12/10/2013
MAAFKAN AKU IBU, AKU ABAIKAN KERINDUANMU..
(Sebuah kisah inspiratif betapa berharganya seorang ibu dari apapun di dunia ini)
Saat ini aku sedang menangani sebuah proyek besar di perusahaan tempat aku kerja, aku kerja merantau jauh dari orang tua. Aku anak semata wayang dari seorang ibu yang membesarkanku dari kecil karena ayahku telah lama tiada semenjak aku masih bayi..
Ibuku sudah tua namun aku belum juga menikah, selalu banyak alasan yang aku ungkapkan bila mendapat pertanyaan dari ibu kapan aku mau menikah? Ibu sudah pengen punya cucu.. Dan ada saja alasanku, entah itu karir, banyak pekerjaan dan lain-lain..
Sayangnya ibu tidak mau ku ajak tinggal bersamaku di kota, katanya ibu lebih tenang di rumah, tidak semrawut seperti di kota..
Pekerjaanku saat ini menyita banyak waktu dan membebaniku tanggungjawab yang besar, aku tidak banyak pergi istirahat bahkan berlibur, rencananya aku akan ambil cuti nanti supaya agak panjang setelah semua pekerjaanku selesai, dan aku pulang bertemu dengan ibu. Ibu satu-satunya yang aku miliki, dan aku belum pernah pacaran, sehingga tidak ada alasan bagiku menuju wanita lain selain ibuku..
Suatu hari saat aku telah pulang dari kantor, ibu menelpon..
"Le, kapan kamu mau pulang ibu kangen sama kamu"
"Iya bu nanti kalau pekerjaanku sudah kelar, aku mau ambil cuti panjang dan pulang"
"Memangnya tak bisa kamu tinggal saja sebentar?" tanya ibu..
"Sayangnya itu bu, kantor memberiku tanggungjawab lebih besar ke pekerjaan ini, maaf ya bu aku belum bisa"
"Ya sudah kalau begitu, kamu sudah makan?"
"Belum bu, ini masih nyetir dalam perjalanan pulang"..
"Ooo ya sudah kamu ati-ati, jangan lupa makan, jangan lupa sholat, ibu mendoakanmu"
"Terima kasih bu.."
Hari berikutnya ibu kembali meneleponku, ibu memang orang yang tidak pernah mau menganggu anaknya, ia selalu menelpon hanya saat aku sudah pulang dari kantor.. Dan masih dengan pertanyaan yang sama..
"Le, kapan mau pulangnya? Ibu kangen.."
Aku pun menjelaskan kembali seperti hal kemarin.. lalu aku bertanya..
"Memangnya ada apa sih bu?"
"Enggak ibu cuma kangen thok kok"
Setiap hari sampai seminggu ibu meneleponku setelah jam pulang kantor dengan pertanyaan yang sama.. Aku pun merasa ada yang aneh dengan ibu, tidak biasanya ibu seperti ini.. Sayangnya beban pekerjaan membuatku tidak bisa pulang..
Selang tiga hari kemudian ibu tidak meneleponku, ah pikirku mungkin ibu sudah bosan jika kembali lagi bertanya dengan pertanyaan yang sama.. Aku pun berusaha menelepon ibu setelah jam pulang kantor nanti..
Dalam perjalanan pulang, aku mencoba menelepon ibu tapi tidak diangkat, beberapa kali aku telepon juga belum diangkat sampai aku tiba dirumah ibu belum menelepon balik. Aku pun tinggal mandi, sholat dan makan dulu..
Selesai makan aku lihat di handphoneku ada SMS masuk tapi bukan dari ibu melainkan pamanku, adik dari ibu.. isi SMS-nya adalah,
"Le kalau kamu tidak pulang hari ini, kamu akan kehilangan kesempatan untuk terakhir kalinya berbakti kepada Ibumu, Innalillahi.. Semua hanya milik Allah dan akan kembali pada-Nya"
Aku menangis sejadi-jadinya membaca pesan dari pamanku, aku menyesal, dan sangat menyesal aku tidak pulang meninggalkan pekerjaanku demi ibu yang sangat rindu kepada anaknya.. Aku lebih memilih pekerjaanku daripada wanita yang mengasihiku sendirian dari aku kecil..
Aku segera lari ke bandara, bersegera pulang, dan sesampainya di rumah, aku peluk jenazah ibu, aku memohon ampun kepada Allah atas khilafku yang telah lalai mengabaikan orang tuaku.. malam itu juga aku tak henti-hentinya menyesali keputusanku dan terus meminta maaf di hadapan jenazah ibu..
Setelah semua urusan pemakaman ibu selesai, pamanku bercerita, bahwa sudah seminggu yang lalu ibu sakit, namun beliau melarang siapapun untuk memberi tahuku karena takut menggangguku..
Maafkan aku ibu karena telah mengabaikan kerinduanmu yang teramat dalam.. Doaku untukmu, semoga engkau dan ayah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.. Aamiin..