GBI House Of Grace

GBI House Of Grace Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from GBI House Of Grace, RUKO TEMATIK PASAR PARAMOUNT BLOK K10/16, tangerang banten.

01/05/2016

"Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan." Markus 5:25

Tak ada manusia di dunia ini yang mau hidup dalam masalah dan penderitaan yang berkepanjangan. Di perhadapkan dengan masalah sedikit saja orang mudah sekali mengeluh, bersungut-sungut dan stres. Mengalami penderitaan sebentar saja orang sudah menjerit dan meronta-ronta. Kabar buruknya: masalah atau penderitaan dapat menimpa semua orang tanpa terkecuali, tanpa mengenal status dan usia, dan datangnya tak pernah bisa diduga atau ditebak. S**a tidak s**a, mau tidak mau, kita harus siap menghadapinya.

Ada seorang perempuan yang menderita selama 12 tahun karena sakit pendarahan. Tak bisa dibayangkan betapa menderitanya ia. Bisa dikatakan segala aspek kehidupannya ikut menderita. Mengalami pendarahan selama 12 tahun adalah sebuah penderitaan fisik yang luar biasa. Normalnya seorang perempuan mengalami masa datang bulan (menstruasi) selama 3-4 hari. Karena mengalami pendarahan selama bertahun-tahun keadaan fisik perempuan itu semakin memburuk. Mungkin saja badannya sudah kurus kering, seperti tinggal tulang. Selain itu ia juga mengalami penderitaan ekonomi karena uang dan harta bendanya kemungkinan sudah ludes untuk biaya berobat selama sakit. Tertulis: "Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya..." (ayat 26). Sudah berobat kemana-mana namun hasilnya nihil. Dalam Injil Lukas 8:43 disebutkan bahwa sakit pendarahan yang dialami oleh perempuan itu "...tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun."

Karena sakit pendarahan yang menahun ini perempuan tersebut juga mengalami penderitaan batin. Bagi orang Yahudi, orang yang mengeluarkan lelehan darah dalam kurun waktu lama dan tidak semestinya adalah hal yang menajiskan. "Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis." (Imamat 15:25).

Sakit tak kunjung sembuh, perempuan ini mengalami penderitaan lahir dan batin!

07/01/2016

"Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya." Mazmur 25:12

Seorang dapat membuat pilihan hidup yang benar seiring bertambahnya tingkat kedewasaan rohani. Tingkat kedewasaan rohani tidak ada kaitannya dengan usia, tingkat sosial atau berapa lama menjadi Kristen, tapi berbicara tentang pertumbuhan iman di dalam Tuhan dan bagaimana mengaplikasikan ajaran firman ke dalam kehidupan nyata. Seseorang dikatakan dewasa rohani bila memiliki pancaindera yang terlatih, sehingga mampu membedakan yang baik dari pada yang jahat (baca Ibrani 5:14). Dengan kata lain orang yang dewasa rohani adalah orang yang takut akan Tuhan; dan terhadap orang yang takut akan Dia Tuhan akan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya (ayat nas).

Rasul Paulus berdoa untuk jemaat di Filipi: "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus," (Filipi 1:9-10). Untuk memiliki hati yang takut akan Tuhan kita harus bertumbuh dalam kasih dan memiliki pengenalan (pengetahuan) yang benar akan Tuhan. Jadi kasih dan pengetahuan adalah dua hal yang saling melengkapi dan tak terpisahkan. Saat kita bertumbuh dalam kasih dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, kita beroleh kekuatan untuk membuat pilihan hidup yang benar. Saat kita memilih beribadah kepada Tuhan artinya kita datang ke gereja bukan hanya sebagai rutinitas belaka, melainkan bersedia mempersembahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada Tuhan. "...supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1).

Ibadah sejati berbicara tentang ketaatan, kesetiaan dan pengabdian kita kepada Tuhan. Kita berserah secara total kepada Tuhan dan percaya kepada setiap rencana-Nya. Inilah yang mendorong kita untuk menuruti firman-Nya dan mengikuti jalan-Nya, karena kita tahu bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita.

"Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya." Mazmur 25:10

06/01/2016

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. (Filipi 4:6)

Sebagai langkah persiapan dalam menjalani tahun 2016 ini, marilah kita semua orang-orang yg percaya kepada Tuhan belajar tentang cara mengatasi kuatir. Seperti hari, bulan, musim dan tahun akan terus silih berganti tiada henti sampai harinya Tuhan tiba, dan selama itu p**alah akan selalu ada hal-hal yg kita kehendaki atau tidak kehendaki, terjadi dalam hidup ini, termasuk juga dalam th 2016. Kita perlu belajar dari Tuhan & firmanNya, tentang bagaimana caranya menghitung hari-hari kehidupan kita agar kita beroleh hati yg bijaksana. Salah satunya adalah agar kita tidak mudah kuatir dalam menjalani hidup ini. Sebab firman Tuhan sudah katakan agar kita jangan kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukup untuk sehari saja. Dan besok ada kesusahannya sediri. (Matius 6:34)

Ada seorang kristen bersaksi bahwa dia sering kuatir dalam hidupnya, karena macam2 hal dalam hidupnya. Suatu ketika dia kuatir tentang hidupnya & masa depannya dll. Bagaimana dia dan keluarganya bisa bertahan hidup, sebab uang simpanannya sudah menipis? Sedangkan usahanya/dagangannya sedang lesu dan sepi pembeli, harga mata uang us dollar naik terus, demikian juga harga barang-barang turut naik. Dia sudah mencoba untuk menjual & memasarkan barang dagangannya dg berbagai cara, tetapi tidak berhasil. Dia bingung, nanti kalau uang simpanannya habis, bagaimana dia & keluarganya bisa melanjutkan hidup mereka? Tetapi ketika beribadah di gereja dia mendengar pastornya/pendetanya berkhotbah tentang nas tsb diatas. Seolah-olah dia mendengar Tuhan meminta kepadanya supaya dia jangan kuatir tentang apapun juga. Daripada kuatir, Tuhan berkata, lebih baik dia menyatakan/mengatakan semua keinginannya & permohonannya kepada Tuhan dalam doa dan ucapan syukur kepadaNya.

Orang kristen ini jadi tersadar, kenapa dia mesti kuatir ? Bukankah masalah usahanya yg lesu ini, barang dagangannya tidak laku, mata uang us dollar yg naik, perdagangan sedang lesu….dll, adalah diluar kendalinya atau diluar kemampuannya untuk mengatasinya dan juga bukan karena kesalahannya. Untuk itu, hanya Tuhanlah Penolongnya yg bisa mengatasinya. Dia teringat akan firman Tuhan bahwa dengan “kuatir”, dia juga tidak bisa memperpanjang umurnya/hidupnya. (Lukas 12:25) Sebab batas umur manusia ada ditangan Tuhan. (Mazmur 39:5) Sehingga akhirnya , dia bisa berdoa dan memohonkan semua keinginannya kepada Tuhan, dan bersyukur kepadaNya bahwa atas semua kasih karuniaNya yg telah memeliharanya dan keluarganya sampai sekarang.

Sebenarnya, memang tidak ada yg perlu kita kuatirkan atau takutkan akan hari besok, tentang apa yg akan kita makan, minum, pakai dll ; kalau seandainya kita tahu bahwa malam ini juga nyawa kita akan diambil Tuhan. Masalahnya adalah kita tidak tahu apa yg akan terjadi malam ini dan juga tidak tahu apa yg akan terjadi besok dan selanjutnya. Oleh sebab itu, yg perlu kita lakukan pada akhir hari itu sebelum kita tidur, adalah berdoa & memohonkan semua keinginan kita dan bersyukur kepadaNya. Bersyukurlah kepada Tuhan akan semua kasih karunia dan kebaikkanNya pada hari tsb. Kemudian katakanlah kepada diri kita sendiri : “Dalam nama Yesus, jikalau Tuhan menghendakinya sesuai dg yg saya rencanakan/inginkan, maka besok saya akan hidup,dan berbuat ini dan itu”.(Yakobus 4:15) Dengan demikian, kita telah berserah penuh kepada Tuhan, percaya kepadaNya, mengandalkan Dia dan tenang menantikanNya. Maka Tuhan pun pasti akan memunculkan kebenaran kita seperti terang dan hak kita seperti siang. (Mazmur 37:5-7) Jadi, kalau Tuhan menghendakinya, maka besok “kebenaran” kita pasti akan terbukti dan rencana tsb pasti akan terlaksana dan menjadi bagian kita. Meskipun kita perlu mempersiapkan rencana untuk besok dan masa depan kita, tetapi janganlah sampai rencana itu sampai dapat menguasai atau mengobsesi kita, sehingga membuat kita kuatir & takut !! Serahkanlah semua kekuatiran kita itu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara kita dan memberi kita kelegaan. (Mazmur 55:23 dan Matius 11:28)

Selanjutnya, ingatlah bahwa semua kesulitan/pencobaan yg kita mungkin akan kita alami dalam tahun ini adalah suatu kesulitan/pencobaan yg biasa saja & tidak akan melebihi kekuatan kita. Dan Tuhan perintahkan agar kita menganggapnya sebagai kebahagiaan/kegembiraan saja, kalau kita jatuh dalam pencobaan. Sebab itu adalah merupakan suatu ujian terhadap iman kita kepada Tuhan. Dan kita pasti akan berhasil melewatinya, kalau kita sungguh percaya kepada Tuhan & firmanNya bahwa Dia oleh Roh Kudus selalu menyertai kita (=Imanuel). Dan ujian iman ini akan membuktikan kemurnian iman kita kepadaNya. (1 Korintus 10:33 dan 1 Petrus 1:6-7)

Doa kami:
Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk tidak menjadi kuatir tentang apapun juga, melainkan berserah kepadaMu, teguh percaya kepadaMu, serta menantikan Engkau. Amin

05/01/2016

"Kamu juga,meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dg Dia (=Yesus), sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dg menghapuskan surat hutang yg oleh ketentuan-ketentuan hukum, mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakanNya dg memakukannya pada kayu salib”. (Kolose 2:13-14)



Di era ini, hutang atau meminjam uang, sudah menjadi bagian dari kehidupan seseorang, apakah itu hutang secara pribadi atau hutang secara perusahaan dll. Namun selain hutang uang, ada juga hutang dalam bentuk lainnya; misalnya: hutang budi, hutang pertolongan, hutang kebaikkan/belas kasihan dll, hutang janji terhadap roh jahat dan hutang dosa/kesalahan/pelanggaran lainnya yg telah kita perbuat terhadap Tuhan sang pencipta kita.

Itulah sebabnya pengaruh hutang sangatlah besar, karena mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan kita. Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, topik yg sangat digemari dalam seminar keuangan biasanya adalah tentang cara-cara agar dapat terlepas dari jeratan hutang. Karena hutang biasanya tidak diberikan kepada kita sebagai peminjam uang dg cuma-cuma, melainkan ada imbalan yg diminta atau biaya yg berkaitan dg hutang tsb. Kalau misalnya, kita pinjam/berhutang kepada bank, maka bank pasti akan membebani kita dg bunga bank & provisi. Kemudian kalau kita terlambat bayar hutang, maka selain bunga bank kita juga akan dikenakan hukuman atau denda yg sangat besar.
Apabila terjadi sesuatu dalam hidup kita, misalnya terkena sakit/musibah, atau kehilangan pekerjaan, atau usaha/bisnis merugi, atau ada kenaikkan harga bahan pokok yg membuat pengeluaran kita bertambah dll; pihak bank atau pihak yg meminjami uang, mereka tidak mau perduli tentang semua hal itu. Kewajiban untuk membayar hutang dan semua beban bunga, denda dll, harus tetap kita bayar. Dan kalau kita meninggal dunia, maka kewajiban bayar hutang itu akan terus melekat & mengikat kepada istri, anak dan keturunan kita.

Itulah sebabnya, kita semua begitu rindu ingin agar dapat segera terlepas dari semua hutang2 didunia ini. Kalau hutang uang atau hutang budi dll, mungkin masih akan mampu kita selesaikan sendiri sebab itu berkaitan dg pelanggaran terhadap hukum/perjanjian antar sesama & hukum yg berlaku didunia. Tetapi kalau tentang hutang janji kepada roh jahat, dan terutama hutang dosa terhadap Tuhan Allah, tidaklah pernah akan dapat kita selesaikan sendiri. Hutang dosa adalah hutang yg berkaitan dg pelanggaran terhadap hukum Allah, Sang Pencipta umat manusia. Dan kalau dosa tidak dilunasi, maka hukumannya atau dendanya kelak adalah dilemparkan kedalam lautan api di neraka. Itulah kematian yg kedua yaitu lautan api. (Wahyu 20:15)

Namun karena begitu besar kasihNya akan dunia ini, dan Tuhan juga tahu akan keterbatasan/kefanaan dari semua manusia ciptaaanNya, maka Tuhan Allah sudah mempersiapkan pertolongan & jalan agar manusia dapat terbebas dari hutang dosa yg tidak mungkin dapat dibayarnya/ditebusnya dg keterbatasannyaitu sehingga mereka dapat selamat dari hukuman. Yaitu Ia sudah menyiapkan secara gratis tebusan bagi dosa mereka semua. Yaitu dengan menganugerahkan/memberikan secara gratis, AnakNya yg Tunggal, Yesus Kristus, firman Allah yg menjadi manusia, untuk menyelamatkan & membebaskan semua orang yg percaya kepadaNya dari hutang dosa, melalui pengorbanan nyawaNya diatas kayu salib sebagai korban penebus dosa semua manusia, sehingga mereka tidak terkena hukuman lagi. (Yohanes 3:16 dan Yesaya 9:5-6 dan Matius 1:21-23) Dan bagi semua orang yg mau percaya kepadaNya, maka mereka semua dapat menjadi pribadi yg merdeka & bebas dari semua hutang dosa yg selalu dituduhkan/didakwakan oleh si jahat seumur hidup kepada mereka. Mereka dibenarkan kembali dihadapan Tuhan Allah, sebab sudah tidak lagi berhutang dosa apapun lagi kepadaNya, dan merekapun bebas dari hukuman.

Selain itu, melalui kematian Tuhan Yesus Kristus diatas kayu salib, kita yg percaya kepadaNya selain dibebaskan dari hutang dosa, juga akan dibebaskan dari semua hutang lainnya. Sebab dg kematianNya atas dosa manusia & melalui kebangkitanNya, maka semua kita juga memperoleh rahmat atau belas kasihan Tuhan, s**acitaNya, damai sejahteraNya dan pemulihanNya dalam kehidupan kita di dunia ini.

Bagi kita yg miskin jasmani/rohani, akan diberikan kabar baik atau kelepasan. Bagi kita yg terikat dg hutang janji kepada si jahat, akan dilepaskan dari semua ikatan/belenggu roh jahat/arwah orang mati, termasuk juga dilepaskan dari ikatan kekuatiran, ketakutan, dendam atau trauma. Bagi kita yg tertindas, akan dibebaskan dari tindasan sakit penyakit, penderitaan serta segala tuduhan/dakwaan. Dan kepada kita yg buta atau tidak peka, akan diubahkan akal budi atau pikiran kita akan dicelikan, agar dapat melihat kesempatan baik/menguntungkan yg ada didepan kita yg perlu diraih sehingga kita dapat melunasi hutang uang dll. Selain itu kepada kita juga diberi hikmatNya, sehingga dapat menilai mana yg baik atau yg berkenan kepada Allah & yg sempurna. (Lukas 4:18-19 dan Kisah Para Rasul 2:36 dan Roma 12:2)

Pertanyaannya adalah maukah kita bertobat dan sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah yg diutus Allah sebagai korban tebusan dosa kita?? Jawaban kitalah yg akan menentukan bagaimana akhir daripada kisah kehidupan kita di dunia yg fana ini.

Doa kami:
Tuhan Yesus, kami mau terus teguh percaya kepadaMu, untuk itu tambahkanlah iman kami selalu ya Tuhan. Amin

04/01/2016

"Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar." 1 Tesalonika 5:6

Semakin bertambahnya tahun semakin bertambah p**a usia kita; semakin bertambahnya tahun berarti semakin dekat p**a hari kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus. Dalam menghadapi tahun yang baru ini tidak ada kata lain selain kita harus memiliki semangat baru, tekad baru dan komitmen baru yang bertujuan agar kehidupan kita jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Harus ada perubahan positif dalam diri kita!

Perubahan itu bukanlah sekedar perubahan fisik semata, tetapi haruslah terutama hal kerohanian. Kalau tahun lalu kita malas dan ogah-ogahan melayani Tuhan, di tahun baru ini mari bertekad untuk bersungguh-sungguh lagi melayani-Nya. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11), sebab “…dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Kalau di waktu lalu kita sayang dan selalu hitung-hitungan bila hendak menabur untuk pekerjaan Tuhan, di tahun ini kita berkomitmen memberi yang terbaik. “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” (Amsal 3:9-10).

Hidup adalah perubahan! Kalau dahulu kita melakukan banyak kesalahan, seharusnya di tahun ini kita belajar untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut; kalau dahulu mudah sekali melihat kekurangan orang lain dan s**a menghakimi, kini belajar untuk selalu mengoreksi diri. “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” (Galatia 6:4). Adalah mustahil kita berubah jika tidak ada kemauan untuk berubah dan tidak mau membayar harga. Hidup kita akan berubah bila kita mau diajar, dibentuk dan dipimpin oleh Roh Kudus. Saat kita dipimpin-Nya kita akan dimampukan untuk tidak lagi hidup dalam kedagingan. “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,” (Efesus 5:18).

Hidup kita akan jauh lebih baik bila kita mau dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari!

03/01/2016

"Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" 2 Tawarikh 20:20

Untuk menyatakan kehendak dan rencana-Nya Tuhan dapat memakai siapa pun yang karib dengan Dia, seperti tertulis: "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14). Jadi "...Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi." (Amos 3:7). Yosafat merespons apa yang disampaikan hamba Tuhan itu dengan sebuah ketaatan.

Ketika berhadapan dengan musuh, Yosafat dan rakyatnya melakukan tindakan yang secara manusia tidak masuk akal. "...ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: 'Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!'" (2 Tawarikh 20:21). Ketika mereka bersorak-sorai memuji Tuhan perkara ajaib pun terjadi. Ada kuasa dalam puji-pujian karena Tuhan bersemayam di atas pujian umat-Nya! (baca Mazmur 22:4). Jika Tuhan di pihak kita siapakah lawan kita? Jika Tuhan berperang bagi kita, adakah yang mustahil bagi Dia? Tidak! Tuhan sanggup mengubah air mata menjadi s**acita, penderitaan menjadi kemenangan yang gilang gemilang. Sesuai dengan arti nama Yosafat, Tuhan tampil sebagai hakim yang membela perkara umat-Nya.

Banyak orang Kristen ketika menghadapi masalah mudah sekali berputus asa dan tawar hati. Mulut mereka serasa terkunci dan enggan memuji Tuhan. Ada p**a yang nekat mengambil jalan pintas dan menyelesaikan masalah dengan kekuatan sendiri. "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." (Amsal 3:5). Orang dunia boleh saja merasa pesimis menghadapi tahun 2016, tetapi sebagai anak-anak Tuhan "...hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat..." (2 Korintus 5:7).

Mari jalani hari-hari di tahun 2016 dengan penuh iman, karena tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang senantiasa berjalan bersama Tuhan!

02/01/2016

"Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pas**an berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." Yesaya 31:1

Hari ini adalah hari pertama di tahun yang baru. Jika memperhatikan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini, secara manusia kita pasti mengalami ketakutan dan kekuatiran. Goncangan terjadi bukan hanya di bidang ekonomi saja, tapi hampir di segala aspek kehidupan terjadi goncangan. Apa yang akan terjadi esok hari? Keadaan akan semakin membaik atau bertambah buruk tak seorang pun manusia yang tahu. Kita hanya bisa menebak, menerka dan mereka-reka. Karena itu "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1).

Menghadapi masa-masa s**ar seperti ini apa yang harus kita lakukan? Apakah kita tetap mengeraskan hati dengan bersandar kepada kekuatan dan kemampuan diri sendiri, atau berharap kepada sesama yang mungkin dapat diandalkan? Alkitab memperingatkan dengan keras: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk." (Yeremia 17:5-6). Kekuatan manusia sangat terbatas dan kita pasti akan kecewa bila berharap kepadanya. "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?" (Yesaya 2:22).

Nabi Yesaya memperingatkan bangsa Israel untuk tidak mencari pertolongan ke Mesir, mengandalkan kuda, kereta dan pas**an berkuda, "Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama." (Yesaya 31:3).

Satu-satunya yang dapat kita andalkan dalam menjalani kehidupan ini hanyalah Tuhan, bukan yang lain!

"Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN." 2 Tawarikh 20:4

Adalah sia-sia menggantungkan harapan hidup kepada manusia dan segala yang ada di dunia ini. kekayaan melimpah takkan sanggup menolong dan menjamin hidup kita.

Tanpa disadari seringkali kita berjalan dengan kekuatan sendiri karena merasa mampu, pintar, kuat, kaya dan berpengalaman. Acapkali ketika menghadapi masalah berat, yang timbul di hati dan pikiran adalah mencari pertolongan kepada sesama. Alkitab menyatakan bahwa orang yang mengandalkan sesamanya disebut orang yang terkutuk, tetapi orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang diberkati. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:7-8). Mengandalkan Tuhan berarti percaya kepada Tuhan dan mengimani janji-janji-Nya apa pun keadaannya.

Yosafat adalah contoh orang yang mengandalkan Tuhan. Nama Yosafat memiliki arti Tuhan adalah hakim. Ia adalah anak Asa, seorang raja yang takut akan Tuhan, sedangkan ibunya bernama Azuba. Yosafat "...hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN." (1 Raja-Raja 22:43). Setiap kali hendak maju berperang Yosafat selalu meminta petunjuk Tuhan sehingga ketika kerajaannya diserang bani Moab, bani Amon dan orang-orang Meunim, ia tahu benar kepada siapa harus bersandar dan berharap. Yosafat membuat keputusan mencari Tuhan dan menyerukan seluruh rakyat untuk berpuasa; dan saat mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan, Tuhan pun menyatakan kehendak-Nya melalui Yahaziel yang dipenuhi Roh-Nya. Berserulah Yahaziel kepada seluruh umat, "Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah." (2 Tawarikh 20:15). Mereka diperintahkan untuk tidak takut, karena Tuhan yang berperang ganti mereka.

Kemenangan tersedia bagi orang-orang yang senantiasa mengandalkan Tuhan!

31/12/2015

"Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan." Yosua 24:24

Hari ini kita berada di penghujung tahun 2015, di ambang tahun yang baru. Sudah menjadi tradisi menjelang pergantian tahun orang-orang tampak hiruk-pikuk menyambut momen ini. Mereka berkumpul menjelang tengah malam pergantian tahun dengan menggelar pesta, konser musik, pawai keliling kota dengan terompet dan juga kembang api. Tak ketinggalan pusat-pusat perbelanjaan juga turut memeriahkan acara tutup tahun dengan memberikan discount besar-besaran; hotel-hotel berbintang pun menggunakan kesempatan emas ini dengan menawarkan paket promo bagi keluarga yang merayakan tahun baru dengan menginap di hotel tersebut.

Bagi orang percaya momen pergantian tahun ini seharusnya menjadi kesempatan instropeksi diri, bukan pesta pora atau berhura-hura. Banyak perkara sudah terlewati sepanjang tahun 2015 ini, dan jika kita bisa menjalaninya serta mampu tegak berdiri sampai detik ini jangan pernah berkata bahwa semua itu karena kebetulan atau karena kuat dan gagah kita, melainkan karena Tuhan yang ada di samping kita: menuntun, menyertai, menopang dan bahkan menggendong kita. Karena itu tidak ada kata lain selain mengucap syukur kepada Tuhan! Kegagalan, keterpurukan, doa-doa yang tidak terjawab sepanjang tahun ini seringkali merupakan akibat dari keputusan-keputusan salah yang telah kita ambil atau pilihan-pilihan hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan pernah mengambinghitamkan orang lain atau keadaan, terlebih-lebih menyalahkan Tuhan, sebab pilihan kita menentukan kehidupan kita di kemudian hari. Marilah mencontoh Yosua yang berani membuat keputusan untuk beribadah kepada Tuhan, tidak seperti kebanyakan orang yang lebih memilih untuk tidak taat dan menuruti keinginan diri sendiri.

Yang lalu biarlah berlalu! Jadikan hal itu sebagai pelajaran berharga dan guru terbaik. Bersyukurlah jika kita masih beroleh kesempatan dari Tuhan untuk memperbaharui komitmen kita.

"Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" Ibrani 4:7

30/12/2015

"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Yosua 24:15b

Yosua masih berusia muda ketika keluar dari Mesir. Ia adalah asisten pribadi Musa yang setia selama empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun, dan termasuk dalam 12 orang yang ditugaskan Musa mengintai negeri Kanaan selama 40 hari (baca Bilangan 13).

Ia dan Kaleb adalah dua orang yang memberikan laporan hasil pengintaiannya secara positif. Dari laporan tersebut terlihat bahwa Yosua adalah orang muda yang penuh iman. Apapun iman itu timbul dari pendengaran firman (baca Roma 10:17). Artinya iman di dalam diri Yosua terbentuk bukan secara kebetulan, atau terjadi secara instan, melainkan ada harga yang telah ia bayar yaitu melalui persekutuan yang karib dengan Tuhan. Karena memiliki hati yang takut akan Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan sungguh ia pun dipercaya Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menggantikan Musa. "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya." (Ulangan 31:7).

Tuhan menghendaki kita pun membuat pilihan hidup yang benar seperti Yosua yaitu beribadah kepada Tuhan. Definisi ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan untuk mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, bukan sekedar melakukan kegiatan atau aktivitas gerejawi. "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan," (Yesaya 29:13). Ibadah sejati adalah hidup yang dipersembahkan kepada Allah. "...kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1). Hidup yang dipersembahkan berarti: di mana pun, kapan pun dan dalam situasi apa pun kita mau tunduk sepenuhnya dalam pimpinan Roh Tuhan; yang kudus berarti kita mau dipisahkan dan dikhususkan untuk Tuhan.

Seseorang beribadah kepada Tuhan apabila hidup dalam ketaatan dan tidak berkompromi dengan dosa.

29/12/2015

"...kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu," Ulangan 30:19

Kitab Ulangan adalah kitab yang berisi amanat perpisahan Musa yang mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel. Waktu itu mereka sudah mencapai tahap akhir dari pengembaraannya di padang gurun dan siap memasuki Kanaan.

Musa hendak menegaskan dan meyakinkan orang-orang Israel bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan, mengingatkan lagi bagaimana Tuhan memimpin dan menyertai mereka melalui padang gurun dengan peristiwa-peristiwa besar yang telah dikerjakan-Nya sebelum ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Yosua. Musa juga mendorong mereka terus berjuang sampai janji Tuhan tergenapi yaitu Kanaan. Karena itu Musa memperhadapkan mereka kepada pilihan hidup: jika mengasihi Tuhan dengan sungguh ada upah yang tersedia (kehidupan, berkat dan keberuntungan). Sebaliknya jika mereka tidak taat (memberontak) kepada Tuhan, dampaknya adalah kematian, kegagalan dan kutuk. Pesan Musa ini juga berlaku untuk setiap orang percaya!

Hidup di masa-masa akhir ini kita dihadapkan pada ujian dan tantangan yang semakin berat. Iblis dengan segala tipu dayanya semakin meningkatkan intensitas kinerjanya, "...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8) dengan menawarkan segala kenyamanan dan kenikmatan duniawi. Karena itu Tuhan menuntut sebuah ketegasan dalam diri setiap orang percaya untuk membuat pilihan hidup yang benar. Di hadapan kita ada dua pilihan yang sangat kontradiktif: kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk, keberhasilan dan kegagalan. Mana yang Saudara pilih? Kita tidak dapat berdiri di tengah-tengah, bersikap kompromi, suam-suam kuku, tidak ada istilah fifty-fifty. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang baik dan berlimpah kasih, karena itu Ia tidak menginginkan anak-anak-Nya mengalami kematian, melainkan kehidupan dan keberhasilan. Tuhan mau kita memilih kehidupan yaitu dengan mengasihi Dia, beribadah kepada-Nya dan taat melakukan kehendak-Nya.

Pilihan kita hari ini menentukan masa depan kita! Karena itu jangan tunda-tunda waktu lagi, pilihlah hidup yang benar!

Address

RUKO TEMATIK PASAR PARAMOUNT BLOK K10/16
Tangerang Banten

Opening Hours

19:00 - 13:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI House Of Grace posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to GBI House Of Grace:

Share