28/12/2023
Asslm'alkm wr wb.
Cerita singkat dr mbah yai ARWANI
kudus
Mbah Arwani lahir pada hari Selasa Kliwon pukul 11.00 siang tangga l5 Rajab 1323 H bertepatan dengan 5 September 1905 M di kampung Kerjasan, Kota Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Amin Said dan Hj Wanifah.
Mbah Arwani menekuni Al-Qur'an sejak kecil. Ada p**a saudaranya yang menekuni Al-Qur'an, dan sama-sama jenius dan bahkan hafal Al-Qur'an (hafidz) dalam usia kanak-kanak.
Sebagian guru yang mendidik KH. M. Arwani Amin di antaranya adalah KH. Abdullah Sajad (Kudus), KH. Imam Haramain (Kudus), KH. Ridhwan Asnawi (Kudus), KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), KH. Muhammad Manshur (Solo), KH. M. Munawir (Yogyakarta) dan lain-lain.
Beliau mengajarkan al-Qur’an pertama kali sekitar tahun 1942 di Masjid Kenepan Kudus yaitu setamat nyantri dari Pesantren al-Munawir Krapyak, Yogyakarta. Pada periode ini santri-santri beliau kebanyakan berasal dari luar kota Kudus.
Seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit santri beliau semakin bertambah banyak dan bukan hanya dari Kudus dan sekitarnya, tapi ada yang berasal dari luar propinsi bahkan dari luar p**au Jawa. Kemudian beliau membangun sebuah pondok pesantren yang diberi nama quran-kudus Yanbu’ul Qur’an yang berarti Sumber al-Quran. Pondok pesantren ini didirikan pada tahun 1393 H/1979 M.
Pesantren Yanbu’ul Qur’an Adalah pondok huffadz terbesar yang ada di Kota Kudus. Santrinya tak hanya dari kota Kudus. Tetapi dari berbagai kota di Nusantara. Bahkan, pernah ada beberapa santri yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Karena berbagai kelebihannya, Mbah Arwani Kudus juga dikenal sebagai wali. Lazimnya waliyullah, Mbah Arwani juga memiliki karomah yang luar biasa. Karomah adalah keistimewaan yang biasanya terjadi pada waliyullah.
Berikut ini adalah beberapa karomah Mbah Arwani yang dihimpun oleh Saifur Ashaqi (Alumni PTYQ Pusat) dan bersumber dari KH Manshur Maskan dan KH Sa’dullah Royani dan dimuat di laman Laduni.id.