21/01/2020
*Seni berpidato*
*Menajamkan daya ingat/hafalan (persiapan berpidato)*
Oleh Dr. Derysmono, Lc, M.A.
==========================================
Tulisan ini diambil dari beberapa literatur yang sebagian diterjemahkan dari bahasa arab ke bahasa Indonesia
===========================================
Kuatnya hafalan dalam berpidato sangat berperan dalam kesuksesan menyampaikan pidato atau ceramah. Saat hafalan hilang, yang terjadi adalah seseorang yang berpidato bisa terdiam. “mati kutu” tidak dapat melanjutkan pidatonya.
Berikut ini ada beberapa hal yang dapat membantu menajamkan daya ingat.
* #1 fokus dan berlatih*
Dalam persiapan berceramah hendaknya seseorang membaca teks yang ia akan sampaikan dengan teliti dan fokus. Dan terus menerus membaca teks tersebut sampai yakin bahwa telah hafal. Seperti kita hafal ayat-ayat al-Qur’an maupun hadist rasulullah SAW. Setelah hafal, dia berlatih sendiri sambil mempraktikkan dan membacakan pidato tersebut tentu dengan tanpa melihat teksnya. Dan juga praktik pidato di depan orang lain, satu atau dua orang, sebelum berceramah di khalayak ramai. Yang jumlahnya ratusan maupun ribuan.
Saat sudah latihan, ada beberapa bagian teks yang masih lupa atau belum dikuasai hendaknya lebih banyak mengulang-ulangi teks tersebut, sampai betul-betul hafal. Fokus dan mengulang-ulangi latihan pidato adalah kunci sukses dalam berpidato itu sendiri.
Pada realitanya, banyak para penceramah tidak dapat melatih teks ceramahnya, disebabkan waktu yang tidak cukup, maupun kondisi badan yang kurang fit. Maka hendaknya, persiapan ini, yaitu mengulang ulangi dan fokus dilakukan pada waktu yang senggang, otak masih fresh, tempat yang nyaman untuk berlatih. Sebab jika tidak ada persiapa yang terjadi adalah tergesa-gesa, lupa, gugup dan sebagainya.
Hindari latihan dalam waktu anda sedang dalam kondisi mengantuk atau kelelahan, maka latihannya hanya akan sia-sia atau hafalannya tidak akan tersisa apa-apa.
* #2 gunukan rumus*
Ketika ceramah, biasanya penceramah menyampaikan poin-poin tema yang akan disampaikan. Agar memudahkan si penceramah, maka gunakan rumus. Misalnya keluarga sakinah mawaddah dan warahman disingkat “SAMARA”.
* #3 diskusi*
Salah satu yang membantu kuatnya ingatan ketika berceramah atau pidato adalah dengan berdiskusi dengan orang lain terkait materi yang akan disampaikan. Biasanya orang yang berdiskusi dapat menambah juga pemahaman terhadap materi tersebut.
Kadang kala dalam menghafal dalil-dalil dan teks, tiba-tiba lupa, atau istilahnya “ngebleng” maka kita butuh improvisasi, melakukan sesuatu tanpa persiapan lebih dahulu , yaitu menggunakan materi yang ada, atau yang sudah dikuasai sebelumnya, kemudian dielaborasi, dibahas dengan baik dan teliti.
Selamat mencoba!!!
=================================== ===================
*Referensi*
Fannuh khitobah wa maharatul khatib, karya Dr. Ismail Ali Muhammad
Fannul Khitobah, karya Neil Carl (terjemah dari bahasa inggis ke arab)
Fannul Khitobah wa I’dad al-khatiib, karya Syeikh Ali Mahfuzh
====================================================