Muslim Family of Mathematics and Natural Sciences [MILIS ITB]

Muslim Family of Mathematics and Natural Sciences [MILIS ITB] Assalamu'alaikum sahabat, page ini adalah sarana silaturrahim muslim FMIPA ITB.Silakan dinikmati indahnya ukhuwah disini :)

Alhamdulillah sedikit ilmu menyambut bulan ramadhan
30/04/2019

Alhamdulillah sedikit ilmu menyambut bulan ramadhan

Kajian Sains Islami MILIS dan Ifthar (KASSMIR) 2.0 mempersembahkan "Penentuan Awal Ramadhan" dengan pembicara Evan Irawan Akbar, S.Si, M.Si. File materi (pre...

Mangga diisi kuesioner kedua dari kami.Tertanda: Penguin MILIS ITB 2017Link:
16/01/2018

Mangga diisi kuesioner kedua dari kami.

Tertanda: Penguin MILIS ITB 2017

Link:

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatu Alhamdulillah MILIS FMIPA ITB 2017 telah mencapai titik akhir ceritanya. Pada kesempatan kali ini, kami dari Penguin MILIS FMIPA ITB 2017 membuat kuesioner sebagai evaluasi keberjalanan MILIS 2017. Form tersebut akan dibagi menjadi beberapa partisi yang men...

Mangga diisi kuesionernya!
29/12/2017

Mangga diisi kuesionernya!

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatu Alhamdulillah MILIS FMIPA ITB 2017 telah mencapai titik akhir ceritanya. Pada kesempatan kali ini, kami dari Penguin MILIS FMIPA ITB 2017 membuat kuesioner sebagai evaluasi keberjalanan MILIS 2017. Form tersebut akan dibagi menjadi beberapa partisi yang men...

[PMB MILIS 2017 "SPEKTRUM" versi KURMA]AlhamdulillahTelah dilaksanakan kumpul bersama Muslim FMIPA ITB 2017 dan pengenal...
13/08/2017

[PMB MILIS 2017 "SPEKTRUM" versi KURMA]

Alhamdulillah
Telah dilaksanakan kumpul bersama Muslim FMIPA ITB 2017 dan pengenalan tempat-tempat di ITB.

Tunggu saja videonya

[SYIAR DAN MEDIA MILIS - Dokumentasi PMB-GIC 2017 ala MILIS FMIPA ITB]Alhamdulillah telah lahir dokumentasi full video P...
11/08/2017

[SYIAR DAN MEDIA MILIS - Dokumentasi PMB-GIC 2017 ala MILIS FMIPA ITB]

Alhamdulillah telah lahir dokumentasi full video Penerimaan Mahasiswa Baru sesi Gamais Information Center tahun 2017 ala MILIS FMIPA ITB...
Mangga like dan subscribe akun kita... =)

Link: https://youtu.be/eVrIv93kOtw

----------------
Lembaga Dakwah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam MILIS ITB

Idline :
Facebook: www.facebook.com/muslimmipaITB (Fanpage) | www.facebook.com/MUSLIMFMIPAITB (Akun)
Youtube : www.youtube.com/channel/UCiP5k7xHcm80W1wYem-V1KQ
Instagram : muslimmipaITB
Ask.fm : muslimmipaITB
Twitter : muslimmipaITB
Wordpress: https://milisfmipaitb.wordpress.com/

[[Form Rencana Studi – Part 1: Pengenalan]]==================================Assalamu’alaykum warga MILIS yang berbahagi...
06/08/2017

[[Form Rencana Studi – Part 1: Pengenalan]]
==================================

Assalamu’alaykum warga MILIS yang berbahagia!
Kali ini MILIS ITB akan menginfokan sesuatu yang penting, yaitu tentang FRS. Hah apa itu FRS? Pasti penasaran kan? Yuk cekidot dibaca dan dipahami!

- Apa itu FRS?
FRS adalah singkatan dari Form Rencana Studi. Untuk definisi aslinya bisa dilihat di buku akademik. Jadi ini sistem pendaftaran kuliah kita nantinya. Di sini kalian akan disuguhkan dengan banyak pilihan mata kuliah yang bisa kalian ambil di semester terkait. Ibarat kalian mendaftar kelas gitu.

- Mengapa harus FRS?
Salah satu alasan utamanya adalah supaya terdaftar di rektorat bahwa kita mengambil mata kuliah tersebut yang nantinya keluar hasil belajar selama satu semester perkuliahan. Jadi kalau kalian tidak mengambil suatu mata kuliah, maka nilai tidak akan keluar.

- Apa saja syarat-syarat FRS?
Syarat-syarat FRS tentu saja sudah lunas pembayaran UKT (atau BPP) semester sebelumnya dan mendaftar pada semester sebelumnya. Syarat tersebut mengantarkan kita pada pengisian FRS nantinya. Jadi kalau kalian belum lunas BPP semester sebelumnya, kalian nggak bisa mengisi FRS. Namun ternyata ada tambahan lagi nih, yaitu tidak memiliki masalah akademik maupun nonakademik. Kalian bisa cek masalah ini di web kalian masing-masing, yaitu di daftar aplikasi > Status dan Hasil Mahasiswa > Daftar Riwayat Kasus Akademik.
Setelah kalian mengisi FRS, kalian wajib banget datang untuk menemui dosen wali kalian. Nah untuk kasus ini tergantung dosennya, karena bisa jadi dosennya adalah dosen yang s**a approve langsung tanpa ketemuan. Jadi lebih baik tanya dulu ke dosen wali perlu ketemuan atau tidak, dan ketemuan kapan dan dimana.
Isi sudah, dosen wali sudah oke, terus? Nah jangan lupa untuk mengecek di akun kalian, apakah benar dosen wali sudah approve atau belum. Kalau sudah approve, berarti kelar deh tugas kalian.
Oh iya satu lagi, setelah semuanya kelar, setiap mahasiswa wajib banget untuk mencetak KSM masing-masing. Untuk apa? Bukti bahwa kalian masuk di kelas tersebut dan telah terdaftar di sana. Untuk dapat melakukan ini, kalian wajib bayar UKT semester terkait (semester ini) atau tercatat menunda pembayaran UKT semester ini. Jadi jangan sampai lupa bayar UKT ya, kawan-kawan!

- Adakah hal-hal yang harus diperhatikan?
Ada, dan banyak sekali. Pertama, kalian haruslah mahasiswa jurusan (bukan mahasiswa TPB, karena mahasiswa TPB tidak perlu mengikuti FRS). Kedua, kalian wajib sekali lulus TPB. Kenapa? Jika kalian belum lulus TPB (termasuk belum lulus minimal 1 mata kuliah TPB), maka kalian harus mengambil mata kuliah tersebut.

Kita juga ada tips dan update patch terbaru nih seputar FRS tahun ini. Apakah itu? Yuk simak baik-baik pos kita selanjutnya!

----------------
Lembaga Dakwah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam MILIS ITB

Idline :
Facebook: www.facebook.com/muslimmipaITB (Fanpage) | www.facebook.com/MUSLIMFMIPAITB (Akun)
Youtube : www.youtube.com/channel/UCiP5k7xHcm80W1wYem-V1KQ
Instagram : muslimmipaITB
Ask.fm : muslimmipaITB
Twitter : muslimmipaITB
Wordpress: https://milisfmipaitb.wordpress.com/

[MIKA - MILIS (ikut) KAJIAN]Tema Kajian: Ngebet TaklimPemateri: Ust Hanan Attaki, Lc.Waktu: Rabu, 2 Agustus 2017, setela...
04/08/2017

[MIKA - MILIS (ikut) KAJIAN]

Tema Kajian: Ngebet Taklim
Pemateri: Ust Hanan Attaki, Lc.
Waktu: Rabu, 2 Agustus 2017, setelah Maghrib – 21.00
Tempat: Masjid Agung Trans Studio Bandung, Kota Bandung
Peresume: Rafi Ichwan dan Khalili Yasir (Fisika 2014)
Editor: Ridho Pasopati (Matematika 2014)

(Resume diizinkan oleh peresume untuk diedit sesuai kaidah EBI)
Kita mampu ke masjid untuk shalat berjamaah dan menghadiri majelis-majelis ilmu karena rahmat dari Allah SWT. Ada sebagian orang merasa kesulitan untuk mengikuti shalat berjamaah, padahal jaraknya (posisinya, red) ke masjid dekat.

Allah SWT berfirman,
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).*

Allah memberikan ganjaran kepada kita minimal 10 kali lipat pengorbanan kita. Hal ini juga merupakan rahmat Allah (yang tiada bisa dihitung banyaknya, red). Bukan hanya kita memperoleh pahala ketika kita menghadiri majelis ilmu, namun juga masih banyak hal lainnya yang membuat kita memperoleh pahala. Hal ini juga merupakan rahmat Allah. Jarak yang kita tempuh, kesulitan yang kita hadapi untuk sampai ke majelis ilmu, dan shalat berjamaah yang kita lakukan bersama para pencari ilmu juga Allah berikan ganjaran kepada kita. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَـمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ.

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” (H.R. Muslim, nomor 2699)**

Prinsip pahala dalam mengajak orang untuk mengikuti majelis ilmu diibaratkan Multi-Level Marketing (MLM), orang tersebut mendapatkan pahala sebanyak orang yang diajaknya tanpa mengurangi pahala yang dia peroleh. Apabila kita meringankan beban saudara di dunia, Allah meringankan beban di akhirat. Beban di akhirat jauh lebih besar (berat, red) daripada beban di dunia. Al-Quran menjelaskan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi ketika berbicara tentang hari kiamat. Lain halnya ketika berbicara tentang dunia, Al-Quran menjelaskan kepada kita perhiasan dan kesenangan dunia. Kita sudah mendapatkan banyak masalah yang membuat kita merasa kesulitan ketika di dunia, apalagi nanti di hari kiamat. Maka dari itu menghadiri majelis-majelis ilmu menjadi salah satu cara untuk memudahkan kita di akhirat kelak.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR Al-Bukhari, nomor 660, 1423, 6479, 6806)***

Mengajak orang-orang untuk menghadiri majelis ilmu termasuk dalam perkara “seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah”. Maka dari itu, ajaklah sebanyak mungkin teman-temanmu untuk menghadiri majelis ilmu.

Referensi:
*) Tuasikal, Muhammad Abduh. 2013. Tak Sanggup Menghitung Nikmat Allah. https://rumaysho.com/3347-tak-sanggup-menghitung-nikmat-allah.html
**) Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 2007. Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga. https://almanhaj.or.id/2307-menuntut-ilmu-jalan-menuju-surga.html
***) -------. 2015. Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah Azza Wa Jalla pada Hari Kiamat. https://almanhaj.or.id/4203-tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat.html

Ilustrasi: http://islamiccenterofbigrapids.org/img/Halaqah.jpg

----------------
Lembaga Dakwah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam MILIS ITB

Line :
Facebook: www.facebook.com/muslimmipaITB (Fanpage) | www.facebook.com/MUSLIMFMIPAITB (Akun)
Youtube : www.youtube.com/channel/UCiP5k7xHcm80W1wYem-V1KQ
Instagram : muslimmipaITB
Ask.fm : muslimmipaITB
Twitter : muslimmipaITB
Wordpress: https://milisfmipaitb.wordpress.com/

[BESOK GENGS !!!]Ada yang baru nihhhAda apaan tuh?Jadi gini, ehmmm, itu, etaaaaJadi kita bakal buka stand di GIC, yeaayy...
03/08/2017

[BESOK GENGS !!!]

Ada yang baru nihhh
Ada apaan tuh?

Jadi gini, ehmmm, itu, etaaaa

Jadi kita bakal buka stand di GIC, yeaayy

Penasaran penasaran?

Sok langsung aja dateng besok ke stand MILIS yaakk

[Q&A MILIS]Pertanyaan dari Diandra“Kenapa LGBT dilarang dalam islam? Apa dampak buruknya bagi masyarakat? Aku pengen jaw...
11/07/2017

[Q&A MILIS]
Pertanyaan dari Diandra
“Kenapa LGBT dilarang dalam islam? Apa dampak buruknya bagi masyarakat? Aku pengen jawaban logis yang bisa diterima sama orang2 nonis kak. Tapi pake dalil juga boleh hehe makasih kak (thankyou)”

Jawaban kita: Karena berkaitan dengan iman kepada Qada dan Qadar, yaitu fitrah manusia diciptakan berpasang-pasang. Untuk pernyataan terakhir kita sarankan bukan bertujuan untuk hal tersebut, melainkan untuk kembali tadabbur Al-Quran, karena sejatinya masih banyak hal yang kita perlu tahu.

Uraian:
- Apakah LGBT itu?
LGBT atau GLBT adalah akronim dari "le***an, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. – Wikipedia.org

le***an/les·bi·an/ /lésbian/ n wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya*; wanita homoseks. – KBBI
* kata “-nya” di sini meruju kepada wanita, dan jenis yang dimaksud adalah manusia.

Gay adalah sebuah istilah yang umumnya digunakan untuk merujuk orang homoseksual atau sifat-sifat homoseksual. – Wikipedia.org

homoseksual/ho·mo·sek·su·al/ /homoséksual/ a dalam keadaan tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama. – KBBI

biseksual/bi·sek·su·al/ /biséksual/ a 1 mempunyai sifat kedua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan); 2 tertarik kepada kedua jenis kelamin (baik kepada laki-laki maupun kepada perempuan). – KBBI

Orang transgender adalah orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan seksnya yang ditunjuk saat lahir. – Wikipedia.org

- Mengapa LGBT dilarang dalam Islam?
Allah SWT berfirman:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah, 2:2)
Artinya segala ayat dalam Al-Quran tidak diragukan lagi kebenarannya.

Dan juga

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ﴿٨٠﴾إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian* mengerjakan perbuatan fahisyah** itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf/7: 80-81]
*kalian di sini merujuk kepada kaum lelaki
** Fahisyah artinya keji atau jelek.

Jadi ternyata Nabi Luth a.s. berdakwah pada saat itu kepada orang-orang Homoseksual loh! Allah langsung mengazabnya karena seorang nabi pun tak mampu mengubah kaum s***m, sehingga Allah menggantinya dengan kaum yang baru. Dapat disimpulkan secara tersirat bahwa Homoseksual dilarang dalam Agama Islam. Akibatnya, Le***an dilarang dalam Agama Islam meskipun obyeknya adalah wanita. Biseksual dilarang karena bisa mengarah kepada salah satu hal tadi, sedangkan Transgender melawan kodrat manusia.

- LGBT menyalahi Qada dan Qadar

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 59)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu* sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum, 30:21)
* kata “-mu” di sini merujuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Logisnya, “jenis” yang dimaksud adalah manusia. Karena para nabi berjenis kelamin laki-laki, maka dapat disimpulkan bahwa “jenismu” ini merujuk kepada manusia berjenis kelamin laki-laki.

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan,

جميع المخلوقات أزواج: سماء وأرض، وليل ونهار، وشمس وقمر، وبر وبحر، وضياء وظلام، وإيمان وكفر، وموت وحياة، وشقاء وسعادة، وجنة ونار، حتى الحيوانات [جن وإنس، ذكور وإناث] والنباتات
“Setiap makhluk itu berpasang-pasangan. Ada langit dan bumi. Ada malam dan ada siang. Ada matahari dan ada rembulan. Ada daratan dan ada lautan. Ada terang dan ada gelap. Ada iman dan ada kafir. Ada kematian dan ada kehidupan. Ada kesengsaraan dan ada kebahagiaan. Ada surga dan ada neraka. Sampai pada hewan pun terdapat demikian. Ada juga jin dan ada manusia. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada p**a berpasang-pasangan pada tanaman.”

Hal yang kita bisa ambil adalah kita diciptakan berpasangan laki-laki dan perempuan karena terkait dengan proses regenerasi manusia yang membutuhkan pembuahan antara laki-laki dengan perempuan.

Allah Swt berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ (12)
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (13)
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (14)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (14)” (QS Al-Mu’minun, 23:12-14)

Dan sains telah membuktikan hal di atas loh!

- Hadits yang Memperingatkan LGBT
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا
“Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 (no. 7337)]

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat orang yang merubah batas tanah. Allah melaknat orang yang menyesatkan orang yang buta dari jalan. Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya. Allah melaknat orang yang menyandarkan diri pada selain tuannya. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth .” (HR. Ahmad, 1: 309. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid, perawinya shahih)

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ
“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ
“Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup p**a wanita kepada wanita]

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah liwat kecil, yakni laki-laki yang menggauli istrinya di lubang duburnya” [HR Ahmad : 6667]

Beberapa dampak yang ditimbulkan banyak nih
1. Benci kaum wanita (baca Q.S. Hud, 11:78-80)
2. Efek terhadap syaraf dan otak (mengabaikan perintah Q.S. Ar-Ruum, 30:21)
3. Kurang dalam pelampiasan nafsunya (lihat lagi Q.S. Ar-Ruum, 30:21)
4. Merusak organ kelamin
5. Terkena penyakit kelamin
6. Mengancam eksistensi manusia

Mohon maaf untuk pernyataan terakhir kita tidak menyarankan untuk dilakukan karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati manusia dan bahasan mereka sudah berbeda dengan bahasan kita. Tetaplah pandai-pandailah mengambil manfaat dan meninggalkan perkara yang sudah jelas diharamkan dalam Al-Quran dan Sunnah. Sifat manusia yang mampu berpikir ini perlu digunakan semaksimal mungkin. Namun jangan lupa adab dalam berpikir tetap kita pegang, karena bisa jadi salah jika kita salah dalam mengaitkan suatu hal dengan yang lainnya.

Wallahu a’lam

----------------
Lembaga Dakwah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam MILIS ITB

Idline :
Facebook: www.facebook.com/muslimmipaITB (Fanpage) | www.facebook.com/MUSLIMFMIPAITB (Akun)
Youtube : www.youtube.com/channel/UCiP5k7xHcm80W1wYem-V1KQ
Instagram : muslimmipaITB
Ask.fm : muslimmipaITB
Twitter : muslimmipaITB
Wordpress: https://milisfmipaitb.wordpress.com/

-----------------
Revisi:
Transliterasi Ibnu katsir yang seharusnya "...langit dan bumi...", bukan "...matahari dan bumi..."

📲 [Q&A MILIS] 📲Pertanyaan dari Rahman“Assalaamualaikum. Kang, kalau misalnya sikap kita terhadap pemimpin dholim itu men...
09/07/2017

📲 [Q&A MILIS] 📲

Pertanyaan dari Rahman
“Assalaamualaikum. Kang, kalau misalnya sikap kita terhadap pemimpin dholim itu mendoakan dan tetap sabar mematuhinya. Nah, kalau sikap kita terhadap pemimpin yang kafir gimana ya? Syukron kang”

😉Jawaban kita: patuh kepadanya selama keputusannya tidak menyimpang ajaran Islam

Uraian:
Nah pembahasan kita sebenarnya sudah masuk ke ranah ijtihad para ulama, bukan lagi ke dalil-dalil utama yang ada. Oke kita bahas.

Tidak semua sistem pemilihan menerapkan musyawarah (yang wajib dianjurkan oleh Islam). Contohnya sistem pemilihan presiden di Indonesia.

Sistem pemilihan pemimpin di Indonesia adalah voting, atau suara terbanyak, dan itupun masih banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi. Namun sayangnya, calon pemimpin yang dibolehkan tidak menyangkut agama yang dia anut atau kesehariannya (bukan hanya track record). Sistem ini cukup menguntungkan Islam karena Indonesia mayoritas beragama Islam. Namun demikian, sistem ini justru menjadi pisau bagi kaum Muslim jika akhirnya kepemimpinan jatuh ke tangan orang yang tidak diharapkan (nggak cuman orang kafir loh). Jadi para ulama sepakat nih mengecap hukum “haram” dalam memilih pemimpin kafir (nggak cuman dilihat dari agamanya saja ya).

Seiring perkembangan dan juga waktu, pasti ada kan kasus-kasus seperti terpaksa pemimpin kafir memegang kepemimpinan karena calonnya adalah orang kafir atau beberapa calon yang beragama Islam tidak mendukung kepentingan umat. Ibarat sudah ada larangan terlambat, tetapi kamu tetap saja terlambat karena hal-hal logis. Ada dua kemungkinan: kamu dilarang masuk atau kamu tetap diizinkan masuk dengan beberapa hukuman. Analog dengan kasus ini, kamu boleh untuk meninggalkan dia atau tetap mengikuti dia dengan beberapa konsekuensi. Namun perlu diingat, ada juga loh pemimpin non-Muslim yang masih mau membantu Muslim terlepas dari niat dia, masa mau ditinggalkan? Jadi perlu dipikir-pikir terlebih dahulu sebelum memutuskan, karena yang dituntut oleh Allah bukan hanya “apa” yang diperintahkan, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana” perintah tersebut dilaksanakan yang sebagian besar didapatkan jawabannya dari berpikir secara logis, ilmiah, dan sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadits.

Biar kelihatan menjawab, kita coba menukil sebuah fatwa dari ulama.

Fatwa-fatwa yang disampaikan para ulama di atas, berdasarkan hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu,

بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ

“Kami berbaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu mendengar dan taat kepada pemimpin, baik dalam s**a maupun benci, sulitan maupun mudah, dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian melihat kekufuran secara nyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.” (Muttafaq ‘alaih)

Sudah jelas bahwa kita tidak boleh memberontak sebelum kita melihat “kekufuran” secara “nyata” dan “memiliki bukti yang kuat dari Allah”. Kekufuran bisa berarti banyak hal dan haruslah nyata benar dengan saksi sesuai dengan ketentuan (untuk bukti nyata, ambil gambar tersebut, tetapi jangan disebarkan sebelum kalian melapor kepada pihak yang berwenang). Dengan demikian kita harus patuh dan taat ketika pemimpin tidak melakukannya secara nyata atau memiliki bukti yang kuat.

Wallahu a’lam

Terima kasih atas pertanyaannya Rahman, semoga terjawabb yaa... buat sahabat MILIS sekalian, jangan ragu bila memiliki pertanyaan. Sampaikan saja! Insya Allah kami jawab sebaik mungkin 😊 Ditunggu yaa

Revisi:

- Sumber gambar dari Yu-Gi-Oh! Trading Card Game - Royal Decree

- Untuk definisi "kafir" di sini kita tidak menyebut orang tersebut bukan beragama Islam, melainkan beragama Islam namun tidak tahu tentang aturan dalam Islam. Jadi kita menggunakan kata "kafir" beserta pembagiannya. Untuk lebih lengkapnya, baca di sini >> http://al-badar.net/pengertian-dan-macam-macam-kafir/

[[DO and DON’T – IDUL FITRI]] - PART 2Assalamu’alaykum, warga MILIS yang berbahagia!Pos kali ini kita bahas tentang hal-...
24/06/2017

[[DO and DON’T – IDUL FITRI]] - PART 2

Assalamu’alaykum, warga MILIS yang berbahagia!
Pos kali ini kita bahas tentang hal-hal TIDAK dianjurkan pada perayaan Idul Fitri. Mimin bahas cuman sebagian besar saja, karena DON'T di sini banyak banget...

1] MAIN PETASAN
Waduh kali ini jangan main dulu ya, karena banyak orang, apalagi waktu silaturahim.

2) PEGANGAN TANGAN DENGAN WANITA BUKAN MAHRAM
Nah meskipun di dalam masyarakat memang sudah terlalu menjamur stigma bahwa saudara sendiri adalah mahram, ada beberapa orang di dalam saudara kita bukan termasuk mahram, loh! Siapakah itu? Orang-orang yang bukan merupakan keturunan minimal kakek dan nenekmu beserta anak-anaknya. Contohnya bibimu adalah saudari dari ayahmu, jadi suami dari bibimu tersebut bukan mahram, apalagi sepupu kamu. Mau tau lengkapnya? Lihat di bagan bagian bawah.

3) BERPUASA
Tanggal 1 Syawal termasuk hari yang diharamkan berpuasa.

4) MAKAN BANYAK
Meskipun bulan Ramadhan sudah lewat, tetapi tidak diperbolehkan untuk makan secara berlebihan.

5) MUDIK KE RUMAH ORANG YANG BUKAN SAUDARANYA
Daripada kamu malu datang ke sana terus ditanya "Kapan nikah," lebih baik mudik ke saudara sendiri saja.

6) BUKA BERSAMA
Nah kali ini nih kalau Buka Bersama di bulan Ramadhan selalu wacana, akhirnya pengen ngadain buka bersama di bulan Syawal. Alasannya biar kekinian gitu. Padahal jangan sampai buka bersama temen-temen yang nggak puasa atau sudah selesai puasa sunah. Akibatnya bergantilah nama menjadi "buka sendiri".

7) BEGADANG DAN BERISIK PADA MALAM HARI SEBELUM SHALAT ID
Nah kali ini, jangan dilakukan dulu ya. Banyak orang mau istirahat karena besok shalat Idul Fitri.

8) MEMINTA MAAF TANPA ADA KESALAHAN
Sebagian besar meminta maaf karena sudah tradisi lebaran. Eh tapi kalau kamu nggak punya salah, jangan minta maaf kepada orang lain ya! Ibarat kalau kesalahan adalah hutang, kamu nggak punya hutang tapi kamu melunasi hutang. Kan jadi aneh.

9) PERANG KELOMPOK
Diharapkan bagi teman-teman untuk menyebarkan pesan ini. Daripada polisi melarang takbir keliling karena sering bentrok, lebih baik diingat-ingat kembali bahwa perang itu tidak baik. Satu perlakuan suatu kelompok bisa berdampak pada orang lain loh. Masa mau sih mencemari hari Raya kita sendiri?

10) MENYEBARKAN HADITS PALSU
Hadits palsu mirip seperti suatu perkataan dari orang lain namun orang tersebut sesungguhnya tidak mengatakan hal demikian. Contohnya nih ada broadcast bahwa "barangsiapa yang sujud lama pada saat rakaat kedua maka..." dari seseorang. Sudah pasti hadits tersebut palsu. Hal yang lebih berbahaya yaitu menyebarkan hadits palsu.

11) BERANGKAT KE KANTOR
Sudah jelas selain Anda lembur, lebih baik Anda memanfaatkan waktu Anda untuk bersilaturahim dengan keluarga, tetangga, dan sanak saudara.

12) BOLOS SEKOLAH ATAU KANTOR
Sudah jelas, tidak perlu dibahas.

13) MEMBUAT TRADISI YANG MENYIMPANG
Kalau kata orang sih, ini termasuk bidah. Menyimpang di sini diartikan sebagai tidak ada dasar yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan bertujuan tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah ﷺ. Contohnya setelah shalat Id lalu ke makam. Kalau sekadar mendoakan seseorang yang diperbolehkan dan memang hanya hari itu dia bisa ke makam, ya sudah tidaklah mengapa. Selain itu, jelas tidak ada dasar dan tujuannya pun tidak jelas.

14) BERPAKAIAN SAMPAI MEMPERLIHATKAN AURAT
Ini nih sesuatu yang tidak diperbolehkan, apalagi dalam Al-Quran.

15) MENYEBARKAN HOAX
Lihat poin ke 10.

16) ENGGAN DATANG KE TETANGGA ATAU KERABAT
Sebenci-bencinya antum kepada tetangga, tidak dianjurkan atau bahkan dilarang untuk tidak mengunjungi tetangga atau kerabat.

17) NGAMPUS TANPA ALASAN YANG JELAS
Kalau ngampus sekadar main Dota, lebih baik jangan ngampus lah.

18) MENGUNJUNGI TEMPAT YANG TIDAK DIANJURKAN UNTUK DIKUNJUNGI
Tempat-tempat yang tidak dianjurkan untuk dikunjungi adalah Game Online, tempat prostitusi, bar dan kafe, warung makan, dan lain-lain. Game Online hanya akan membuang waktu berhargamu di hari raya, tempat prostitusi hanya akan membuat amalan Ramadhan-mu tercoreng, bar dan kafe jangan sampai membeli sesuatu yang memabukkan, dan warung makan akan membuang energimu karena sebagian besar warung makan tutup pada hari raya.

19) LUPA SHALAT ID
Keutamaan Shalat Id sangatlah banyak. Namun jika terlupakan, keutamaan tersebut akan hilang. Alangkah baiknya shalat Id berjamaah karena hukumnya fardhu 'ain.

20) LUPA MEMATIKAN LISTRIK, AIR, DAN MENITIPKAN HEWAN PELIHARAAN SAAT MUDIK
Sudah jelas jangan sampai lupa, kawan!

Masih banyak lagi hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada hari raya, seperti berlebihan dalam merayakannya, menyerupakan perayaan hari raya Idul Fithri dengan hari raya yang lain, dan sebagainya. Tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi kita bahwa ternyata ada ribuan bahkan jutaan hal yang ternyata tidak perlu atau bahkan dihindari pada saat hari Raya Idul Fithri, meskipun beberapa ada yang tidak jelas. Semoga bermanfaat!

Referensi:
1] Piko JM. 2016. 10 Sunnah Rasulullah di Hari Raya Idul Fitri. http://blog.act.id/10-sunnah-rasulullah-di-hari-raya-idul-fitri diakses tanggal 23 Juni 2017.
2] Al-Balitariyyah, Ummu Shofiyyah. 2011. Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri. https://ummushofi.wordpress.com/2011/08/26/amalan-sunnah-di-hari-raya-idul-fitri/ diakses tanggal 23 Juni 2017.
3] 2017. Sunnah Id yang Hampir Terlupakan. http://almakassari.com/artikel-islam/fiqh/sunnah-ied-yang-hampir-terlupakan.html diakses tanggal 23 Juni 2017.
4] Tuasikal Muhammad Abduh, MSc. 2008. Bimbingan Idul Fitri. https://muslim.or.id/370-bimbingan-idul-fitri.html diakses tanggal 23 Juni 2017.
5] Purnamasari, Niken. 2017. MUI: Takbir Keliling di Malam Idul Fitri Hukumnya Sunah. https://news.detik.com/berita/d-3539905/mui-takbir-keliling-di-malam-idul-fitri-hukumnya-sunah diakses tanggal 23 Juni 2017.

Ilustrasi: http://1.bp.blogspot.com/-NK4_f1IN5Vs/VgIJTnyNwGI/AAAAAAAAEPs/LDrKTieqq6M/s1600/Ied.jpg
Bagan: http://2.bp.blogspot.com/-C7Qh2-ohQIU/UV8AOxXhyEI/AAAAAAAABnM/-3t3qv-OMhw/s1600/poster+mahram+bagi+lelaki+dan+batas+pergaulan.jpg

Penulis: Ridho Pasopati (Matematika, 2014)

Revisi: poin ke-3 awalnya "haduh jangan berpuasa deh. Apalagi..." kemudian dihapus menjadi "Tanggal 1 syawal..." supaya tidak terjadi multitafsir.

----------------
Lembaga Dakwah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam MILIS ITB

Idline :
Facebook: www.facebook.com/muslimmipaITB (Fanpage) | www.facebook.com/MUSLIMFMIPAITB (Akun)
Youtube : www.youtube.com/channel/UCiP5k7xHcm80W1wYem-V1KQ
Instagram : muslimmipaITB
Ask.fm : muslimmipaITB
Twitter : muslimmipaITB
Wordpress: https://milisfmipaitb.wordpress.com/

Address

Bandung
40132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Muslim Family of Mathematics and Natural Sciences [MILIS ITB] posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share