25/03/2026
Hail Santaan Lebaran
Pada lebaran yang sedia Jum'at jadinya hari Sabtu kemarin itu, saya malah terkapar menjadi pesakitan. Diaré lantas disebut sebagai vonisnya. Sambal terasi extreme pedas, beleum asin dan kulub écéng di malam takbiran ditengarai jadi pemicu awalnya. Sampai kemudian tuduhan lebih banyak dituding pada acar Semar mesem, red hot Chili paru, dan gulai Satan kental iga sapi di hari lebaran sep**ang sholat sunat, tepat setelah mulai bosan saling bertukar maaf.
Jelas gerombolan makanan itu memang tak sepenuhnya tepat untuk dipersalahkan. Tapi kengerian pada jarum infus dan kelelahan setelah berak melampau 30 kali putaran membuat saya teramat ogah menyalahkan diri sendiri.
Begitulah, di usia 45 tahun, di hari yang agung nan suci, akhirnya saya memilih ikhlas berserah diri merelakan tangan untuk pertama kalinya ditusuk-berogoli infus.
Untungnya ada keluarga yang merawat dengan beragam ketengilanya. Untungnya ada vocalist yang bersedia diajak garap lagu. Untung saja ada
yang cengengesan menengok.
Dua hari jadi tahanan rumah, akhirnya hari ini bisa lepas bebas kembali ke kota guna mendengar lebih jelas aneka kebijakan kolokan aki-aki di atas sana.