30/05/2026
kita sering terpaku pada standar pasar internasional. Namun, jika kita melihat lebih dalam pada kekayaan Batu Permata nusantara, ada tiga komoditas yang menurut saya memiliki potensi apresiasi nilai yang sangat menarik bagi para kolektor.
Pertama, Opal Indonesia yang punya karakter play of color yang berani. Kedua, Sapphire Kalimantan yang dikenal memiliki kejernihan dan intensitas warna khas yang mulai langka. Terakhir, Giok nabire maupun kebumen yang sering kali diremehkan, padahal secara struktur memiliki kualitas yang sangat solid jika diproses dengan presisi.
Menurut kalian, dari ketiga jenis batu ini, mana yang punya prospek pertumbuhan nilai paling menjanjikan di masa depan? Tulis di komen d**g