27/09/2018
:. Walimah Planning: Bugdet Dulu, atau Konsep Dulu?
Nggak sedikit calon pasangan berikut orang tuanya ada yang berselisih soal rancangan pernikahan (baca: walimah) mereka. Salah satu pihak menginginkan walimahan anaknya diselenggarakan di gedung, sementara pihak lain, justru walimahnya pengin yang sederhana saja, di masjid. Atau bahkan ada juga karena pertimbangan budget, pengin nikahannya cukup akad saja, mungkin plus tasyakuran mengundang tetangga sekitar saja.
Masalah budget walimah ini memang menjadi masalah cukup serius, baik di pihak ikhwan maupun akhwat. Saya sebagai owner dari syar’i wedding organizer tahu seberapa budget yang diperlukan untuk mengadakan sebuah paket walimah dari yang hemat hingga yang lumayan good. Nah, tentu saja biaya walimah tersebut jika tidak disiapkan dari jauh-jauh hari, bagi keluarga yang terbilang ekonominya pas-pasan, akan menjadi persoalan sendiri.
Nah, jauh sebelum berbicara budget, sejatinya yang perlu dan penting untuk jadi bahan pemikiran sekaligus perbincangan adalah masalah konsep pernikahan (walimah) itu sendiri. Alasan kuatnya karena konsep walimah itulah yang akan menentukan budget walimahnya yang dibutuhkan berapa. Maka tentang konsep ini sebelum dibicarakan dengan sang calon, harus dulu klir di keluarga masing-masing. Sebab akan runyam masalahnya, jika konsep ini sudah dibicarakan di keluarga calon sementara masing-masing tidak membicarakan ke keluarganya.
Konsep walimah seperti apa yang diinginkan, atau yang jauh lebih penting adalah konsep walimah seperti apa yang dikehendaki oleh Islam. Harus dibedakan antara konsep yang diinginkan vs yang dikehendaki oleh Islam. Karena kalo berbicara yang diinginkan, sementara tidak dipandu yang dikehendaki oleh Islam, maka balik lagi timbul masalah tadi. Tentang konsep walimah syar’i yang dikehendaki oleh Islam, sudah sedikit banyak saya share di tulisan-tulisan saya. Mulai dari urusan baju, dandanan, hingga ke pengaturan tamu, sampai masalah ritual di dalam walimah itu sendiri.
Jika masalah konsep walimah syar’i ini klir dari A-Z di keluarga masing-masing, baru kemudian berbicara kepada keluarga calon. Jika disitu sudah ada titik temu, baru kemudian berbicara budgetnya berapa. Nah, ketika berbicara budget juga tidak boleh lepas dari tuntunan atau anjuran Islam, agar tidak berlebihan, tidak dimaksudkan untuk pamer, gengsi, sombong dan sebagainya.
Sehingga disinilah menjadi penting, jangan hanya karena gara-gara budget yang tak terjangkau diantara kedua keluarga, akhirnya pernikahan batal dilaksanakan. Sebab walimah itu hanya mewakili sebuah pesta, justru yang malah menjadi penting itu di ritual akad nikahnya, dimana didalamnya ada ijab-qabul, sebagai salah satu syarat menikah. Maka jika konsep walimah syar’i sudah disepakati dan ternyata budget tak mencukupi, maka cukup akad nikah dan sedikit tasyakuran kecil-kecilan bisa menjadi solusi.
Semoga tulisan ini bermanfaat, bagi yang sedang menuju ke pernikahan. InsyaAllah di lain tulisan akan saya kupas berapa budget yang diperlukan untuk sebuah pernikahan sederhana. Dan juga kira-kira berapa dana yang kita saving untuk persiapan walimahan. InsyaAllah.
Sodaramu