14/05/2026
Shalom, 13 May 2026
2 Tawarikh 9-12, Mazmur 91, Amsal 13, Wahyu 13 (Done. Amin)
Rhema :
2 Tawarikh 10:14 “Ayahku telah memberatkan tanggunganmu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu…”
Damai di Dalam Hikmat.
שָׁלוֹם בְּתוֹךְ חָכְמָה
Shalom Betokh Chokhmah
Renungan saya.
Rehabeam memilih menjawab dengan keras dan mengikuti suara anak-anak muda yang penuh ego daripada mendengar nasihat yang membawa damai. Akibatnya, perpecahan besar terjadi di tengah bangsa Israel.
Ayat ini mengajarkan bahwa keputusan yang diambil tanpa hikmat dan kerendahan hati dapat melukai banyak orang. Kadang seseorang merasa bahwa bersikap keras menunjukkan kekuatan, padahal mencari perdamaian justru membutuhkan kekuatan jiwa yang lebih besar.
Umat Tuhan dipanggil untuk tidak hidup dalam egoisme yang memicu perpecahan. Sebelum mengambil keputusan, belajarlah mendengar dari berbagai sisi dan membawa semuanya kepada Tuhan dalam doa. Hikmat Tuhan membuat seseorang mampu menjawab dengan kasih, tenang, dan membawa pemulihan.
Perdamaian mungkin terlihat lemah di mata manusia, tetapi sebenarnya damai adalah kekuatan yang menjaga hati, keluarga, komunitas, dan pelayanan tetap bersatu.
Karena itu, jangan cepat bereaksi dengan emosi atau gengsi. Mintalah hikmat Tuhan supaya setiap perkataan dan keputusan membawa sukacita dan bukan perpecahan.
Refleksi : Orang yang penuh hikmat tidak membangun tembok perpecahan, tetapi membangun jalan perdamaian. Dan hati yang mau merendahkan diri akan dipakai Tuhan membawa sukacita
bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.