04/07/2025
Di balik secangkir Pring Coffee, ada perjalanan panjang yang tak banyak orang tahu.
🌱 Semua dimulai dari hutan bambu di kampung kami. Para petani bambu menanam dan merawatnya dengan penuh kesabaran, tanpa pupuk kimia, tanpa merusak alam. Bambu dipanen saat waktunya matang – kuat, lentur, dan siap diolah.
Bambu-bambu itu kemudian berpindah ke tangan pengrajin lokal. Mereka bukan sekadar pekerja, tapi seniman. Dengan alat sederhana dan keterampilan turun-temurun, setiap batang bambu diserut, dipoles, dan dibentuk jadi kemasan kopi dan gelas minum.
Proses ini memakan waktu berhari-hari – dipilih, dikeringkan, dibersihkan, lalu diuji satu per satu. Tak ada cetakan massal. Semua handmade. Hasilnya? Tiap gelas punya bentuk, corak, dan karakter unik. Seperti manusia, tak ada yang sama.
Dan di sanalah Pring Coffee tinggal – kopi rempah yang diracik dari jahe, gingseng, kelor, temulawak, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis.
Kami kemas bukan hanya untuk diminum, tapi untuk dirasakan sepenuhnya: dari aroma rempah, hangatnya bambu di genggaman, sampai kisah petani dan pengrajin di baliknya.
🌿 Manfaat minum kopi dari gelas bambu:
– Menjaga suhu hangat lebih lama
– Tidak mengubah rasa asli kopi
– Bebas bahan kimia atau plastik
– Lebih tenang, lebih membumi
– Ramah lingkungan dan bisa digunakan ulang
Kami menyebutnya kemasan penuh makna bukan cuma wadah, tapi pesan. Tentang kearifan lokal, tentang keberlanjutan, dan tentang bagaimana kopi bisa menyatukan kita dengan alam.
Yuk, rasakan kopi rempah dari gelas bambu.
Karena kopi yang baik, pantas punya rumah yang baik.