21/11/2017
MANTAN ORANG BAIK
Sebut saja nama sahabat saya Rama, seseorang yang sangat berdedikasi dalam pekerjaannya, bersemangat dan berhasil memberikan nilai tambah besar dalam setiap tugas yang di embannya.
Semua orang di perusahaan mengetahui dan bahkan mengakui jasa-jasanya, banyak sudah yang di bimbingnya menjadi pegawai hebat.
Belakangan ada perubahan yang terjadi, Rama tampak tak bersemangat, tugas-tugas yang di kerjakannya pun hanya sebatas di kerjakan tidak seperti biasanya memberikan efek wow.
Sekalipun hasil pekerjaannya masih memberikan nilai tambah bagi perusahaan
Apa yang terjadi?
Rama merasa bahwa semua upaya yang sudah di berikannya kepada perusahaan tidak memberikan dampak apapun pada dirinya
Dia sudah banyak menghebatkan rekan-rekan kerjanya...
Beberapa melambung tinggi dengan pencapaian luar biasa, bahkan mendapatkan perhatian dari manajemen direktorat nya dan terus di dorong dan di berikan kesempatan.
Yang menarik adalah mereka yang dulunya di didiknya mulai menganggap Rama hanyalah seorang pecundang dan mulai memandangnya sebelah mata.
Bahkan ada juga yang menjegalnya dengan cara yang tidak apik.
Setahap demi setahap Rama merasa mulai tersingkirkan
Memang ada istilah "bila Anda tidak mampu berubah maka Anda akan tersingkirkan"
Hanya saja Rama merasa bahwa dia sudah melakukan perubahan dan mampu beradaptasi dengan pekerjaannya bahkan memberikan hasil
Dia merasa bahwa apa yang terjadi hanya persoalan siapa yang hasil kerjanya di munculkan dan dianggap berprestasi
Sementara ada banyak yang berprestasi termasuk dirinya namun tak di lihat bahkan tidak di apresiasi
Rama merasa pertumbuhan nya stagnan.
Tujuan pencapaiannya dalam 5 tahun kedepan mulai memudar, pikirannya mulai menggapai-gapai apa yang mungkin terjadi.
Rencana-rencana hidup nya mulai terasa gamang.
Mmmhhhh...
Menurut Anda terjadikah cerita Rama sahabat saya ini dalam lingkungan kerja Anda?
Atau bahkan mungkin Anda yang mengalaminya.
Yupp...
Kisah Rama boleh jadi adalah kisah klise yang kerap terjadi di berbagai perusahaan dan organisasi
Hallo Effect seringkali menjadi wabah bagi pemimpin organisasi dalam memberikan apresiasi.
Hanya melihat mereka yang berprestasi di dekatnya saja.
Mereka yang boleh jadi menggunakan metode "Management Window"
Agar diingat oleh pimpinannya.
Apalagi bila si pimpinan merasa bahwa dia satu "genk" dengan rekannya.
Boleh jadi memang karena sistem penilaian yang belum mampu memotret pencapaian prestasi individu di dalam teamnya.
Atau memang penyakit "s**a - tidak s**a" yang menjadi landasan penilaian kinerja.
Di satu sisi, berbagai macam kondisi dan keadaan yang terjadi di perusahaan/organisasi memang belum sempurna.
Namun bila kita mencoba untuk merefleksi kembali...
"Hey!!!
Bukankah... ?
Dimanapun Anda berada...
Apapun posisi Anda...
Di dalam sistem apapun yang di bangun...
Siapapun Anda...
Bagaimanapun kondisi Anda...
Selalu saja...
Ada persoalan...
Ada ketidaknyamanan...
Ada kekecewaan...
Yupp...
Bila Anda masih merasakan itu semua maka Anda Harus merasa bersyukur...
Lho... Kok malah bersyukur...
Gak salah denger
Yaa... Bersyukur...
Karena itu berarti Anda masih Hidup! Allah masih memberikan Anda kesempatan untuk menjadi Pemenang
Lantas bagaimana dengan kekecewaan, tidak dihargai, di zolimi
Guru saya Dr. Ary pernah berkata
"Bila kita berbuat baik, dan berharap balas kebaikan dari Mahluk (Manusia) Bersiaplah Kamu untuk Kecewa"
"Berbuatlah baik karena Allah, maka jiwa akan tentram dan terbebas dari penyakit kecewa"
Saudaraku...
Manusia punya kecendrungan untuk mengambil keuntungan yang bjsa didapat bagi dirinya.
Manusia bisa berubah bila sudah merasa terdesak
Mereka yang Anda bantu belum tentu akan membantu Anda kembali terlebih lagi menghargai Anda.
Cukup
Lakukan saja yang terbaik dalam semua aspek kehidupan Anda dan serahkan kepada Allah.
Maka Anda akan terbebas dari penyakit hati.
Dan selalu menjadi orang baik
Selalu Gigih Berjuang
Selalu Sederhana
Selalu Tersenyum...
Dan...
Selalu berupaya jadi orang baik yaa gaes...
😊😊😊