Cinta Balikpapan

Cinta Balikpapan Donasi untuk Balikpapan

PENTING, tentang kecerdasan.
29/06/2019

PENTING, tentang kecerdasan.

Pelajaran dari Adam: Potensi Kecerdasan Anak


Dalam Kekristenan masa kini, banyak orang mengalami kesembuhan ilahi, terjadi secara instan dan tanpa medis. Saya pribadi mengalami kesembuhan ilahi lima kali untuk penyakit berbeda sehingga saya sangat percaya pada mujizat kesembuhan. Namun jika TUHAN bisa menyembuhkan penyakit, mengapa TUHAN tidak bisa menyembuhkan kebodohan? Kenapa tidak ada cara instan “mereparasi” otak padahal otak ada dalam tubuh juga? TUHAN bisa sembuhkan kanker otak namun kenapa tidak menambah kecerdasan orang yang sangat bodoh secara IQ?

MANUSIA DICIPTAKAN SEGAMBAR & SERUPA TUHAN

Menurut saya, TUHAN hanya memberikan mujizat untuk hal-hal yang mustahil. Kebodohan tidak ada dalam kamusnya TUHAN. Saya adalah orang yang sangat yakin TUHAN menciptakan manusia serupa dan segambar dengan TUHAN sendiri maka tidak ada manusia bodoh.

Tugas pertama Adam adalah menamai seluruh binatang yang TUHAN ciptakan. Apa susahnya buat TUHAN memberikan nama untuk binatang? Namun mengapa TUHAN menugaskan Adam? TUHAN sudah memberikan potensi kepada Adam dan TUHAN mau Adam menggunakan potensinya itu untuk berkuasa atas bumi, termasuk menamai binatang. TUHAN tahu Adam mampu mengenali setiap binatang dan menyadari dirinya berbeda dari binatang-binatang tersebut. TUHAN ingin Adam mengenal dirinya dan potensinya.

SEMBILAN POTENSI KECERDASAN MANUSIA

Dari riset dunia ada 9 tipe kecerdasan manusia yakni spatial (kuat dalam konsep ruang), natural, musikal, logika, kinestik, linguistic, eksistensial, interpersonal dan intrapersonal. Manusia bisa memliki satu saja atau dua kecerdasan atau dalam bahasa saya potensi. Jadi ngga ada manusia yang terlahir tanpa potensi. Begitu juga dengan anak kita. Semua anak memiliki potensi namun tugas orangtua untuk menemukan dan menumbuhkan potensi tersebut.

Dalam tradisi Yahudi, ibu yang dianggap paling mengenal anaknya. Contoh di Alkitab adalah Esau dan Yakub. Ribka tahu Yakub suka di dalam kemah, sedangkan Esau senang berburu dengan panah. Esau dan Yakub meski kembar, mempunyai potensi berbeda. Contoh lain adalah ke-12 suku Israel. Ada 12 macam berkat spesifik yang diberikan oleh Yakub kepada masing-masing anak. Saya percaya ada 12 potensi kecerdasan manusia namun belum dipetakan oleh sains masa kini karena baru ada 9 tipe kecerdasan saja.

PERAN ORANGTUA MAKSIMALKAN POTENSI ANAK

Namun sayangnya kadang orangtua abai pada potensi anaknya sendiri. Orangtua memaksakan anak untuk bisa musik padahal anaknya jago basket. Sebaliknya ada yang pengen anaknya jadi dokter sementara anaknya ini kuat dalam menggambar (spatial) yang bisa jadi arsitek. Berdasarkan penelitian, anak autis biasanya lemah di bahasa (komunikasi) namun kuat di spatial. Anak autis lebih baik diberikan permainan Lego, menggambar daripada menghafal lagu.

Karena itu para ortu, kenali potensi kecerdasan anak Anda. Berikan berbagai pilihan yang mengarah pada ke-9 potensi tersebut namun di saat anak usia 6 tahun hingga remaja, fokuslah pada potensinya. Dengan fokus pada potensi anak, orangtua ngga galau menghadapi masa depan anak. Anak pun tidak terbeban menjalankan hidup atau frustasi karena menuruti cita-cita idaman orangtua. Jika anak Anda sudah berbakat besar di musik, tidak ada salahnya difokuskan pada pendidikan musik sejak dini tanpa masuk kuliah.

KIAT HIDUP BERDAMAI DENGAN POTENSI ANAK

1) Jangan memaksakan anak menjadi seperti keinginan orangtua. Tetapi paksakan diri Anda menjadi orangtua yang memaksimalkan potensi anak Anda.

2) Jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan saudara kandungnya apalagi sama anak orang lain. Semua anak punya potensi berbeda-beda. Pilih kasih akan berakibat seperti Yusuf yang dimusuhi saudara-saudaranya.

3) Bersyukur! Terimalah anak Anda apa adanya. Banggalah pada dirinya dan biarlah anak Anda merasakan Anda mengasihinya. Anak Anda bahagia, Anda pun hidup damai bebas stres.

Sadarilah hidup anak berbeda dengan hidup orangtuanya. Sebagai orangtua, Anda tidak selamanya hidup namun Anda bisa menyiapkan kehidupan anak Anda sesuai potensi kecerdasannya agar hidup penuh sukacita dan luar biasa. Tuhan Memberkati....(Monique Rijkers, cuplikan materi dari Cara Mendidik Anak Ala Orang Yahudi yang disampaikan di depan WBI GBI-Jakarta Juni 2019)

penting untuk dibaca.
29/06/2019

penting untuk dibaca.

Pelajaran dari Yakub: Kreatif Positif


Banyak orangtua berharap anaknya kelak mempunyai pekerjaan tertentu karena dianggap gaji besar, masa depan menjanjikan dan nyaman. Tidak sedikit orangtua mendorong anak memilih bidang studi “apa saja” yang penting bisa cepat selesai kuliah dan bisa jadi ASN. Padahal sesuai tulisan dari materi parenting Hadassah of Indonesia tentang potensi anak, idealnya anak bekerja di bidang yang sesuai potensi kecerdasannya.

TUHAN mau manusia bekerja maka enam hari lamanya TUHAN sediakan untuk bekerja dan satu hari untuk beristirahat dari pekerjaan dan fokus pada TUHAN. Tetapi bekerja seperti apa? Idealnya bekerja secara kreatif dan hasilnya positif. Yakub adalah contoh terbaik tentang kreatif (banyak akal) yang negatif. Saking kreatifnya Yakub menipu kakaknya Esau untuk menukar hak kesulungan dengan semangkuk sup kacang merah. Yakub bukan hanya menipu kakaknya tetapi Yakub juga setuju untuk mengelabui ayahnya sendiri yang setengah rabun karena tua. Dengan kulit bulu binatang, Yakub menyamar menjadi Esau.

BEKERJA SEPENUH HATI AKAN MENGHASILKAN IDE KREATIF

Dari seorang penipu, Yakub akhirnya tertipu saat Yakub bekerja pada mertuanya, Laban. Setelah tujuh tahun bekerja sebagai gembala kambing-domba Laban, Yakub tetap disuruh bekerja selama tujuh tahun lagi. Yakub menerima permintaan mertuanya dan meminta Laban memberikan upah berupa domba hitam, kambing berbintik dan kambing belang (Kejadian 30:32). Patut diingat domba hitam sangat jarang dan masa itu belum ada pengetahuan tentang genetika.

Selama tujuh tahun pertama, Yakub dengan tekun memperhatikan kebiasaan ternak sehingga Yakub tahu kapan waktu berkelamin, mana hewan yang kuat dll. Yakub mengamati tanaman yang ada di padang rumput saat ia bekerja dan bisa mengetahui tumbuhan yang baik untuk hewannya.

Kejadian 30:37 menyebutkan Yakub memberikan dahan pohon hawar (green poplar), badam (hazel) dan berangan (almond) dalam tempat air minum hewan ternaknya. Dari riset, saya temukan Hazel dipercaya untuk kesuburan di abad pertengahan. Kulit almond digunakan untuk pakan ternak dan batang pohon hawar tampak belang-belang seperti tampak dalam gambar. Tanpa pengetahuan genetika, Yakub melakukan metode kreatif sehingga bisa memiliki ternak yang banyak. Yakub bisa memiliki domba hitam, kambing belang dan berbintik yang secara logika jarang.

KREATIF TANPA PENGENALAN AKAN TUHAN SIA-SIA

Dari mana Yakub mendapat ide? Saat bertemu TUHAN di Betel, Yakub berjanji akan memberi sepersepuluh dari yang diberikan TUHAN (Kejadian 28:22). Karena nazar itulah, saya percaya TUHAN turun tangan. Kejadian 31:10-31 mencatat intervensi TUHAN pada Yakub setelah dicurangi Laban. Tanpa melalui pengalaman di Betel, Yakub hanya menjadi Yakub yang artinya penipu. Namun setelah Betel, Yakub berubah menjadi Israel dan lihatlah keturunan Israel sekarang, menjadi bangsa yang inovatif.

Ide kreatif bisa diberikan oleh TUHAN jika kita bekerja sungguh-sungguh, tekun dan untuk TUHAN (dalam hal Yakub, ia ingin kasih sepersepuluh dari hasil kerjanya). Dengan potensi kepandaian yang diberikan TUHAN kepada manusia, setiap orang bisa menjadi pekerja yang kreatif. Kreatif belum tentu positif. Contoh kreatif negatif dari kisah dalam Alkitab misalnya membuat Patung Lembu Emas atau Menara Babel. Contoh di masa kini, seorang ahli kimia bisa menjadi produsen narkoba, ahli komputer menjadi hacker, gubernur bisa kreatif menyiasati anggaran dan korupsi, dll. Kepandaian dan kreativitasan digunakan untuk hal-hal yang negatif (merusak) bukan hal-hal positif (membangun).

MENDIDIK ANAK MELALUI BETEL

Karena itu mendidik anak tujuannya bukan hanya menjadikan anak kita pintar tetapi juga memiliki pengenalan akan TUHAN. Setiap orangtua perlu menanamkan pengenalan akan TUHAN sejak kecil dan setiap anak perlu mengalami “Betel”. Tanpa TUHAN, ibaratnya anak kita tidak punya pegangan.

Tujuan pengenalan akan TUHAN:

1) Percaya TUHAN Sumber Berkat
Tidak ada istilah “tempat basah” di sistem Kerajaan Surga. Didiklah anak kita untuk percaya bahwa TUHAN yang memberikan berkat sehingga ia tidak menghalalkan segala cara.

2) Jujur
Yakub berkata kepada Laban, “Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari” (Kejadian 30:33). Meski dicurangi, diperlakukan tidak adil, mata TUHAN melihat kerja keras Yakub dan memberikan hak Yakub.
Ingat ayat ini, “Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat” (Yesaya 61:8). Anak belajar jujur sejak di rumah. Orangtua jangan ajar bohong jika Anda mau anak Anda hidup jujur.

3) Mengandalkan TUHAN
Dalam dunia kerja banyak hal yang sulit, berat dan bahkan mustahil untuk dilakukan. Persaingan bisnis menuntut ide segar, cara kreatif dan terobosan baru. Sama seperti Yakub yang melakukan “terobosan genetika” di luar ilmu pengetahuan yang ada, anak kita pun bisa mengalami terobosan baru dalam keilmuan/pekerjaan. Ajari anak Anda meminta ide yang baru dari TUHAN. Ide bisa datang dari membaca Alkitab. Kolose 2:3 sebab di dalam Dialah (Yesus) tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

4) Menghargai Proses dan Menikmati Kerja Keras
Tujuh tahun pertama bagi Yakub adalah proses adaptasi. Tujuh tahun kedua adalah saatnya kerja kreatif. Didiklah anak untuk menghargai proses dan menikmati kerja keras. Apresiasi hasil usaha anak yang melibatkan proses seperti membuat kue atau membuat prakarya sendiri. Pujilah setiap hasil kerja anak meski belum sempurna, misal menyapu tapi masih kotor agar anak memahami proses dan kerja keras adalah keharusan.

Mendidik anak untuk bisa bekerja itu tidak cukup. Anak kita bisa melakukan lebih dari sekadar “datang, kerja rutinitas, pulang dan terima gaji” karena anak bekerja dengan kreatif (berkarya) [Monique Rijkers, pendiri Hadassah of Indonesia, dari Materi Parenting untuk WBI GBI, Juni 2019]?

09/03/2019

Ayam Panggang Iloni Khas Gorontalo by Diyah Kuntari by Diyah Kuntari {2Juni2017} Selamat berpuasa semua..di bulan ramadhan ini berusaha membatasi pake gadget tp gatel bgt pengen nulis resep hehe. Komentarku buat ayam panggang iloni ini rasanya enak banget, wis gtu aja..selamat mencoba ya Hasil jadi:...

Address

Jalan Marsma R. Iswahyudi, RT. 4, No. 16A/Sepinggan Raya
Balikpapan
76115

Telephone

082255226947

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cinta Balikpapan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share