagi saudara-saudari sekalian.
Di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari, mari kita luangkan waktu untuk memuliakan nama Tuhan dengan berkomunitas.
Bersama SEP, beberapa kesaksian telah disampaikan, antara lain:
Cornelius Tannawi
Saya berprofesi sebagai Akuntan, Konsultan Pajak dan Pengacara (khususnya di bidang perpajakan). Saya ikut SEP Shekinah mulanya ikut teman/mendampingi teman. Awalnya sangat khawatir apakah bisa mengikuti SEP sampai selesai. Setelah ikut sesi demi sesi ternyata menarik dan bahkan ada kerinduan datang lebih awal padahal takut kalau diminta berdoa dan sharing iman dimanapun tapi setelah ikut SEP dan singkat cerita, semua masalah kekhawatiran itu sirna dan ikut sampai selesai bahkan dapat predikat peserta teladan. Memang Tuhan itu luar biasa, seorang awam yg tidak aktif, sekarang mulai rindu baca kitab suci, ikut seminar2 rohani dan ikut melanjutkan bina lanjut pendalaman iman dll. Memang Tuhan itu ajaib dan mulai berkarya di dalam hidupku.
Elisabeth Cynthia
Masalah Hidup sungguh berat. Rumah tangga, keuangan, bahkan penyakit yang bertahun2 jadi beban hidup saya juga. Hampir tidak dapat lagi di jalanin dengan _mengandalkan kekuatan sendiri._
Setelah mengikuti SEP. *Iman ku bertumbuh.* Ekaristi yang biasa saya rasakan sbg suatu kewajiban menjadi suatu *Kerinduan*. Yang dulu merasa tidak ada waktu Berdoa dan membaca Alkitab menjadi suatu *Kerinduan*.
Setiap bangun pagi yang hanya mengeluh, "kapan masalah ini berlalu" sekarang menjadi *Mengucap Syukur dan berdoa*.
Semua keluargaku merasakan perbedaanku. Beban Penyakit yang saya derita dan pergumulan hidupku semua saya gantikan dg mengucap Syukur dan mengandalkan Tuhan